Pagi ini hujan turun cukup deras mengguyur setiap penjuru tempat ,menyalurkan rasa dingin yang membuat bulu kuduk merinding merasakan dinginnya.Angin sepoi sepoi menyapu rambut seorang cewek yang berdiri di halte bus tengah menunggu berhentinya hujan atau mungkin menunggu turunnya hujan tak sederas ini sambil sesekali bersin."Huachin...kapan sih hujannya cepet reda?? keburu telat nih..sekarang udah jam 7 tepat" sambil melihat jam yang melingkar di tangannya itu,sesekali dia terlihat cemas.Selang beberapa waktu mobil jazz berwarna silver memarkirkan mobilnya tak jauh dari halte bus tempat cewek itu berdiri kedinginan,seorang cowok tinggi menjulang berbadan tegap dan kekar itu menghampiri keberadaan cewek yang tengah berdiri sendiri di halte itu."Bareng gue yuk!!" ajak seorang cowok itu sambil menepuk pundak Lea pelan,"Astaga,,gue kira siapa eh taunya lo Sam" Lea kaget saat tepukan itu mendarat di pundaknya.Lea memang tak tahu bahwa mobil jazz itu terparkir berada tak jauh dari tempat ia berdiri.Mungkin saking dinginnya Lea tak memperhatikan suasana disekitarnya,jadi ia tak tahu kalau mobil jazz milik Sam sahabat karibnya terlah terparkir disana."Hehe...ya udah,berangkat yuk!! keburu telat ntar dapet hukuman" jawab Sam sambil cengengesan."Keburu telat keburu telat...ya ini emang kita udah telat kale" ucap Lea menanggapi jawaban Sam dengan nada agak ketus dan tanpa diperintah untuk masuk mobil Lea sudah masuk terlebih dahulu mendahului Sam yang mengikutinya dari belakang,kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah sekolah.Karena sekolahnya dan sekolah Lea memang berada pada satu sekolah yang sama.
Tepat pukul setengah delapan,Sam dan Lea sampai di sekolah,dan tentunya gerbang sekolah sudah tertutup rapat.Sam memarkirkan mobilnya di warung soto mang johan yang berada diseberang sekolah mereka.Sam turun dari mobil yang juga diikuti oleh Lea."Mang..Mang johan!!" panggil Sam pada seorang penjual soto itu."Eh iya apaan?? bikin kaget saja" terang mang johan pada Sam,"hehehe...maaf mang" jawab Sam sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Iya saya maafin,lain kali salam dulu kek..hmm ada perlu apa kamu dateng sepagi ini? maaf sotonya belum jadi,baru juga buka" jelas mang johan tanpa melihat kearah Sam dan Lea."Saya nggak mau beli soto mang,saya cuma mau nitip markir mobil doang..soalnya gerbang dah tutup..nggak mungkin juga kan saya loncat gerbang masuk ke dalem sekolah terus mobilnya ikut saya masukin..ya kali tuh mobil saya angkat juga loncat dari gerbang sono" ungkap Sam memperjelas maksud kedatangannya ke warung mang johan," Yasudah..yasudah..iya saya jagain..tapi bayar per menitnya dua puluh ribu ya!!" jawab mang johan sambil ketawa ketiwi yang dibalas anggukan oleh Sam dengan tertawa kencang.
Sam dan Lea sudah sampai di depan gerbang yang tertutup rapat.Lea melirik Sam dengan mata sipitnya berpikir apa yang akan dilakukan sobat karibnya itu.Sam pun diam dan berpikir sejenak layaknya seorang mencari ide."Nah,gue tau!!" teriak Sam kemudian,mata Lea langsung berbinar " Lo udah dapet ide buat kita masuk kesana?" tanya Lea kemudian."Hehe..enggak!!" jawab Sam enteng sambil tertawa terbahak bahak namun tak terlalu terdengar karena mulutnya ditutupi oleh tangannya sendiri."Apaan coba,gue pikir lo tu diem dari tadi nyari ide buat kita masuk ke sekolah tanpa sepengetahuan kakak pembina MOS..eh taunya belum dapet ide" Lea mendengus dan melirik Sam tajam.Dia kesal karena sama sekali tak mendapat ide apapun untuk masuk ke dalam sekolah "Emang lu dah dapet ide?"tanya Sam kemudian pada Lea yang sedari tadi menampilkan raut wajah murung."Belum" jawab Lea singkat,padat,jelas."Ye elah...dari tadi lu marah mulu ma gue kirain lu dah dapet idek kek,ternyata sama aja" Sam menjawab tak kalah sinis dari jawaban Lea tadi.
setelah melewati beberapa rintangan untuk masuk ke dalam lingkup sekolah😁akhirnya Sam dan Lea dapat memasuki area MOS di lapangan utama SMA GARUDA di jakarta itu,tapi saat Sam dan Lea akan bergabung pada kelompok teman-teman nya, mereka mendapat teguran keras dari salah satu kakak pembimbing MOS itu."Hey!!! siapa yang menyuruh kalian berdua masuk ke dalam area utama dan bergabung pada teman lainnnya?"Bentak seorang kakak pendamping MOS yang tengah berdiri tegap di dekat mimbar upacara.
Lea langsung menolehkan pandangannya kearah suara itu,begitu juga dengan Sam."Saya tidak menyuruh kalian memperhatikan saya,menghadap ke saya..cepat!!"Bentakan kedua kali dari kakak pembimbing MOS itu tadi,karna bentakan itu yaa cukup keras juga membuat anggota MOS maupun para pendamping MOS ikut menolehkan kearah suara itu.
Akhirnya Sam dan juga Lea terpaksa berjalan malas kearah suara itu,setelah sampai disana kakak pembimbing MOS yang memarahi mereka berdua mulai menginterogasi," Kalian tau apa kesalahan kalian?" tanya kakak pembimbing MOS itu kepada Sam dan Lea." Iya kami tau apa kesalahan kami" jawab Sam menghadap kearah kakak pembimbing MOS itu."Saya minta pertanggung jawaban dari kalian berdua,disini saya memang bukan ketua osis maupun wakil ketos,saya cuma bagian dan tergolong dari anggota osis tapi saya juga berhak menghukum kalian atas ketidak disiplinan kalian" jelas Davin pembimbing MOS tadi yg membentak Sam dan juga Lea." Baru juga jadi anggota belagunya nggak ketulungan" gumam Lea dengan cemberut.
YOU ARE READING
LEAVIN'
Teen Fiction" Lea.." " yaa??" toleh Lea kearah Davin " Saya...saya..." suara Davin tercekat,pikirannya kacau,haruskah dia meninggalkan gadisnya itu? " Kamu kalo ngomong nggantung mulu sih " Davin merebahkan tubuhnya di atas rerumputan sambil menatap awan malam...
