"Anjir, Gue ga tau lagi yang mana muka adik asuh gue. Mana banyak banget 20 orang." Ghifar kebingungan menatap kertas bertuliskan 20 nama yang ia pegang. Ia berada di halaman fakultas yang kemarin luas tapi hari ini sesak karena dipenuhi empat ratus dua puluh mahasiwa baru serta puluhan anggota BEM dan beberapa ketua UKM yang akan mengospek para mahasiswa baru. Ghifar adalah salah satu dari ketua UKM yang diberi tugas ini. Dengan senang hati Ghifar menerimanya, ya hitung-hitung cuci mata. Siapa juga yang tidak mau. Guys, ospek adalah ajang para senior laki-laki mencari pacar baru. Paling tidak, deket aja dulu. Gile aje Ghifar yang sudah lama jomblo melewatkannya. Itu bodoh namanya.
Siapa tau dengan sekali kedip, beberapa maba perempuan kepincut. Tampang Ghifar yang ganteng sebenarnya membuatnya dikejar banyak perempuan. Hanya saja, Ghifar malas meladeni perempuan centil. Kalau ia meladeni, sejak lama mungkin Ghifar sudah punya pacar.
Ghifar mengecek ponselnya. Membuka grup yang semalam mengundang dirinya. Secepat itu para adik asuhnya mendapatkan kontak WhatsApp Ghifar. Entahlah, itu memang bisa terjadi sekarang. Semua sangat mudah bukan? Ghifar melihat semua anggota, tetapi hanya beberapa yang dapat dilihat foto profilnya dan kebanyakan di antaranya adalah foto yang tidak menampakan wajah penuh, kebanyakan candid atau foto pemandangan.
Ghifar ingin mengirim pesan untuk menyuruh mereka berkumpul, tetapi tidak ada satupun maba yang memegang ponsel karena tidak diperbolehkan. Alhasil, setelah memutar otak yang menurut Ghifar pintar, klaim dari dirinya sendiri yang berhasil mempertahankan IPK 3.94 selama ini. Widiiihh encer banget nih otak doi.
"Perhatian semuanya! Buat yang dapat kakak asuhnya Ghifar Abyanka Rakriansyah, merapat ke bawah pohon ecaliptus sekarang juga!" Suara maskulin milik Ghifar menyebar, beberapa juga berteriak seperti Ghifar agar adik asuh mereka dapat segera mengenali.
Semua maba yang baru dibubarkan dari barisan yang dibuat oleh korlap osjur berpencar, beberapa maba laki-laki datang menghampiri Ghifar dengan sopan.
"Kak Ghifar ya?" tanya seorang maba agak culun.
"Bukan, Gue Abyanka."
"Oh maaf ya Kak, salah orang." Ghifar mengangguk santai.
Maba itu berbalik badan dan kebingungan. Celingak celinguk melihat ke arah para senior yang menggunakan almamater kebanggaan. Ghifar mati-matian menahan tawanya.
"Kak Ghifar Abyanka Rakriansyah, ya?" tanya seorang maba perempuan dengan lembut. Ghifar memberikan senyum manisnya.
"Iya." jawab Ghifar seadanya.
Maba culun tadi berbalik kembali, menatap Ghifar aneh.
"Kak Ghifar Abyanka Rakriansyah?" Tanya maba culun itu lagi.
"Iya, nggak baca nama gue lo ya di grup?"
"Maaf kak, aku ga fokus tadi." alasannya. Ghifar menggangguk.
Setelah itu, beberapa maba lain pun merapat untuk memastikan Ghifar adalah kakak asuh mereka untuk dua hari masa osjur alias ospek jurusan atau sering dibilang juga ospek fakultas.
"Oke, udah semua nih?" tanya Ghifar pada sekumpulan manusia berpakaian hitam putih rapi di depannya. Udah kaya peserta ujian CPNS aja nih para maba. Tapi emang aturannya gitu sih.
"Udah Kak." Sahut mereka semua. Patuh banget elah lo pada, jadi bikin Ghifar pengen ngisengin aja.
"Oke, duduk. Lesehan aja di paving block." suruh Ghifar lagi. Semua mengikut perintah.
"Satu, dua, tiga, empat ...." Hitung Ghifar cepat sambil ikut lesehan.
"Kok 19 orang, mana teman kalian satu lagi?"
BINABASA MO ANG
Junior Campus
Teen Fiction"Seumur hidup gue nggak pernah ketemu junior yang seberani ini sama senior. Dia yang maba, gue yang dibentak. Cewek dingin ini bener-bener udah bikin gue naik darah sekaligus naksir dia di waktu yang bersamaan."
