(51) akhir dari segalanya

Mulai dari awal
                                    

"Apa kau gila hyung? Sekarang bukan saatnya untuk melamun!" Bentak Jungkook berusaha menyadarkan Taehyung dari keterpakuannya.

Di sebelah Jungkook telah berdiri ke lima pemuda lainnya, mereka seakan menjadi tameng untuk melindungi Taehyung.

"K-Kalian..." Taehyung menatap ling-lung keadaan di sekitarnya.

"Cepat lakukan sesuatu bodoh! Jika kau mati di sini maka kami semua juga tidak akan dapat bertahan" Kini Yoongi yang membentak Taehyung.

Dia mengguncang bahu Taehyung dan kemudian menampar pipi Taehyung di saat pemuda itu mulai meracau.

"Ini bukan saatnya untuk menjadi lemah, tidak ada jalan kembali Tae, kau dengar aku? Tidak ada jalan kembali! Satu-satunya jalan yang tersisa adalah kau harus melawan! Bertarunglah untuk kami, untuk negri ini dan untuk dirimu sendiri" Itu adalah kalimat terpanjang yang pernah terucap dari mulut Yoongi si manusia es.

Taehyung mengerjabkan matanya dan kemudian menganggukkan kepalanya.

Ia melangkah maju meninggalkan sahabat-sahabatnya yang tampak kewalahan dengan serangan bertubi-tubi yang diberikan makhluk itu.

"Apa yang akan dilakukan anak itu?" Seokjin menatap gusar kearah Taehyung yang terus melangkah mendekati makhluk mengerikan itu.

Yoongi menepuk pundak Seokjin menenangkan, "dia tau apa yang akan dilakukannya, jangan pernah meragukan keputusannya" Dia memasang senyuman tipis.

Sementara Taehyung telah berdiri berhadapan dengan Marent, "kau memang telah kehilangan akalmu" Desisnya.

Marent kembali tergelak, dia bahkan memegangi perutnya yang terasa kram karena terlalu banyak tertawa.

"Kau memang benar, aku sudah kehilangan akalku" Marent melangkah mendekati Taehyung dan kemudian menundukkan kepalanya tepat di telinga pemuda itu.

"Maka dari itu berhati-hatilah"

Taehyung menggertakkan giginya geram, dia kembali mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan ke arah Marent dan berhasil menggores lengan pria itu.

"Ck... serangan tiba-tiba eh?" Cakar di tangan Marent semakin membesar dan memanjang.

Dia mengayunkan cakarnya tetapi Taehyung berhasil menangkisnya.

"Tae awas!" Seru Jimin.

Taehyung mendongak dan mendapati kaki naga yang berada di belakang Marent tepat berada di atas kepalanya.

Krekk...

"Namjoon hyung.." Taehyung membelalak menatap Namjoon yang telah berdiri di sebelahnya.

"Ughh... kakinya ternyata lumayan berat juga" Namjoon menatap perisai miliknya yang retak dengan mata yang sedikit memicing.

Taehyung menarik Namjoon dan kemudian ber-teleportasi menuju ke dekat ke-lima sahabatnya yang lain.

"Kalian baik-baik saja?" Seokjin menatap cemas kedua adiknya itu.

Namjoon menganggukkan kepalanya, "jadi ada rencana?" Tanya Yoongi kepada Namjoon.

"Hindari kakinya, dia bisa melumatmu hanya dengan sekali pijakkan" Hoseok dengan gemas memukul kepala Namjoon.

"Tanpa kau beri tahu kami juga akan melakukannya, perisaimu saja sampai retak seperti itu"

"Tidak ada waktu untuk berdebat saat ini, sebaiknya kita memikirkan cara yang lebih bagus sembari menyerang, kita tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi" Timpal Jimin.

"Baiklah, Jimin dan Namjoon akan tetap di sini dan amati pergerakan monster itu selagi kami menyerang" Kini Seokjin yang angkat bicara.

"Kalian juga bisa melindungi kami dari belakang, menolong siapa yang kiranya memiliki keadaan yang mendesak" Tambah Yoongi.

Mereka berdua menganggukkan kepala tanda mengerti.

"Apakah sudah selesai berdiskusinya?" Suara Marent berhasil menarik atensi mereka kembali.

"Kau akan menyesal karena telah bertanya tuan monster jelek" Jungkook merenggangkan lehernya seraya memasang senyuman miring.

"Kita lihat saja siapa yang akan menyesal" Marent berlari kearah mereka begitu juga sebaliknya.

Hoseok dan Seokjin menghadang Marent, sedangkan Jungkook, Yoongi dan Taehyung berhadapan langsung dengan monster itu.

Pertarungan tidak dapat dielakkan lagi, suara-suara yang memekakkan telinga menjadi nada pengantar tidur bagi rakyat Azores yang masih setia berdoa akan keselamatan Raja dan ke enam sayapnya.

Tiba-tiba saja sebuah cahaya berwarna keunguan berpendar di tengah-tengah mereka.

"Lama tidak berjumpa semuanya"

*****
Don't copy my story!

Hayoo! Ada yg bisa tebak itu siapa?

8 November 2019

Revisi : 23 Mei 2020

~Weni

BTS Elemental : The Lost Power [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang