pertemuan yang menyeramkan

4.1K 109 2
                                        

*JUNGHA POV*
Namaku Byun Jung Ha, bersekolah di senior High School di Seoul. Aku tinggal sendiri karena kedua orang tuaku tinggal di luar negeri karena perusahaan. Malam ini aku ingin memasak tapi isi kulkasku tidak mendukung. Isinya kosong jadi aku harus melewati gang yang gelap untuk sampai ke supermarket.

Saat perjalanan di gang yang sepi dan gelap itu aku mendengar ada orang yang ingin berteriak tapi seperti tertahan. Karena penasaran aku mendekati asal suara dengan perlahan. Aku bersembunyi di balik kardus bekas dan melihat seorang berpakaian serba hitam dan memegang sebuah pisau dapur dan seorang perempuan seperti perempuan malam mungkin.

Aku dapat membaca gerak bibir orang putih pucat itu. Ia mengatakan 'makanya jangan terlalu cerewet, kau tau aku sangat risih denganmu' kata seorang putih pucat itu lalu dengan perlahan ia mendekatkan pisau yang ia pegang ke leher wanita itu. Ia mennggores dengan perlahan membuat sang wanita tersebut meringkis kesakitan. Aku yang menyaksikannya ketakutan karena tidak ingin menjadi korban. Setelah menggores leher 'korban' ia langsung mengarahkan runcing pisau itu ke dada  kiri tepatnya di bagian jantungnya.

Ia menekan dan memutar pisaunya supaya 'korban' kesakitan hingga dada bagian kiri 'korban' mengeluarkan cairan merah yang membuatku tambah lemas dan tidak bisa menggerakkan kakiku untuk lari. Si 'pembunuh' tertawa senang melihat 'korban' kesakitan dan berdarah. Karena tidak sabar ia langsung menancapkan pisau itu di dada 'korban' dengan pelan-pelan supaya menyenangkan menurutnya.

Aku yang melihatnya langsung menutup mulutku supaya tidak mengeluarkan teriakan. Si 'Pembunuh' dengan perasaan senang menusuk nusuk dada bagian kiri 'korban' berkali-kali sampai 'korban' meninggal. Si 'Pembunuh' itu mengeluarkan piaau yang besar dari pisau sebelumnya, lalu ia langsung memotong-motong bagian tubuh 'korban' dan memasukkannya ke dalam karung.

Aku yang melihat tubuh manusia dipotong seperti potong daging langsung jatuh terduduk hingga kardus yang kutempati berlindung jatuh. Si 'pembunuh' langsung melihat ke arah tempatku berada dan langsung mengambil pisau yang ia gunakan menusuk tubuh 'korban'. Si 'pembunuh' perlahan mendekatiku yang sedang menangis ketakutan ia langsung membuka topi dan masker yang ia gunakan dan langsung berbicara.

"Sedang apa kau disini hm?"-ucapnya berjongkok dihadapanku
"A-a... a-aku ha-hanya lewat saja"-ucapku terbata-bata
"Hanya lewat hm?"-ucapnya sambil memainkan pisaunya
"I-iya, ha-hanya lewat"-ucapku ketakutan
"Sepertinya–aku harus memberimu hukuman yang menyenangkan"-ucapnya sambil Smirk
"Ja-jangan!!! Kumohon!!!"-ucapku yang berusaha menjauhinya

Aku mengumpulkan tenaga untuk berdiri dan siap-siap untuk berlari. Aku berlari kencang tanpa alas kaki, aku tidak peduli intinya sekarang aku selamat. Tapi, sialnya jalan yang aku jalani buntu dan aku melihat psikopat menyeramkan itu ada dibelakangku. Aku berusaha mencari barang yang bisa melindungiku. Ia mendekat dengan pisau ditangannya yang siap menyobekku.

"Huft,menyusahkan sekali kau ini aku jadi tidak sabar pisauku ini bermain di tubuhmu"-ucapnya sambil ngos-ngosan
"Tolonglah,lepaskan saja aku!! Aku tidak akan mengumbar kejahatanmu itu"-ucapku ketakutan.

*AUTHOR POV*
Yoongi terus mendekati JungHa yang sedang ketakutan dan panik. Yoongi sampai didepan JungHa dan langsung memegang kedua pipi JungHa dengan keras dan mendekatkan wajahnya ke JungHa hingga jaraknya sangat dekat.

"Apa yang harus kulakukan kepadamu?"-ucap Yoongi
"Lepaskanlah aku tolonglah!!!"-ucap JungHa merengek dan menangis ketakutan
"Pertama apa ya? Hmm, ukiran?"-ucapnya sambil melihat leher JungHa
"Ti-tidak! Jangan! Aku bakal ngelakuin apapun yang kau mau"-ucap JungHa agak berat

Yoongi melepas genggaman tangannya di pipi JungHa. Ia tertarik membuat JungHa menjadi bonekanya. JungHa juga menyerahkan diri kepadanya.

"Kau aku lepaskan, tapi kau harus selalu bersamaku bahkan tinggal bersamaku. Membantuku ketika aku membutuhkanmu"-ucap Yoongi
"Ba-baiklah, tapi haruskah aku tinggal bersamamu?"-ucap JungHa takut-takut
"HA.RUS!"-ucao Yoongi penuh penekanan
"Ba-baiklah"-ucap JungHa
"Kau jangan membantah kepadaku kalau kau membantah aku tidak segan-segan melukaimu. Pasti menyenangkan bukan"-ucap Yoongi dengan wajah yang tersenyum menakutkan.
"Tapi barang-barangku bagaimana?"-ucap JungHa beralasan
"Aku akan mengantarmu mengambilnya"-ucap Yoongi datar.

