Katakan kepadaku bagaimana caraku menyelesaikan ini.
Lari atau hadapi.
Jika ku lari aku tak kuat menipu.
Jika ku hadapi ku tak kuat untuk menangis.
Jadi mana yang harus ku pilih.
Keduanya sama- sama memberatkanku.
Diriku ini belum pulih tapi dipaksa untuk memilih.
Tapi aku tau ini untuk kelanjutan hidupku.
Jadi ku memilih.
Meski terpaksa.
Aku pilih hadapi.
Meski nanti akan sakit.
Tak apa.
Bukannya sakit akan mengajarkan kita bagaimana cara sembuh?
Maka akan aku lakukan itu.
Dan ku berharap setelah ini tidak ada hati yang patah.
Untuk kedua kalinya bahkan kesekian kalinya.
Aku harap setelah ini akan berubah.
Entah itu hatiku, hidupku, bahkan jiwaku.
Aku rela.
Asal jangan mereka yang berubah.
Cukup diriku.
Aku tak mampu melihat mereka bersedih.
Jadi biar aku saja yang bersedih.
Aku mohon Tuhan...
Ku sayang mereka.
Seperti mereka menyayangiku selama ini.
Jadi buat mereka bahagia.
#Novemberain
YOU ARE READING
Catatan Fi
Short StorySebagai Insinuasi, Bagi para manusiawi, Yang lemah diri. -Catatan Fi-
