Prolog

1.7K 57 2
                                        

"Pokoknya kita harus putus!"

BRAKKK!!!

Hidangan makanan yang semula tersususun rapi di atas meja menjadi berantakan. Untung saja ruangan ini sepi,hanya ada mereka berdua.

"Gak! Gua gak mau!" Tolaknya mentah-mentah.

"Hubungan kita gabisa dilanjutin,Biru! Kamu gak denger tadi Papah kamu bilang apa?"

Laki-laki yang dipanggil Biru itu mengusap wajahnya dengan kasar, sesekali ia menendang kursi yang ada dihadapannya. Membuat gadis dihadapannya terkejut dan menunduk ketakutan.

"Terus kamu peduli apa kata mereka? Kamu gak mau pertahanin hubungan ini?" Biru memegang kedua tangan gadis dihadapannya. Wajahnya kembali tenang, mencoba memahami situasi ini.

"Maafin aku."

"Kata maaf gak bisa ngerubah semuanya. Kamu yang pernah bilang itu." Ucap Biru.

Gadis itu mendongak, memandang wajah Biru. "Trus kamu mau ngelawan apa kata mereka? Gak bisa Bir,gak bisa!"

"Kenapa kamu gak bilang tentang ini sebelumnya sama aku?" Tanya Biru, nada bicaranya terkesan dingin.

"Aku gak tau kalau yang dimaksud sama Mamah aku itu Papah kamu. Aku gak tau." Gadis itu kembali menunduk. Menahan tangisnya.

Biru melepaskan genggamannya tersebut dan menghembuskan nafas kasar. Ia tersenyum getir, dan memandang gadis itu. "Yaudah. Tapi kamu harus tau kalau aku tuh sayang sama kamu. Meskipun status kita berubah, perasaan aku gak pernah berubah sama kamu."

Gadis itu langsung memeluk Biru dan menangis dipelukannya. Sedangkan Biru mengepalkan tangannya,mencoba untuk menahan emosinya sekarang. Dia mengelus rambut gadis itu. "Yaudah,aku anterin pulang sekarang yah?"

Hai hai haii, cerita baru lahir lagi nihh:v Semoga yang baca suka yah sama cerita ini:))

Jangan lupa vote+coment:))

BIRUStories to obsess over. Discover now