BAB 1
HAPPY READING
***
Teguh menatap penampilannya di cermin, ia mengenakan kemeja putih dan celana jins. Ia dulu pernah memiliki obesesi menjadi salah satu seorang dokter hebat di Jakarta. Banyak kawula muda saat ini yang memiliki keinginan menjadi seorang dokter seperti dirinya, apalagi generasi milenial saat ini karena prospek yang sangat cerah di masa depan.
Menjadi seorang dokter itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak sekali proses yang harus dilalui. Untuk menjadi dokter seperti dirinya harus menyelesaikan sarjana kedokteran dalam kurun waktu 5-4 tahun lamanya, untuk memiliki kemampuan skill lab, pendalaman materi, histologi, mikrobiologi hingga anatomi. Dan dengan itu maka ilmu kedokteran telah akan mumpuni.
Setelah sarjana, kedokteran harus mengambil program profesi. Program ini banyak yang menyebutnya dokter muda atau koas 1,5 tahun hingga 2 tahun. Di sini akan menghadapi ilmu kedokteran yang sebenarnya. Ia akan melewati pasien secara langsung. Setelah tahapan ini melewati program intership, terus akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Pelaksanaan program intership akan menghabiskan waktu setahun, seperti di Puskesmas, atau Rumah sakit.
Apalagi seperti dirinya menjalani program dokter spesialis menghabiskan waktu 4-6 tahun di Singapore. Lewat program ini ia banyak mengenyam ilmu dan skill program spesialis. Bila dihitung-hitung maka ia menghabiskan waktu 12 tahun, benar-benar menjadi seorang dokter.
Sementara teman-temannya yang lain bukan berprofesi sebagai dokter banyak yang sudah bekerja bahkan sudah menikah. Sedangkan dirinya masih belajar terlebih ia harus mengurus klinik Keluarga Kita yang sudah dibangun oleh orang tuanya, yang beroperasi puluhan tahun lamanya, playanan hingga 24 jam setiap harinya. Ada beberapa dokter spesialis dan dokter umum yang praktek di sini dan apotek yang selalu terbuka untuk umum. Pasien tidak ada habisnya tiap hari terlebih ia juga mengurus caffee yang ia buka beberapa tahun yang lalu selain dibidang medis, karena ia salah satu penggemar kopi.
Jujur sebenarnya ia lelah menjalani hari-hari dengan bekerja setiap hari. Inginnya liburan dalam jangka waktu yang lama. Teguh menyisir rambutnya ke belakang, ia mengoles parfume pada tubuhnya. Ia melirik jam melingkar ditangannya menunjukkan pukul 19.00 menit. Sebenarnya ia tidak terlalu suka pergi ke salah satu acara pertunangan seperti ini. Namun mengingat bahwa Reni adalah sepupu dekatnya sedang bertunangan, ia akan pergi demi menghormati tuan rumah. Orang tuanya juga sedang ada di sana.
Apalagi dirinya tidak membawa pasangan. Maka banyak sekali tante-tante akan menanyakan mana pasangannya? Itu pertanyaan yang sangat melelahkan menurutnya. Namun satu tahun belakangan ini mereka tidak menanyakannya lagi. Ia teringat Anya, mantan kekasihnya itu sudah menikah dengan kekasihnya, dan ia menyaksikan sendiri betapa cantiknya Anya berjalan diatas altar bersama ayahnya.
Ketika ia mencintai seseorang, namun belum sempat meraih cintanya, malah mantan sudah melangkah ke pelaminan bersama kekasihnya. Mungkin sedikit menyakitkan, ada perasaan sedih dan galau. Dari pada sok tegar dan kuat, ia meluapkan apa yang telah ia rasakan. Rasa sesak berhari-hari ia rasakan sedikit lebih berkurang. Ia sudah merelakan Anya dengan pria pilihannya, ia juga tidak memaksakan menghalangi pernikahanan itu, karena hubungan mereka tidak ada-apa selain status mantan. Dan ia mengikhlaskan kepergian dan menerima kenyataan dengan bebesar hati.
Teguh menjalankan mobilnya dan membelah jalan menuju Pondok Indah. Di sana lah rumah sepupunya berada. Mobil kini memasuki komplek twon house, berlokasi kawasan elit di Pondok Indah. Teguh menatap bangunan bertingkat dihadapannya dan pintu pagar terbuka dan mobil-mobil penuh terparkir ditepi jalan. Lingkungan yang damai dan privat.
Teguh memarkir mobil dipinggir jalan, karena mobil di dalam penuh. Teguh menarik nafas ia kembali menatap penampilannya di kaca dasbor. Setelah itu ia keluar, ia melihat acara sudah berlangsung. Teguh masuk ke dalam rumah melewati pintu samping. Teguh memandang keluarga besarnya berada di dalam, dan mereka menyadari kehadirannya. Teguh memilih duduk di kursi paling belakang.
YOU ARE READING
My Sexy Doctor (Tamat)
RomanceTeguh dan Aksa, dua dokter berusia 36 tahun yang sukses namun kesepian, memutuskan mengambil jeda dari rutinitas operasi dan tekanan pekerjaan dengan menghabiskan malam di sebuah bar. Tak disangka, malam itu mempertemukan Teguh dengan Lily, seorang...
