015

161 43 7
                                                  

Jasmine menyalakan kompor lagi dan mulai memanggang daging baru. Menghiraukan Jimin dan Taehyung yang saling melempar pandangan curiga.

"Dia bukan orang yang aneh, kan?"

"Sudah kubilang aku tak tertarik padanya! Aku hanya penasaran!"

Jimin mengembus napas berat. Ia mematikan kompor lagi dan menyela amukan Jasmine.

"Kau tahu kan kita tak boleh menaruh perasaan pada sembarang orang. Yang kita dapat dari itu hanya luka, Jasmine."

Jasmine memandang Jimin yang menatapnya serius. Ia tersenyum getir saat menjawab, "Aku juga tak ingin memakai perasaan, tapi aku bisa apa, Jim? Ini bekerja dengan sendirinya tanpa kuminta."

"Jasmine, aku ingin menyampaikan asumsiku yang tak mengenakkan."

"Apa, Tae?"

"Bagaimana jika pemuda itu ternyata Black Cat yang kita cari?"

Jasmine menganga tak percaya. Ia menghela napas kasar saat menatap Taehyung heran.

"Jika benar itu dia, kenapa juga dia malah memasuki kehidupanku dan bukan kehidupan kalian berdua yang lebih mudah diotak-atik?"

Jasmine bertanya dengan kerutan di dahinya. Apa yang bisa black cat dapat dari dirinya yang sudah mati 3 tahun lalu?

"Black cat tentu seorang lelaki, J. Mana bisa dia mencampuri kehidupan kami yang penuh wanita?"

"Tapi, tak mungkin Yoongi begitu. Dia kelihatan seperti pemuda malas yang tak tahu apa-apa," ujar Jasmine mengelak.

"Kau tak pernah tahu wujud asli seseorang, Jasmine. Untuk saat ini, tolong menjauh dulu darinya. Kita sedang dalam keadaan waspada. Banyak orang yang bisa saja menyerang kita sewaktu-waktu."

Jasmine tahu perkataan Jimin benar. Suasana sedang genting. Mereka sedang terancam ditangkap kepolisian. Bahkan, tak ada yang tahu sejak kapan semuanya dimulai.

"Baiklah. Aku akan menjauhinya," ujar Jasmine akhirnya.

"Jasmine," panggil Taehyung.

"Apa?"

"Kau harus tahu satu hal penting tentang black cat. Aku merahasiakan ini karena takut kau akan terluka lagi."

Jimin memandang Taehyung tak habis pikir. Ia mencoba menahan pria itu untuk mengatakan semuanya.

"Taehyung!"

"Jim, kita harus memberitahunya! Dia yang paling berhak tahu tentang ini."

"Ada apa ini?! Kalian menyembunyikan apa dariku?!"

Jimin memgacak surainya kesal. Ia tak ingin bersedih sekarang. Tapi, semuanya sudah terlanjur, Jasmine lebih baik tahu ini.

"Jadi, aku mengetahui informasi ini dari Choi. Dia bilang sejak kejadian 3 tahun lalu informasi ini dirahasiakan sebab takut kita mencoba berontak dan mencari pembunuh Jungkook."

"Apa?!"

"Black cat pembunuh Jungkook pada misi di Amerika, Jasmine."

Jasmine merasa dunianya runtuh untuk kedua kalinya.[]

ɓɭɑck cɑt. [ ɱiɳ yѳѳɳgi ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang