Prolog

42 3 1
                                        

Pagi yang cerah ini burung-burung banyak berkicauan di luar. Maudy Arinda Hafiyya, yang sering dipanggil Maudy itu tengah terbangun dari mimpinya yang indah.

"Eh, jam berapa nih??" Maudy mengucek-ngucek matanya.

Maudy melihat ke dinding, ditatapnya sebuah jam dinding.

"Aduuuuh!! Mama kok gak bangunin aku sih?!!" teriak Maudy.

Gak ada respon dari Mama Maudy.

Maudy bangkit dari kasurnya lalu ia lari ke kamar mandi untuk mandi.
(*YAIYALAH MANDIII MASAK TIDUR LAGI :V*)

Byuurr.. Byuurrr!

Setelah mandi Maudy bergegas mencari baju putih biru nya. Maudy takut terlambat karena hari ini tu hari pertama masuk SMP kelas 2.
Setelah Maudy siap ia bergegas ke ruang makan.

"Mama tadi kok gak bangunin aku sih, Maudy hampir telat nih." Maudy duduk di meja makan sambil cemberut.
"Ya maap nak td mama sibuk nyiapin makan buat kamu." kata Mama Fiya sambil meletakkan piring Maudy.
"Okey maaaa, gakpapa kok lagian Maudy marahnya bercanda hehe.." Maudy terkekeh.

Papa dan Mamanya Maudy yang melihat tingkah anak mereka itu langsung tertawa.

"Anak papa jadi dagelan aja haha. " celoteh Papa Tio.
"Ihh Papa." Maudy memonyongkan bibirnya.

Setelah selesai bercanda, Papa Tio keluar untuk menyiapkan mobil.

"Ma, bekalku udah kan?" tanya Maudy.
"Udah anakku sayang." jawab Mama Fiya.
......
"Mmm ma?" tanya Maudy.
"Iya ada apa nak?" tanya Mama Fiya sembari merogoh sakunya.

"Mmm kira-kira mama marah gak ya?" batin Maudy.

"Maa.. "
"Yha? "
"Umm.. Maudy izin ya ma, M-maudy mau j-adi fake nerd sementara." ucap Maudy ragu-ragu.

DUGGG!

Dompet Mama Fiya jatuh ke lantai. Mama Fiya gak nyangka Maudy mau nyamar jadi fake nerd.
Sebenarnya keluarga Maudy itu orang terkaya no 2 di Dunia dan Maudy adalah CEO perusahaan Haffion Company (Hafiyya dan Marion). Sedangkan keluarga Kenzo itu orang terkaya no 1 di Dunia dan juga CEO perusahaan Shadega Company.

"Tapi nak kenapa?" tanya Mama Fiya memastikan.
"Maudy gak mau jadi populer ma. Risih tau kalo populer." ucap Maudy malas.
"Baiklah.. Tapi kalo kamu dibully harus ngelawan! Kalo udah keterlaluan kamu lapor Mama, dan jangan jadi cupu lagi." tukas Mama Fiya.
"Okeey Ma." jawab Maudy.

Setelah beberapa lama berbincang-bincang, mobil Papa Tio akhirnya sudah siap.

Maudy berpamitan kepada Mama Fiya dan masuk ke mobil Papa Tio.

"Aduh nak, ngapain kamu berpakaian bak Nerd?" tanya Papa Tio.
"Maudy ga mau populer pa.. Maudy juga mau tau my true friends Maudy." Maudy membenahi posisi tasnya.
"Ya, tp km harus hati-hati nak. Smp kamu itu sekolah paling terkenal di kota ini. Dan juga di sana ada anak dari Shadega Company.. "
"Hah Shadega Company?" tanya Maudy kepo.
"Iya, anak dari keluarga Shadega, orang terkaya di dunia no 1.." tutur papa Tio.

"Hmm.." batin Maudy.

"Oke pa." jawab Maudy.
Papa melanjutkan konsentrasinya pada mobil.

Maudy kemudian meminta papanya untuk berhenti di sebuah halte bus dekat SMP nya.
"Makasih papa, bye pa hati-hati.." ucap Maudy mencium tangan papanya dan beranjak pergi ke gerbang sekolah.

Tiba-tiba..

Wah-wah ada orang cupu tuh.

Eh cupu!

Bakal banyak masalah tu anak ckck kasian.

Njir cupu jelek!

Ga pantes sekolah disini lu cupu!

Kenzo bakal senang nih ada mangsa baru.

"Ah pada ngapain sih mereka. Kurang kerjaan tau!, eh tapi siapa ya Kenzo tu?" batin Maudy sambil berjalan memasuki koridor sekolah.

Saat sedang asik melihat² piagam sekolah, Maudy tiba-tiba menabrak seorang cowo yang sangat tampan.

                           Kenzo Aprilio Shadega

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

                           Kenzo Aprilio Shadega

A Nerd Girl Meet A Gang LeaderHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora