Part 1

1.1K 57 5
                                        

Happy Reading :)

***

Kim Hyeri seorang pengangguran lulusan S2 Magister Management. Wanita pekerja keras dan tak kenal putus asa itu sekarang sedang mematutkan dirinya di depan kaca besar dikamar apartemennya.

"Mungkin begini sudah cukup." ucapnya monolog.

Hyeri akan segera mencari pekerjaan untuk dirinya yang setelah 2 bulan sejak kelulusannya. Dia sangat percaya diri akan penampilannya, tentu saja percaya diri dengan otaknya.

Kim Hyeri adalah lulusan terbaik tahun ini di SHINE University. Bahkan ia sempat menjadi salah satu topik pembahasan dalam majalah terkenal di Korea Selatan.

Seorang yang sederhana itu mampu membuat kedua orang tuanya bangga atas apa yang diraih putri satu-satunya nya itu.

Setelah beberapa waktu, Hyeri memutuskan untuk berjalan menuju sebuah Perusahaan besar yang senama dengan Universitynya, SHINE Cooperation.

Dengan membawa tas jinjing berwarna putih tulang dan berkas yang dibutuhkan saat melamar kerja, Hyeri memantapkan hati untuk melangkah memasuki Gedung yang menjulang ke langit itu.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" ucap seorang resepsionis ramah.

"Saya ingin melamar kerja disini. Apakah ada lowongan pekerjaan?" ucap Hyeri dengan tersenyum hangat.

"Jika Nona ingin melamar pekerjaan, Nona harus menemui HRD untuk memberikan cv dan berkas" balas seorang resepsionis tersebut.

"Mari saya antar" sambungnya.

Hyeri lalu mengikuti kemana resepsionis itu berjalan. Memasuki sebuah lift dan memencet tombol angka 11.

Ting!

Bunyi lift yang menandakan jika Hyeri sudah sampai di lantai yang dituju. Hyeri yang nampak gugup itu akhirnya sampai di depan pintu yang pastinya adalah ruangan HRD, "Ini ruangannya Nona" ucap Resepsionis yang mengantarkan Hyeri ke ruangan HRD. "Terimakasih" ucap Hyeri di iringi dengan senyumannya. Lalu seorang resepsionis itu membungkukkan badannya dan kembali ketempatnya semula.

Tok! tok!

Hyeri mengetuk pintu yang bertuliskan Human Resources Departement itu. "Masuk" jawab seorang pria yang pastinya adalah seorang HRD di SC atau SHINE Cooperation.

"Permisi Pak, saya ingin melamar pekerjaan" ucap gugup Hyeri.

"Serahkan CV dan berkas yang kau bawa. Lalu kembalilah lagi jika kau dipanggil untuk wawancara." ucap HRD dingin yang mengambil berkas yang ada ditangan Hyeri tanpa menatap mata Hyeri. Sekilas Hyeri menatap papan nama yang berada di atas meja HRD tersebut, 'Na Jaemin'

"Baik, Pak. Saya permisi" ucap sopan Hyeri. "Silahkan" balas Jaemin singkat.

Hyeri bernafas lega saat keluar dari ruangan HRD tersebut. Lalu ia memikirkan sesuatu, seorang HRD saja sangat tampan dan menggoda bagaimana dengan direktur perusahaan ini atau CEO sekaligus. Jika perusahaan ini dipenuhi dengan Pria tampan dan mapan, setiap hari Hyeri harus menahan agar hidungnya tidak mengeluarkan darah terus menerus.

Hyeri melangkahkan kakinya menuju lift dan menekan tombol angka nomer 1. Setelah sampai, Hyeri langsung berjalan keluar perusahaan dan pulang ke apartemennya yang kecil dan sederhana.

Jika bertanya mengapa Hyeri tinggal seorang diri disebuah apartemen, dimana orang tuanya?

Hyeri adalah perempuan yang lahir di Busan, dibesarkan di desa kecil oleh kedua orang tuanya. Ayahnya seorang supir taxi dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Mengapa Hyeri bisa melanjutkan sekolahnya hingga University ternama seperti SHINE di Seoul? Hyeri adalah wanita pandai dan tangguh. Ia mendapat beasiswa karena saking pandainya dan cekatan. Saat kuliah Ia hanya menyewa rumah kecil di pinggir kota Seoul.

Saat kuliah, ia pun mengambil beberapa pekerjaan paruh waktu untuk membayar sewa rumah dan makannya sehari hari. Padahal sering sekali Ayahnya mengiriminya uang untuk kehidupannya di Seoul, namun Hyeri bukan tipe anak yang manja kepada orang tuanya. Hyeri lebih memilih mengirim balik uang ke ayahnya dan mencari uang sendiri untuk kebutuhannya.

"Halo Ayah! Aku sudah melamar kerja disebuah perusahaan ternama di Seoul! Semoga aku diterima dengan jabatan yang lumayan tinggi!" ucap Hyeri semangat saat ia menelfon ayahnya.

"Wah Ayah sangat bangga. Ayah dan Ibumu akan selalu mendoakanmu." ucap Ayah Hyeri.

"Lalu bagaimana kabar Ibu? Apakah dia baik-baik saja?" ucap Hyeri khawatir akan keadaan Ibunya.

"Dia wanita yang sangat tangguh, dia baik-baik saja. Lalu, mengapa kau tidak menanyakan kabar Ayah mu ini?" tanya Ayah Hyeri yang disertai dengan kekehannya.

"Ahh Ayah, Hyeri tau Ayah baik-baik saja. Saat mendengar suara Ayah di telefon, Hyeri langsung mengerti jika Ayah dalam keadaan baik-baik saja. Benarkan apa dugaanku Tuan Kim? Ucap Hyeri semangat.

"Tentu putriku. Ahh Ayah harus kembali bekerja. Terus semangat!" seru Ayah Hyeri menyemangati putri semata wayangnya.

"Tentu Ayah, Bye!" Hyeri langsung menutup Telefon tersebut lalu melanjutkan perjalanan untuk menuju apartement nya.

***

Setelah menempuh perjalanan, Hyeri langsung menuju nomor apartementnya. Memasukan kode yang dipasang untuk dijadikan kunci keamanan dan langsung masuk ke ruangan yang rapi tersebut.

"Ahh akhirnya, aku harus segera mandi dan memasak untuk makan malam" ucap Hyeri semangat lalu berjalan menuju kamarnya.

Setelah kegiatan mandi, memasak dam makan, Hyeri sedang duduk sendiri di sofa yang langsung berhadapan dengan TV yang baru beberapa minggu Ia beli.

Hyeri menonton acara talkshow yang sedang diliput secara on air. Namun, lama kelamaan Hyeri merasa matanya sangat berat dan akhirnya tertidur di sofa empuknya.

To be continue

***

Anyeonghaseyo Yorobun!♡
Part pertama yang agak awkward
Tapi enjoy the part yaa!
Jangan lupa Vomment
Sarangheo!♡♡♡

Anyeonghaseyo Yorobun!♡Part pertama yang agak awkwardTapi enjoy the part yaa!Jangan lupa VommentSarangheo!♡♡♡

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
My Cool CEOStories to obsess over. Discover now