Aku Yang Berdosa 1

21 5 0
                                        

Setiap kehidupan memiliki ceritanya sendiri, alur yang ditentukan oleh Sang Maha Pencipta tidak dapat kita prediksi.

Takdir baik dan takdir buruk. Kita harus percaya bahwa di dunia ini, ditempat kita berpijak ini semuanya sudah diatur, pertemuan dan perpisahan,adanya takdir baik dan juga takdir buruk, kita tidak dapat menyangkalnya.

Itu yang coba ku pahami,aku hidup bukanlah dikeluarga kelas atas melainkan aku hidup di keluarga kelas menengah.

Ayahku adalah seorang kuli bangunan, beliau jarang sekali berada dirumah, beliau juga sering pergi pagi pulang malam. Satu hal yang selalu kusyukuri adalah setiap kali aku menginginkan uang pasti uang itu selalu ada didepan mataku,
ibarat jikalau aku menjentikkan jari maka apapun yang aku inginkan pasti akan aku dapat.

Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga, beliau jarang sekali keluar rumah itu dikarenakan beliau tidak berani untuk bawa motor di jalan raya,beliau bisa bawa motor tapi hanya untuk di sekitar perumahan saja kalau jalan raya ibuku tidak memiliki keberanian tuk itu.

Perkenalkan nama ku Raya Meiva Adhiva. Aku bukanlah seorang perempuan baik-baik, mengapa? Karena aku sudah masuk dalam jurang kegelapan.

Bergaul dengan anak-anak yang tidak bisa dikatakan baik,mengikuti mereka yang hobinya clubbing, minum-minum,pesta,menghabiskan uang hanya tuk belanja barang-barang brandid.

Aku tak tahu kenapa aku bisa seperti itu,yang jelas satu hal yang aku ingat adalah aku yang tak ingin dikatakan CUPU! . Ya itulah yang aku alami!

Disaat teman-teman ku telah mengenal yang namanya clubbing aku belum,disaat teman-teman ku mencoba yang namanya narkoba aku belum, disaat mereka mengenal pergaulan bebas yang mendorong ke dosa maka aku belum.

Pernah waktu itu aku ditanya perihal ini, tapi aku hanya menjawab,'Aku tidak tahu dan tidak pernah mencobanya.'
Dan berakhir dengan teriakan,'Aahh CUPU lo! Masa yang kek gitu aja lo tak tahu, hidup dizaman apa lo!uuuuu.'

Aku tak habis pikir dengan cara berpikir mereka,mengapa mereka mengatakan hal itu seolah-olah itu adalah hal yang patut dibanggakan.

Hingga pada akhirnya,aku tidak tahan dengan ucapan mereka yang terus membully ku karena tak mencoba hal itu!.

Aku memberanikan diri mencoba hal itu! Diam-diam tidak izin ke orang tua karena akan pulang terlambat,padahal aku pergi ke Club.

Diam-diam mencoba narkoba, minuman alkohol, walaupun saat pertama kali aku mencobanya itu terasa aneh. Tapi lama-kelamaan hal itu membuat ku ketagihan, hal itu telah menjadi candu bagiku. Terus mencobanya apalagi disaat aku stres,depresi,patah hati, diputusin pacar,dll.

Katakanlah kalau aku memang bodoh! Iya,aku bodoh. Bodoh karena telah mencoba hal itu, bodoh karena aku mengikuti kata-kata temanku,bodoh karena tidak mementingkan masa depanku,bodoh karena tidak memikirkan kesehatanku,bodoh karena telah membuat orang tuaku khawatir dengan sikap-sikapku.

Tapi,AKU TAK PEDULI! Iya aku tak peduli,aku sudah nyaman berada diposisi ini, dimana aku dapat dengan sendirinya mengatur hidupku, aku merasa bebas. Hahahahah.

...

Esti Selvi

...



Tbc.

Aku Yang Berdosa Stories to obsess over. Discover now