Life 1 : Spirits Guardian

91 7 2
                                        

Mentari bersinar begitu terang. Hari yang indah untuk memulai sesuatu di sebuah kota bernama Astaria. Bangunan bangunan kota dengan arsitektur kuno zaman kerajaan terlihat menarik untuk dilihat di sana. Rumput rumput berwarna biru juga tumbuh subur di kota itu. Tidak salah kalau kota itu menjadi bagian dari negeri yang subur dengan ditumbuhi rerumputan berwarna biru. Blueland.

Memakai celana hitam panjang, kemeja putih lalu dilapisi jas berwarna biru dengan lambang bintang berwarna merah di dada kanan, seorang laki laki berambut perak dan memiliki mata dengan iris berwarna merah terlihat percaya diri saat bersiap berangkat menuju akademi.

“oke, sudah siap.” Ia tersenyum di depan cermin.

“Riki… sarapan sudah siap.” Seorang perempuan memanggilnya. Mendengar hal itu ia langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan rumahnya.

“terima kasih kak Reina. Wah, sepertinya enak sekali. Selamat makan.” Riki duduk dan langsung melahap nasi goreng yang tersedia di meja.

“iya iya. Hei, di hari pertama memanggil spirits nanti semangat ya.” Ucap Reina yang memakai pakaian santai disertai celemek sambil menaruh segelas air untuk sarapan mereka berdua. Reina mempunyai ciri fisik yang mirip dengan Riki. Bedanya dia perempuan dan memiliki rambut panjang sepinggang berwarna perak.

“tentu. Aku merasa ada hal baik yang akan terjadi hari ini. Ngomong ngomong, apa pekerjaan di orde baik baik saja ?” Riki bertanya sambal melahap makanannya.

“tidak ada masalah. Jangan khawatir, kakakmu ini pasti bisa mengatasinya.” Reina berkata dengan percaya diri.

*

Beberapa menit mereka menghabiskan sarapan mereka, kemudian mereka dikejutkan oleh suara seseorang dari luar.

“oi… Riki. Ayo berangkat.” Ternyata itu adalah teman Riki. Seorang laki laki berambut hitam dan memakai kacamata bersama dengan seorang perempuan berambut hitam sepinggang. Mereka mengenakan seragam yang sama dengan Riki. Bedanya, untuk yang perempuan, ia memakai rok berwarna hitam selutut.

“oh itu Tom dan Tina. Baiklah kak aku berangkat dulu.” Riki berjalan menuju pintu sambil mengenakan sepatunya.

“hati hati.”

“oh kak. Aku baru ingat.” Sebelum hendak membuka pintu. Riki mengatakan sesuatu kepada Reina.

“Kenapa ?”

“setiap pulang dari Akademi atau di waktu luang kakak, apa kakak mau mengajariku tentang pertarungan spirits ? aku baru memikirkannya semalam.” Riki memandang Reina dengan senyumannya.

“tentu. Tapi sepertinya kakak tidak akan bisa mengajarimu terus menerus. Tugasku di orde jadi menumpuk akhir akhir ini.” Meski begitu, ia menerimanya dan menjawabnya dengan santai.

“terima kasih. Oke aku berangkat sekarang.”

Mereka bertiga berangkat bersama menuju akademi. Sebuah Akademi militer dengan bentuk seperti sebuah kastil besar berwarna putih. Tempat yang dulu bukanlah sebuah akademi melainkan sebuah kastil besar berwarna putih milik keluarga kerajaan. Karena suatu alasan, keluarga kerajaan itu menjadikan tempat itu sebagai akademi.

Spirits. Merupakan kekuatan untuk mengendalikan, memanipulasi dan mengeluarkan salah satu unsur alam di dunia, di dunia ini unsur alam itu disebut sebagai Atribut. Atribut api, air, angin, tanah, dan petir merupakan yang disebut sebagai atribut dasarnya. Sedangkan atribut lain seperti kayu, logam, badai, es dan lain lain merupakan cabang dari kelima atribut dasar tersebut. Ya memang terlihat mirip seperti seorang penyihir atau pengendali. Namun bedanya, dalam diri manusia spirits memiliki sebuah wujud berupa seekor binatang, wujud itu disebut dengan spirits guardian.

Spirits of Pegasus (Hiatus)Stories to obsess over. Discover now