*di perjalanan*
Selama perjalanan tidak ada yang memulai percakapan. JungHa yang masih ketakutan hanya melihat keluar jendela melihat pemandangan, sedangkan Yoongi masih bingung dengan pikirannya. Sebenarnya,Yoongi adalah pembunuh bayaran dan membunuh adalah hobinya. Ia tidak pernah bersentuhan dengan perempuan dan tidak ingin menyentuh perempuan. Yoongi juga tidak pernah mengasihani targetnya tapi kelainan terjadi pada pikirannya. Pertama, ia membiarkan JungHa tinggal dengannya. Kedua, ia melepaskan JungHa menjadi targetnya.

"Hmm,namamu?"-tanya JungHa membuka pembicaraan
"Min Yoongi"-ucapnya datar
"Oh,namaku Byun JungHa"-ucapnya perkenalan
"Gak nanya"-balas Yoongi datar
"Ish,siapa tau kau ingin mengetahuinya,jadi aku beri tahu"-ucap JungHa sinis
"Kau ngelawan?"-ucap Yoongi dingin
"Hah? Te-tentu tidak, aku hanya memberitahumu saja hehehe"-jawab JungHa sedikit kaku
"Dimana rumahmu?"-tanya Yoongi
"Ah, didepan belok kanan"-ucap JungHa memberi jalan
"Rumahku yang itu"-ucap JungHa menunjuk rumah yang berwarna abu-abu dengan tampilan sederhana.
"Cepatlah turun,ini sudah jam berapa kau tau!"-ucap Yoongi tidak ingin berlama-lama

Mereka berdua masuk kedalam rumah JungHa. Yoongi ikut masuk karena ia ingin mengawasi JungHa supaya tidak kabur melewati jalan yang tidak ia tahu.

"LAMA!"-teriak Yoongi
"SE-SEBENTAR!"-Ucap JungHa sedikit terbata
"NGAPAIN SIH?! LO GAK BAWA BARANG TAJAM KAN?!"-teriak Yoongi
"GAK KOK!"-jawab JungHa
"YAUDAH CEPETAN!"-teriak Yoongi

JungHa turun dengan tergesa-gesa dan menghampiri Yoongi yang memasang wajah datarnya dan menatap JungHa tajam. JungHa yang menyadari ia ditatap tajam oleh Yoongi mulai takut. Karena wajah Yoongi yang sangat menyeramkan dan seperti ingin membunuhnya sekerang juga.

"Ngapain lama-lama?!"-tanya Yoongi dengan suara dinginnya
"Hah? A-anu... itu..."-ucap JungHa terbata-bata
"NGAPAIN!!"-tanya Yoongi marah
"Ba-bajuku susah masuk kedalam koperku ja-jadi lama harus lipat kecil-kecil biar muat"-jawab JungHa menunduk karena takut Yoongi membunuhnya sekarang juga.
"Jangan bawa semualah!"-ucap Yoongi dingin
"Tapi nanti bajuku gak cukup gimana?"-tanya JungHa
"Nanti aku beliin kalau bisa!"-jawab Yoongi sinis
"Ya maaf, mana aku tau soal itu!"-jawab JungHa kesal
"Sudahlah,males marah-marah yang ada nanti kau mati lagi!"ucap Yoongi

*dirumah Yoongi*
Saat JungHa turun dari mobil, ia sangat terpanah melihat rumah Yoongi yang sangat mewah dan cantik. Ia tidak menyangka kalau dia jadi psycho sedangkan uangnya banyak. Dalam pikiran JungHa 'ngapain jadi psycho kalau duitnya banyak? Percuma tau!?' Bantin JungHa dalam hati.

"Ngapain? Masuk!"-ucap Yoongi membuyarkan lamuan JungHa
"Iya sih, jangan ngegas bisa gak?"-jawab JungHa sinis
"Ngelawan? Yaudah yuk, biar aku bikinin tato"-ucap Yoongi tersenyum tapi membuat JungHa menelan ludahnya susah payah
"Hehehe,gak ngelawan kok. Cuma tadi pengen coba suara sinisku saja"-ucap JungHa beralasan.

Saat masuk kedalam rumah JungHa hanya melihat dan mengagumi rumah yang ia akan tempati bersama seorang Psycho kaya ini. Sebenarnya ia sangat tidak nyaman tinggal dengan seorang Psycho seperti Yoongi tapi apa boleh buat kalau ia tidak menurut ia pasti sekarang sudah ad di surga.

"Kamarmu berada disamping kamarku, jadi gampang kalau aku membutuhkanmu. Jadi kau harus menggunakan telingamu baik-baik jika tidak aku akan memotongnya dan menjadikannya sebagai koleksi mengerti!!"-jelas Yoongi
"Ba-baik!"-ucap JungHa takut
"Baiklah,istirahat sana!"-ucap Yoongi dan langsung masuk kekamarnya.

'Semoga saja aku betah tinggal dengannya, tinggal dengan psycho sangay membuat tidak nyaman dan membuatku terus waspada supaya ia tidak membunuhku saat tidur' bantin JungHa dan langsung masuk kedalam kamarnya.

#TBC#

Playing With KnifeWhere stories live. Discover now