Aku tahu, aku tak sesempurna dirimu. Mungkin, aku memang tak terkenal. Jangankan terkenal, orang tahu aku hidup atau tidak pun sepertinya memang tak peduli. Tetapi, semua itu berubah ketika kau datang. Menyinari jiwa ini bagaikan senja diujung cakrawala. Kau seperti membawa sejuta harapan yang siap kau berikan untukku. Tapi, mengapa aku sedih? Mengapa hal ini terasa menyesakkan dada disaat yang bersamaan ketika aku mulai merasa bahagia. Akankah kamu mau berubah untukku?
-Rinjani Tritan Benedicta
Tak menyangka aku jika dunia ini ada wanita sepertimu. Wanita yang beda dari wanita kebanyakan. Disaat semua wanita menampakkan wajah penuh pencitraannya didepan orang lain, tetapi kau beda. Dan aku bisa melihat dan merasakannya. Namun, aku melihat keraguan di manik matamu. Kenapa? Apa aku membuat kesalahan? Jika iya, tolong maafkan aku.
-Galang Mahardika
KAMU SEDANG MEMBACA
RINJANI
Fiksi RemajaRinjani Tritan Benedicta. Mungkin jika kalian bertanya tentang dia, pasti kebanyakan warga sekolah tidak tahu. Bagaimana mungkin mereka tidak tahu, hidupnya disekolah hanya sebatas dikelas, lalu ke perpus, ke toilet jika dibutuhkan, lalu kembali lag...
