1

6 0 0
                                        

"Azura, bangun nak! Nanti kamu terlambat sayang." oceh wanita tersebut dengan sedikit mengguncang sedikit bahu anak gadisnya.
"Enghh. Iya ummi zura bangun." Ia sedikit menggeliat, lalu bangun dari tempat yang bak kapal pecah itu. Sambil berjalan gontai menuju kamar mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
"Dasar kamu tuh ya. Udah gede gitu bangun aja susah, kasihan nanti suami kamu zura." teriak wanita tadi yang sudah pasti itu wanita yang telah melahirkannya kedunia ini.

Didalam kamar mandi Azura menggerutu tak jelas dengan apa yang dikatakan umminya. Selalu saja menyindirnya tentang suami.

Lima belas menit kemudian Azura telah selesai menjalankan semua ritualnya. Ia melihat pantulan dirinya dicermin yang pas untuk dirinya seorang. Memakai gamis berwarna coklat dengan perpaduan jilbab kopi susu. Sangat pas dikulitnya yang putih bersih,hidung mancung khas milik azura,pipi yang sedikit chubby menambah kesan manis pada gadis itu.
Setelah puas menata dirinya. Azura segera menyambar tas yang biasa ia pakai untuk mengisi waktu luangnya.

"Pagi Abi. Makin ganteng aja deh Abi Zura." ucap Azura memeluk leher Abinya yang tengah siap untuk sarapan. "Pasti ada maunya nih putri Abi." balas Rahman- Ayah dari anak bungsunya- Azura. "Ish Abi tuh yaa su'udzon mulu sama putri yang cantik jelita ini." Kesal Azura dengan mengerucutkan bibirnya membuat Abinya gemas lalu mencubit pipi chubbynya. "Iiih sakit Abi,tuhkan pipi zura jadi nyut nyutan." ringis Azura. "Lebay kamu, Abi cuma cubit pelan aja kok." Sanggah abinya yang tak mau kalah.
"Zura kamu tuh ya udah gede masih aja manja sama abi, cari suami sana." Serobot sang ummi dari arah dapur membawa tiga piring nasi goreng spesial. "Ummi mah suami terus ah, kan zura masih muda." Ucap sebal Azura. "Sudah sudah mari kita makan,nanti makanannya keburu dingin." Abi mengakhiri percakapan singkat keluarga kecilnya.

"Alhamdulillah. Abi, Ummi. Zura berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum" ucap zura sambil mencium kedua tangan orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam, hati hati sayang."balas umminya
"Jangan ngebut ngebut." terus abinya. "Siap grak komandan!" ucap Azura dengan mengangkat tangan kanannya ke samping dahinya.

Tak lama suara mobil melaju melalui gerbang rumahnya. Rahman dan Aisyah langsung memasuki rumahnya kembali setelah melihat kepergian anak gadisnya itu.

****

Sesampainya didepan sebuah panti asuhan. Yang bernama panti asuhan Ar-Rahman. Ya ini panti dibangun oleh Abinya, sekitar 10 tahun yang lalu. Dan betapa bahagianya Azura yang langsung disambut oleh anak-anak panti itu.
"kak Zulaaa. Kak Zula udah pulang ummah. Yeaaaa" teriak anak kecil yang kurang fasih mengatakan huruf R.
"Apa kabarmu Azura, berpa hari kau diMesir?" tanya seorang wanita yang tadi dipanggil ummah oleh anak kecil tadi. Ia Rahma, kakak dari ayahnya Azura.
"Alhamdulillah baik tante seperti yang tante lihat sekarangg. Zura disana cuma empat hari tan." ucap Azura dengan deretan giginya yang rapi.
"Alhamdulillah kalo begitu. Oh yasudah,ayo anak-anak kita ajak kak Zuranya masuk." ucap Rahma mengintruksi anak-anaknya.
"Hayuk kak Zula masuk, cika udah gak sabal belajal sama kakak" ucap gadis kecil yang menyebutnya dengan nama cika sambil menarik tangan Azura.
"yuk!! Ayo semuanya kita masuk." ajak Azura kepada semua anak-anaknya.
Mereka pun masuk dengan celotehannya masing-masing. Azura tersenyum melihatnya. Mereka langsung menuju halaman belakang untuk belajar. Ya, memang mereka belajar dihalaman belakang rumah. Karena itu membuat anak-anak tidak jenuh. Mereka larut dalam cerita Azura.






Maaf yaa mungkin ceritanya masih gaje;v ini cerita pertamaku:)
Selamat membaca😊
Jangan lupa vote and coment yaa semuaa🤗

My FutureWhere stories live. Discover now