#Part1

11 5 1
                                        

Hai, perkenalkan nama aku Irsa, terdengar asing bukan. Aku pun juga merasa kok kalau namaku ini terdengar asing, tapi unik bukan. Tapi semua temanku memanggilku "ndut", karna memang aku gendut hehe. Okey-okey aku disini bukan ingin membahas namaku, tapi aku ingin menceritakan kepada kalian tentang apa yang aku alami. Tapi aku binggung mau memulai cerita darimana. Baiklah kita mulai dari awal mula cerita ini bisa terjadi. Hari itu, di bulan Oktober tahun 2017. Saat itu aku berstatus mahasiswa semester 3 di salah satu universitas swasta di Jakarta Selatan, dan juga berstatus "jomblo", tapi gak ngenes ya hehe. Waktu itu aku kuliah seperti biasa, tidak ada yang spesial di hari itu, aku masih berstatus jomblo dan aku masih bersama mereka. Oh iya, yang aku maksud mereka itu sahabat-sahabatku, tidak banyak memang hanya 3 yang dekat denganku, Lema, Anave, Nia. Aku dan mereka kuliah seperti biasa, membosankan, monoton. Sampai tiba jam kuliah kita usai, aku dan sahabat-sahabatku nongkrong di "warbaw" atau warung bawah, warung yang lokasinya di fakultas pertanian. Selepas itu kita pulang ke rumah masing-masing. Setibanya di rumah, terlintas di pikiranku "kenapa aku tidak mencoba saja aplikasi pencarian jodoh, siapa tau nemu jodoh beneran kan hehe". Berlanjutlah aku mendownload salah satu aplikasi pencarian jodoh yang cukup terkenal, aku download, kemudian aku membuat akun, yang pasti dengan nama dan foto asli ya. Lalu aku mencobanya dengan mencari yang sekiranya tipeku. Tipeku simpel kok, cukup tinggi, tidak kurus, dan tampan, itu tipe secara fisiknya ya, kalau hal lain pasti kalian para wanita tau lah yang kita mau, apalagi kalau bukan baik, setia, pengertian, perhatian, ya ngga jauh- jauh dari itu.
Satu per satu aku lihat dan aku baca profil mereka, ya kalo cocok aku akan swipe ke kanan kalau engga ya tinggal swipe ke kiri. Tidak banyak yang aku swipe ke kanan, ternyata sebagian yang aku swipe kanan pun ternyata juga menswipe kanan aku, jadilah disitu kita dianggap jodoh oleh aplikasi tersebut. Yang istimewa bukan karna banyak yang menyukaiku balik. Tapi, salah satu dari sekian banyak ada yang benar-benat aku sukai, entah suka atau sekedar kagum, karna aku belum tau hal tentang dia, bahkan bertemu saja belum. Di profil itu tertulis nama Ari, usia 21,yang aku ingat sih hanya itu hehe. Bertambahlah bahagiaku saat itu karna yang bernama Ari tersebut chat aku melalui aplikasi tersebut.
"Hii" ungkapnya. Aku senang, saking senangnya binggung harus jawab bagaimana, karna aku tidak ingin terlihat seolah aku sangat menyukainya, meskipun pada kenyataannya memang begitu. Alhasil aku hanya membalasnya
"Hii juga", sesingkat itu. Berlanjutlah chatku dengan dia, hingga aku tau jika ternyata dia adalah mahasiswa di universita yang sama denganku, hanya saja kita beda fakultas. Dia mengaku jika dia kuliah di universitas yang sama denganku, tapi dia di fakultas pertanian. Dan betapa terkejutnya aku setelah tau jika dia memang benar-benar salah satu mahasiswa universitasku. Dia pun juga bilang jika dia satu angkatan denganku yang berarti dia saat itu ada di semester 3 juga.
"Oh Tuhan, apa ini yang namanya jodoh, meskipun bertemu melalui aplikasi pencari jodoh, tapi nyatanya dia satu universitas denganku, sedekat itu" ucapku yang kegirangan. Ya kalian tau lah, kalau lagi awal kenal pasti akan sering berbalas pesan, begitupun aku saat itu. Aku dan dia seolah lupa waktu jika sudah berbalas pesan.

BELENGGU DARI MASA LALUWhere stories live. Discover now