lembaran Pertama

272 33 18
                                        

Suasana baru, tempat baru,
Rumah baru, sekolah baru
Semuanya baru...

🐰

Hamparan bintang dan bulan yang telihat, semakin membuat langit malam terlihat indah untuk di pandang mata telanjang tanpa merasakan bosan yang berkepanjangan. Begitu indahnya ciptaan tuhan.

Begitu pun dengan seonggok manusia tampan ciptaan tuhan yang kini sedang berdiri di balkom kamarnya, menatap langit malam tanpa berkedip, menatap bintang yang berteman dengan bulan, tidak sepertinya yang kesepian.

Barald vian pratama, bisa di panggil Bara, putra tunggal dari pasangan yang begitu terkenal di jagat raya,  ayahnya Gerald rahardian pratama seorang pengusaha sukses, dan ibu nya Febri amanda seorang artis papan atas yang selalu sibuk di dunia hiburan.

Bara seorang anak tunggal di keluarganya, tidak memiliki kakak tidak meliki adik, semua yang dia ingin kan akan di kabul kan, orang-orang selalu berfikir, bahwa hidupnya begitu sempurna, namun sayang, orang-orang hanya melihat nya dari luar, tanpa mengetahui isi hati nya.

Bara itu orang nya keras, emosian, suka bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu, namun ada satu poin pisitif yang bisa di ambil dari nya yaitu kebaikan hatinya.

Aktivitas bara memandang langit terhenti saat mendengar suara seorang memanggilnya dari dalam kamar. Bara pun melangkah meninggakan balkom dan memasuki kamar nya, tanpa menutup pintu balkom kamar terlebih dahulu.

Bara memandang datar kedua orang tua nya yang kini duduk di kasur empuk nya, dia pun mendekati ke dua orang tuanya tanpa bersuara.

"Bagaiamana, apa kamu sudah siap menjalani hari baru mu di tempat baru? " basa basi Gerald membuat Bara muak.

"Langsung saja ke poin nya, Apa yang ingin kalian bicara kan" tanya Bara sarkas.

Febi menatap anak nya tajam "Bara! yang sopan sama papa mu."Bara menatap mama nya dengan tatapan datar nya, tanpa merespon ucapan mamanya.

" papa sudah mengurus semua kepindahan mu ke sekolah baru, dan  besok kamu sudah bisa masuk sekolah."

"Kalau udah selesai bicara nya kalian bisa keluar, aku ingin tidur."

"Lain kali pintu balkom nya jangan di buka begini, mama tidak mau liat kmu sakit karna terkena angin malam." ujar Febi yang baru saja menutup pintu balkom kamar Bara.

"Apa peduli kalian" teriak batinnya

Gerald mengelus lembut surai bara yang terlihat berantakan. "Istirahat lah, papa sama mama keluar dulu".

" cih! memuakkan, tiap tahun pindah rumah, kenapa nggak sekalian aja pindah planet.." monolog nya pada diri nya sendiri

Bara membanting diri nya ke kasur dan membalut diri nya dengan selimut tebal, dan kemudian memilih tidur dengan nyaman.

.

Gelap telah berganti dengan terang, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Bara dengan terburu-buru keluar dari kamarnya dan menuju ke neja makan untuk menyantap sarapan pagi yang telah di sediakan bibi hana pembantu di rumahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 28, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HARAPAN BARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang