PART | 01

437 18 4
                                        

'Everythings gonna be okay.'

Sinar matahari telah muncul, dan menembus jendela kamar seorang perempuan cantik berambut panjang, alis tebal, dan berkulit putih, serta memiliki iris mata bewarna coklat terang. Siapa pun yang melihatnya mungkin akan tertarik kepadanya. Yah dia Valen Shiera Mixeel. Biasa di panggil Shiera

Tok tok tok tok. Suara ketukan pintu

"kak.. Ka... Ka.. Bangun udh pagi". Ucap seorang ibu di bilik pintu yg tertutup

"Iya mah, aku bangun". Sahut shiera.
Akhirnya dia bangun, dengan mata setengah terbuka. Dan bergegas untuk mandi. Karna hari ini libur, maka ia memutuskan untuk bersenang senang dibawah bersama keluarganya.

------------

SHIERA POV

Setelah gue mandi, gue langsung turun untuk sarapan pagi bersama keluarga. Papah, mamah, dan adik kembar gue Kenaan, dan Kenneth

"Pagi.. Semua". Sapa Shiera

"Eh udah selesai, sini kak makan dulu". Ajak mamah, dengan senyumannya

"Iyaaa, emang mamah masak apa sih?! Kayaknya si kenaan sama kenneth lahap banget?".

"Ini enak banget loh kak, kalo ga mau kita abisin ya ga nath?". Jawab Kenneth dengan mulut penuh makanan

Kenaan hanya menjawab anggukan dari pernyataan kenneth tadi

"Eh udah ko malah jadi ngobrol sih lagi makan juga. Ini nasi goreng biasa ko ra".ucap mama seraya mengambil nasi goreng di piring gue.

"Ga biasa ko mah, masakan mamah paling the best kalah restourant ternama" kata si kenneth.

"Ah bisa aja mujinya"kata mamah

"Kak Shiera, aku mau jalan jalan dong sama mamah sama papah". Ujar adik gue, kenneth

Gue menengok tak percaya "Ah.. Masa sii"

"Iya tapi kaka ga di ajak, cuma berempat doang, kasian kan". Lanjut kenneth yang berucap dengan pengakuan nya.

Kini gue menatap mamah sama papah. Seolah bertanya apa yang adik gue ucapin bener bener?!!

"Ini bener mah pah?".tanya gue.

"Iya kak, papah sama mamah akan pergi ke london untuk mengurusi bisnis papah yang sedang ada kendala. Papah ngajak mama, kenneth sama kenaan ke sana supaya papa ga kesepian. Ucap papah dengan lembut

"Tapi kenapa pah!? Terus kalo kalian semua pergi aku di sini ama siapa. Aku takut sendirian, aku mau ikut juga kalo gitu". Pembelaan gue dengan muka murung.

"Kamu kan masih sekolah, lebih baik selesaikan sekolah kamu dulu. Dan kalo masalah sendiri disini, kamu ga bakal nanti sepupu kamu bakal temanin kamu lagi". Papah mengelus lengan gue, dengan tatapan lembut

"Iya bener kata papah. Kamu ga usah takut kami akan selalu memperhatikan kamu walaupun dari jauh kak". Mamah dengan mata memohon.

Mendengar perkataan mamah membuat seketika perasaan gue sakit, perih. Apa iya?! Gue takut apa yg selalu gue bayangkan, dan gue mimpi sesuatu yg membuat gue takut kehilangan. Gue ga mau itu terjadi.

"Tapi berapa lama pah?!". Gue dengan penuh harapan

"Papah gatau pastinya sampai kapan, intinya sampai urusan perusahaan papah benar benar stabil seperti dulu lagi". Ucap papah.

"Mamah mohon ya kak, kamu bisa kan di tinggal sendiri masa ga bisa sih. Itung itung kamu belajar mandiri, udh ngerti pacar pacaran lagi. Malu dong sama pacar kamu, nanti dia ngomong gini lo 'ih shiera cengeng yah, manja lagi udh ah gua ga mau sama dia' tuh. Mamah mohon ya kak izinin mamah, papah, dan adik kamu pergi. Yah". Ucap mamahnya dengan menyatukan tangannya ke gue

Gue masih diam mencerna ucapan mamah dan papa. Gue takut hidup tanpa mereka walaupun di pisahkan hanya dengan jarak. Tapi gue ga boleh egois, mereka pergi juga bukan buat have fun, tpi karena perusahaan papah ada kendala yang harus di handle oleh papa sendiri

Gue pun bangun dari tempat duduk, dan beralih ke samping berdiri diantara mamah dan papah. Gue rentangkan tangan seraya memeluk mereka Dan memenamkan wajah diantara pundak mamah dan papah.

