chapter 1

381 18 1
                                        

Author POV

Suara khas kayuhan sepeda itu terdengar di jalan yang sepi. bukannya tak ada kehidupan, hanya saja mata-mata yang masih mengantuk memilih bertahan dalam tidurnya. berbeda dengan gadis itu yang sudah siap berangkat ke sekolah untuk hari pertamanya. Ia sangat bersemangat untuk menjalani hari-hari nya sebagai siswi sekolah menengah. ia sangat menanti-nantikan moment ini, menurutnya sekolah menengah adalah hal terkeren yang ingin ia rasakan. karena yang ia lihat dari saudara-saudaranya melewati masa-masa remaja mereka dengan mengasikkan. mempunyai teman yang seru, merasakan hidup seorang remaja dan bisa mencoba ini itu dengan pilihan nya sendiri. tapi sebenarnya, gadis itu hampir saja tak mendapatkan restu dari kedua orang tua nya.
Pagi tadi ayah dan ibunya memaksa akan mengantar nya sampai ke depan gerbang sekolah. tentu saja ia tak mau itu terjadi, jadi apa gunanya sepeda barunya ini?
Terakhir kali gadis itu bisa memiliki teman saat taman kanak-kanak, dikarena kan kondisinya yang sangat istimewa jadi orang tua nya lebih memilih untuk home schooling. 

Kali ini ia meminta kepada orang tuanya untuk percaya kalau ia akan baik-baik saja. Dan masih dengan berat hati mereka pun setuju. Walaupun sebenarnya masih terbesit perasaan khawatir melepaskan gadis itu sendiri untuk berangkat ke sekolah dan memulai sekolah dengan apa yang ia mau.

Nama nya Roseanne Ayona, biasanya orang lain memanggil nya rose dengan pelafalan e keras dibelakangnya. gadis bungsu dari empat bersaudara. bukan gadis manja yang seperti di bayangkan, dia lebih terlihat seperti vitamin untuk orang-orang yang berada di dekat nya. ia mampu membuat siapapun nyaman dengan tingkah ceria dan polosnya.

Hari ini hari pertama orientasi, terlihat beberapa murid dengan pita berwarna merah terikat di lengan atasnya sedang bersiap-siap menantikan adik-adik kelas baru di lapangan basket. Rose melihat belum ada murid yang sepertinya, memakai perlengkapan ospek yang aneh. Topi kerucut, kaus kaki yang berbeda warna, kalung permen yang mengalung di leher dan serta papan nama.

"anak baru?"

"iya kak"

"cepet banget datang? masih ada 20 menit lagi loh"

"kan makin cepet makin bagus kak"

Si kakak kelas pun hanya mengangguk tersenyum mengiyakan jawaban gadis berpapan nama roseanne ini. dia sempat bingung, apa gadis ini tau artinya ospek? dimana orang-orang yang biasanya tak ingin melakukan ini tapi kenapa ia terlihat sangat bersemangat?

Rose diminta duduk di tengah lapangan agar teman-teman nya yang lain tau disana mereka harus berkumpul membuat barisan. Rose pun menuruti perintah kakak kelasnya tadi sambil lagi-lagi tersenyum. selagi menunggu, matanya melihat semua yang dilakukan senior-seniornya. benar-benar terlihat seperti anak kecil yang sedang menonton tv di rumahnya. diam, mematuhi perkataan orang lain.
Di sisi lain, rose tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memerhatikan nya sejak tadi. kakak kelas yang menegurnya tadi melihat dari pinggir lapangan, gadis itu benar-benar terlihat polos dan menggemaskan hanya duduk diam seperti itu. apa benar dia murid baru di sekolah ini?

Satu per satu murid-murid baru datang dengan tergesa-gesa karena jam yang ditetapkan mulai semakin dekat. beberapa senior pun sudah berteriak menghitung satu sampai tiga di gerbang sekolah.
rose melihat kesekelilingnya menatap satu per satu wajah asing yang akan menjadi teman satu sekolahnya. tak sengaja matanya bertatapan dengan gadis kuncir satu yang masih mengatur napas nya dibelakang sana. wajahnya terlihat familiar tapi rose tak ingat dia siapa. saat mereka membaca papan nama masing-masing barulah mereka tersadar, mereka teman sekolah masa kecil dulu. nama nya Lisa.

"Lisa!" teriak rose polos membuat semua pasang mata menatap nya.

"Lisa? siapa yang barusan teriak?" balas teriak sang kakak senior garang.

Him or Him?Where stories live. Discover now