"Pak pak stop, jangan ditutup dulu," Teriak Tiara dari jauh.
Pak Ahmad alias satpam di Sekolah tersebut bimbang,karena beliau tahu Tiara sebelumnya tidak pernah terlambat sama sekali.
Hampir saja Pak Ahmad membukakan kembali gerbang yang sudah sempat tertutup, namun niatnya itu segera diurungkan karena ucapan seseorang di belakangnya.
"Jangan dibuka pak, dia sudah terlambat 4 menit. "
Pak Ahmad pun hanya mengangguk dan mengucapkan maaf kepada Tiara.
Tiara menggeram kesal,tanpa babibu lagi dia berteriak marah.
"Heh kamu, kamu siapa sih? Bukain gerbangnya ngga! "
"Ngga. " jawab siswa didepannya dengan sinis.
Tiara coba meredam sejenak emosi nya.
"oke tenang Tiara tenang, " gumam Tiara.
"Please bukain, saya mohon sekali ini aja. Lagian saya ngga pernah terlambat kok. "
"Ngga, sekali terlambat tetap terlambat. "
Tiara mulai panik dan merengek pelan, dadanya bergemuruh, sesak rasa nya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi sahabat nya didalam.
Sedangkan siswa tadi hanya menaikkan alis nya, mencoba menantang Tiara.
"Please, siapapun kamu tolong bukain gerbang nya. Setelah ini kamu mau bawa saya ke penegak kedisiplinan ngga papa. Sahabat saya didalam asma nya tengah kambuh ini saya balik lagi ke rumah dia buat ambil obat nya."
Siswa tersebut tersentak, lalu perlahan mulai membuka gerbang tersebut.
Tiara langsung berlari kencang ke arah UKS untuk memberikan obat tersebut kepada sahabat nya.
Tanpa sadar dibelakang Tiara ada seseorang yang menatap punggung itu dengan nanar, ia merasa bersalah.
***
Di ruang UKS suasana nya semakin mencekam. Tiara langsung memberikan obat asma tersebut kepada sahabatnya,Lala.
Lala mulai menghirup pelan-pelan obat tersebut. Dan perlahan-lahan nafas nya kembali normal.
Kedua nya bernafas lega.
"Maaf maaf Ibu terlambat, bagaimana kondisi kamu Lala?," tanya Bu Tias dokter di ruang kesehatan sekolaah ini.
"sudah tidak apa-apa bu,tadi Tiara membawakan obat untuk saya."jawab Lala
"Alhamdulillah kalo gitu, makasih yah Tiara. "
"Iya bu sama-sama. "
"Kalau begitu kami pamit dulu yah bu, permisi. "
"Iya hati-hati."
***
Tiara dan Lala pun menelusuri koridor yang sepi karena kegiatan belajar mengajar sudah dimulai 20 menit yang lalu.
"La kamu masuk ke dalam dulu, saya harus ke lapangan buat melaksanakan hukuman. " ucap Tiara dengan raut tenang yang berbeda dengan Lala yang menatap dia dengan rasa bersalah.
Mengerti arti tatapan Lala, Tiara pun mencoba menenangkan gadis itu.
"Ngga, ini bukan salah kamu. Saya titip tas yah. Dadah. "
Sebelum Lala sempat menjawab Tiara sudah memberikan tas nya kepada Lala dan berlari sekencang mungkin,karena kalau tidak Tiara tahu pasti Lala minta ikut dengannya untuk melaksanakan hukuman tersebut dan Tiara tidak mau.
***
Hai kembali lagi nih dengan aku hehe
Ada yang rindu aku ngga?
Ngga ada yah huhuhu
Jadi ini cerita baru ku.
Doa kan yah semoga penulisan nya lancar.
Ngga bisa janji sih bakal update cepet karena ya aku udah di masa terakhir di bangku SMA nih dan yang pasti nanti nya akan sibuk hehe
But buat kalian pembaca setia akun wattpad ku akan aku usahakan :)
Love :)
YOU ARE READING
INVISIBLE
Teen Fiction"I'm in love with someone who doesn't know I exist." penggalan lirik lagu invisible-Anna Clendening Kisah Cinta Masa SMA yang konon kata nya adalah kisah yang tak mudah dilupakan karena ke indahannya. So akan kah berlaku pada mereka? Baca terus ya