"Shiera akan selalu merindukan kalian, i miss you so much pah, mah". Gue meneteskan air matanya berharap bayangan tsb tidak akan terjadi.

CUPP

Mamah dan papah mencium kedua pipi gue dengan bersamaan.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Empat detik

Gue memejamkan mata, dan menikmati kasih sayang antara mamah dan papah.

Gue longgarkan pelukan mereka sambil menghapus air mata yang jatuh begitu saja.

"Ih udah dong jangan sedih sedihan kan jadi ikutan sedih" ucap kenneth merusak suasana pelukan mereka.

"Merusak suasana lo" omel kenaan

Gue berjalan ke arah kenaan dan kenneth

"Kalian jangan berantem mulu ya kalo di sana, kasian ntar mamah papa, lagian kan kalian suda besar". Ucap gue sambil memeluk keduanya.

Kenaan mengangguk sambil tersenyum

"Siap ka Shiera cantik, itu pun kalo si kenaan ga ganggu ya".jawab si kennath sambil sedikit terkekeh.

"Ga salah" tanya kenaan melirik kenneth dengan mata malas

"Eh udah ko malah jadi sedih sedihan sih" tegur mamanya sambil tertawa walaupun ada air mata yang jatuh.

"Abisnya kalo aku rindu kalian semua gimana mah".balasku sambil berjalan ke tempat ku semula.

"Kamu kan bisa nyusul kami jika liburan sekolah". Jawab papah dan gue hanya ber'oh iya

"Btw kapan papah pergi ke sana?"tanya gue

"Seminggu lagi ra"jawab papah

"Yah sebentar lagi dong". ucap gue dengan wajah kembali murung.

"Aku mau sebelum kalian pergi kita pergi liburan? Gmna setuju ga? Itung itung buat kenangan.".timpal ku lagi dengan wajah berusaha tersenyum.

"Setuujuuuuu".jawab si kenneth paling antusias.

"Yaudah,,, boleh kamu mau pergi ke mana?".tanya mamah

"Kemana yah?". Jawab gua sambil mikir

"Kita ke dufan aja kak". Jawab adik gua kennan.

"Boleh juga tuh".jawab gue.

"Yaudah ntar papah urus".ucap papah

"Sipp,,, kalo gitu aku ke atas dulu ya. Bye semua".ucap gue dan langsung menuju kamar.

*Di kamar*

Asli gue ga nyangka banget bakal tinggal di rumah sebesar ini. Gue kaget pas denger keluarga gue akan pindah ke london, bagaimana bisa gue membayangkan di rumah ini ga ada lagi mamah sama papah yang menyayangi gue dengan tulus, kenneth yang selalu bikin gue ketawa entah dengan bikin rusuh atau jailnya kepada kenaan, adik gue yang paling kalem. Gue akan merinduka itu semua.

Tapi perasaan gue berkata seakan jangan biarkan mereka pergi, hati gue tiba tiba ga enak seakan akan terjadi suatu hal pada keluarga gue.

Gue takut, karena gue sering ngebayangin sesuatu yang ga enak pasti akan terjadi. Tapi selama ini gue menganggap apa yang terjadi hanya kebetulan dan gue tidak mengganggap serius. Sekarang gue berharap apa yang gue bayangkan saat ini dan ketakutan gue hanya angan angan. Gue selalu berdoa kepada tuhan semoga mereka selamat.
Bersambung.........

----------------------❤️❤️❤️-----------------------

HAI HAI HAIII EVERYONE INI CERITA PERTAMA KITA YA PLISS KASIH COMENT KALO ADA YANG KURANG GW HARAP KALIAN SUKA SAMA CERITA INI JANGAN LUPA JUGA BUAT KASIH VOTE AND FOLLOW WATTPAD KITA AGAR TAMBAH SEMANGAT NIH BUAT NYA

LOVE YOU ALLLL!!!!!💛💛

Silent In The Dark🖤Stories to obsess over. Discover now