Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Prolog 1

5 1 0
                                        

Apa yang kita lakukan di hari ini menjadi kunci kebaikan atau malah menjadi kehancuran di hari esok.
Maka lakukan lah hari yang terbaik dimulai dari sekarang.
***

Haidar Pov

Ditengah-tengah ketegangan para murid. Dibangku paling pojok kanan, aku sedang asyik terbang bersama mimpi-mimpi yang telah aku rencanakan sebelum dosen killer masuk keruanganku. Ku letakkan kepala diatas buku yang sedari tadi ku buka. Sayang sekali aku bukanlah siswa yang beruntung kali ini, sepertinya malaikat enggan mendekatiku, karena aku memang sengaja untuk tidur bukan tertidur.

"Dar... Haidar! Bangun" panggil teman sebangku aku karena dilihatnya guru sudah melihat ke arah ku.

"Huh, susah banget sih. Biarin aja deh, biar dia kapok sekalian" Batin aldi, salah satu anggota geng nya.

"Haidar... Haidar" Kali ini yang memanggilnya adalah guru yang paling killer disekolah. Sudah berulang kali guru memanggil dan tidak ada perubahan, akhirnya guru tersebut Mendekatinya, sedikit Kecewa selalu Haidar dan Haidar lagi yang membuat kerusuhan di kelas dan tidur pada saat jam perlajaran ku berlangsung.

Aku kaget, tiba-tiba ada tangan dipundak ku dan mencubitku. Aku Mengucek-ucek mataku kebingungan. Seperti hari-hari kemaren, aku tertangkap basah dalam keadaan yang sama. Aku harus pasrah menerima hukuman atas keteledoranku dalam menuntut ilmu.

Entah hukuman apa yang akan diberi kepadaku, aku sudah kebal. Pasalnya tiap hari aku selalu dapat hukuman, bahkan bisa dikatakan tiap menit aku dihukum.

***

Ya, Namaku Haidar kamil bahran el Adnan. Panggil saja Haidar. Nama Adnan diambil dari belakang nama orang tuaku dan Haidar sengaja dipilihkan orang tuaku agar aku menjadi anak yang pemberani, karena aku anak Satu-satunya dari pasangan

Amir Hamzah Adnan
dan
Shofiyah adnan

Saking pemberaninya aku, sampai tidak ada yang berani mengusik kehidupanku.

Aku paling tidak betah dirumah. Banyak yang bilang Rumahku Surgaku tapi buatku rumahku nerakaku karena dirumah yang ketemui hanya bi sumi dan suami nya. Setiap aku memasuki rumah teringat akan kenangan kebersamaan aku, papa dan mama saat aku masih kecil, mereka menggendongku, bermain bersamaku dan itu hanya bertahan selama 7 tahun. Disaat aku mulai sekolah, papa dan mama harus pergi keluar negri karena urusan pekerjaan. Sekolah pertamaku diantar oleh bi sumi sampai dijemput pun olehnya dan hal yang tidak pernah terfikirkan itu semua berlangsung sampai sekarang ini. Dulu aku hanya bisa melihat teman-teman dijemput papa dan mama nya, tanpa bisa merasakan hangat nya keluarga. Akhirnya aku memilih tinggal di salah satu apartemen milik papa.

Ya, papa mempunyai banyak apartemen dan vila, bahkan sekolah SMA ternama yang aku tempati merupakan salah satu aset milik papa. Aku Sengaja bersekolah di sini karena aku tidak suka dikekang oleh peraturan. Tidak ada yang berani kepadaku, salah sebesar apapun tidak akan ada yg berani mendepak aku dari sekolah milik keluargaku sendiri, hanya hukuman ringan yang aku dapatkan dari mereka.

Apapun yang aku mau akan selalu terpenuhi, tapi satu yang mereka tidak bisa memenuhi sampai detik ini, kasih sayang dari mereka aku tak punya.

Jadi apa diriku mereka pun tidak tau, bahkan sama kegiatan ku sehari-hari mereka acuh. Yang mereka tau hanyalah tentang Bagaimana aset yang ada bisa berkembang dan keluar kota adalah kegiatan mereka sehari-hari, serasa kehadiran ku memang tidak diharapkan.

Dunia malam menjadi hiburan ku selama ini, tanpa pulang sampai pagi dan naas nya tidak ada yang mencarikan. Aku seperti anak yang tidak punya orang tua, bahkan keluarga. Sampai sekarat pun aku tidak ada yang membela, apapun ku lakukan sendiri.

Balapan menjadi hobi baru ku saat aq mulai merasa kesepian, berkelahi menjadi rutinitasku, Marah-marah menjadi Sifat yang menyatu dalam ragaku, Hukuman adalah makanan sehari-hariku.

Aku punya Geng yang bernama Bejo alias Betah jomblo, yang terbentuk sejak aku SMP. Aldi, Rizal, Fahmi adalah anggota geng ku. Sebenarnya ada satu nama lagi, tapi dia penghianat, otomatis akan tidak dianggap lagi di geng kami.

Ku kenal dunia malam bersama mereka. Membuat aku lupa bahwa aku masih mempunyai orang tua. Buat apa aku peduli kalau mereka tidak memperdulikan aku.

Hidup ku selama ini semena-mena, pulang pagi pergi lagi bahkan bisa dikatakan aku tidak pernah menginjak lantai rumah. Hanya menghabiskan uang yang aku punya, itulah pekerjaanku, tanpa harus memikirkan susah nya bekerja, yang terlintas hanyalah bagaimana caranya aku bisa tertawa.

***

Nah kan hayoo, pilih mana kalian
Keluarga yang banyak uang tanpa kasih sayang, atau keluarga yang sederhana tapi selalu dapat pelukan??

Thank's for Reading 😘😘

Jangan diem-diem bae ya, klik vote dibawah lalu tinggalkan jejak komentar kalian pada cerita ini ya 👌 pasti banyak typo nih, ngetiknya sambil ngantuk-ngantuk 😄😄 jangan lupa Follow juga akun kami 😉

Gresik, 17 oktober 2019
00.13

Keajaiban Cinta 💕 Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora