"tou-saaaan"
Seorang remaja baru saja menerobos dengan berteriak memekakkan telinga seisi Mension megah itu.
"Tou-san" rengeknya setelah berada disamping ayahnya yang sedang sibuk membaca dokument bernilai jutaan dolar.
"Ada apa sayang?" Tanyanya penuh perhatian
"Tou-san tau?" Rajuknya
"Tidak" jawabnya
"Ish...makanya dengarkan dulu aku menjelaskan semuanya" ucapnya dengan nada manja
"Baiklah,ada apa?"
"Seluruh murid di sekolahku menghinaku lagi" rengeknya penuh dramatisir karena kenyataannya hanya beberapa murid yang mengejeknya.
"Apa?. Apa lagi yang membuat mereka menghinamu?" Tanyanya menahan emos
" Apa lagi kalau bukan karena hinata-nee yang bisu itu" adunya
"Selalu saja anak itu yang membuat keluarga kita dipermalukan seperti ini" emosi hiasi mulai tersulut karena ucapan anak bungsunya.
"Kan hanabi sudah bilang kalau hinata-nee lebih baik home schooling saja" pintanya dengan merangkul lengan kiri ayahnya
"Dimana Hinata sekarang?" Ucapnya penuh emosi dan hiasi pun berjalan tanpa menunggu hanabi menjawab
Hanabi yang merasa ayahnya telah marah hanya mengekor tanpa menjawab pertanyaan ayahnya dan tanpa hiasi tau jika hanabi menyeringai penuh kemenangan.
"HINATAAA....." teriaknya
Terdengar langkah tergesa-gesa dari lantai atas rumahnya dan sudah dipastikan itu Hinata yang mendengar teriakan ayahnya.
"Plak"
Tanpa berkata apapun hiasi langsung menampar Hinata dengan sekuat tenaga begitu Hinata sampai dihadapannya dan karena tamparan itu Hinata terjatuh dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah.
"Dasar anak tidak berguna,selalu membuat keluarga ku dipandang rendah karena kebisuanmu itu" terlihat jelas kilatan amarah Dimata hiasi
"Mulai besok kau tidak perlu sekolah lagi dan Minggu depan kau akan ku nikahkan" ucapnya dan hiasi meninggalkan Hinata yang terperangah karena kabar itu
"Kau memang lebih baik tidak pernah ada dirumah ini NEE-CHAN" dengan menekan kan kata terakhirnya hanabi tersenyum penuh kemenangan
Hinata hanya mampu melihat ayah dan adiknya yang pergi begitu saja dengan pandangan sendu,tidak pernah sedikitpun Hinata berfikir akan menikah secepat ini. Usia Hinata saat ini baru saja menginjak usia 17 dan sekarang dia harus berhenti sekolah dan menjalani kehidupan sebagai seorang istri.
Tatapan mata Hinata terlihat kosong dan Hinata tidak dapat berbuat apapun untuk mencegah pernikahan yang telah direncanakan ayahnya. Sebenarnya siapa yang akan menikah dengannya dan seperti apa dia. Tanpa terasa setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya dan Hinata tidak dapat mencegah air mata yang terus mengalir, karena Hinata yakin air mata yang keluar dari pelupuk matanya adalah salah satu bentuk pertahan diri yang Hinata bangun telah runtuh.
Selama ini Hinata tidak pernah diperlakukan baik oleh keluarganya sendiri dan sejauh ini Hinata tidak pernah menumpahkan air matanya,tapi kini semuanya berbeda dan ini sangat berat untuk Hinata hadapi sendiri tanpa siapapun dirumah ini yang membelanya.
Setelah Hinata keluar dari sekolah yang dilakukan Hinata hanya diam tanpa berbuat apapun. Terlihat Hinata tengah berada dihalaman belakang rumahnya,menatap danau kecil yang berada disana dan tatapan Hinata semakin kosong tanpa cahaya sedikitpun.
Dari kejauhan hanabi menatap Hinata dengan seringai yang tidak pernah luntur dari bibir,karena usahanya untuk menyingkirkan Hinata dari sekolah akan segera terwujud. Hanabi selalu memiliki banyak cara agak Hinata menghilang pandangannya dan sekarang satu rencananya telah berhasil,yaitu menyingkirkan Hinata dari sekolah dan sebentar lagi Hinata pun akan pergi dari rumah.
Seluruh keluarga Hyuga sedang menikmati makan malam terkecuali Hinata dan lagi-lagi itu semua atas permintaan hanabi yang tidak ingin makan satu meja dengan Hinata dan disinilah Hinata makan malam didapur dengan beberapa maid disana. Sebenarnya semua maid disana bingung kenapa Hinata bisa diperlakukan seperti ini,tapi sedikitpun mereka tidak ada yang berani membicarakan hal ini karena jika mereka sampai ketahuan membicarakannya maka mereka harus siap ditendang dari mansion Hyuga.
YOU ARE READING
gomen,aishiteru
Fantasytrauma yang Hinata alami sewaktu kecil membuatnya menjadi pribadi yang sangat tertutup dan karena kejadian itu Hinata tidak pernah bicara kepada siapapun sehingga semua orang menganggapnya bisu. SASUHINA zone wanted : 21++
