We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

0

1.9K 157 16
                                        

Love for Sale

r e m a k e
by peachyukee

.

.



Kriing– kriing– kringg

Suara alarm yang cukup keras dibiarkan berbunyi. Seakan tidak merasa terganggu, pria itu sibuk menatap pantulan dirinya di depan cermin.

Wajahnya terlihat seperti orang yang baru bangun tidur. Rambutnya yang hitam sedikit berantakan. Beberapa kali ia coba tersenyum, menilai wajahnya yang jujur saja memang terlihat tampan dan tegas.

Pada menit keberapa, Donghae akhirnya bosan juga. Ia memutuskan untuk mengabaikan kaca, dan memakai kaos polosnya yang berwarna merah. Rumahnya memang sangat sepi, jadi ia tidak pernah repot-repot untuk mengunci pintu kamar atau kamar mandi. Dia juga jarang memakai celana ketika di rumah, hanya memakai dalaman saja.

Ia berjalan menuju dapur. Lalu memanaskan air dan merebus mi instan, siang ini rasanya ia ingin makan yang berkuah. Lagipula Donghae bukan orang yang pintar memasak. Bila hanya menggoreng dan merebus, ia bisa karena itu memang perlu untuk bertahan hidup.

Semua lemarinya berisi persediaan minuman dan makanan instan. Ada beberapa bumbu dasar, tetapi dilihat dari tempatnya saja itu sudah sedikit berdebu tanda tak pernah dijamah.

"Pagi, ahjumma!"

Ia tersenyum sambil menyapa tetangganya yang lewat. Memiliki balkon memang ada gunanya juga. Biasanya Donghae akan menghabiskan waktu di sana bila bosan, sekedar memandangi gedung-gedung atau langit yang berada di dekatnya.





.

- Love for Sale

.





"Kau sebaiknya latihan dulu. Aku bosan menang terus darimu."

Donghae tetap mendengar ucapan teman-temannya. Tetapi ia tetap berfokus pada ponselnya, mengirim pesan pada grup chat tempat ia bekerja. Anggotanya tentu saja para karyawannya.

"Aku hanya tidak ingin sombong saja kalau aku bisa menang."

"Heissh– alasan lama." Pria berpakaian pantai itu berjalan lebih dulu, meninggalkan temannya yang saat ini mendekat ke arah Donghae.

"Donghae–hyung."

"Hmm?" Bahkan ketika menyahut, Donghae masih tetap menatap layar ponselnya. Seakan enggan mendongak barang sedetik saja.

"Sesekali berhentilah mengurus pekerjaan, kau tidak bisa santai ya?"

Pria pucat yang memang terlihat lebih muda dari Donghae itu berusaha merangkul bahu temannya. Kyuhyun -nama pria itu, tau betul kalau Donghae orang yang gila kerja. Bahkan ketika mereka bermain kartu tadi.

Love for Sale [HaeHyuk] ; CompleteStories to obsess over. Discover now