Camer

13 0 0
                                    


       Libur semester pun telah tiba, Brayen memutuskan untuk pulang ke Bali menemui keluarganya dan Brayen berencana mengenalkan cheren pada orang tuanya dan akhirnya cheren di izinkan oleh ibunya untuk ikut Brayen ke Bali karena ibunya sudah percaya pada Brayen.







Saat mereka tiba,mereka disambut dengan senyum manis dari orang tua Brayen 

“yaa ampun anak mama,tambah ganteng aja.”ucap mama brayen

“Eeh ngomong-ngomong ini siapa ya “
sambung mama brayen.Cheren pun langsung memperkenalkan diri.

“ hallo Tante Kenalin aku cheren “
sambil salaman dengan mama brayen

“pacar aku ma,cantik kan “sambung brayen

“iya cantik ,ayo masuk sayang “
sambil merangkul cheren dan brayen.

*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

Mereka pun bercerita di ruang tamu,
mama brayen pun bercerita tentang masa kecil brayen dan itu membuat brayen malu dan cheren malah tertawa .

*
*
*

Brayen pun mengajak cheren keliling rumahnya

“wahh gila pemandangannya keren banget “ucap cheren sambil memandang laut dari atas rumah brayen

“kamu suka kan ?”tanya brayen

“iya aku suka banget,apalagi saat matahari terbenam “sambil melihat ke arah laut dan melirik ke brayen.

“ayo sore nanti ke pantai,kalo kamu mau lihat matahari terbenam “ajak brayen

“beneran “tanya cheren dan brayen pun mengiyakan.

*
*
*
*
*
*
*

Sore harinya mereka duduk di tepi pantai sambil melihat matahari terbenam,kadang brayen memfoto diam diam cheren yang sedang asik menikmati matahari terbenam.







Brayen pun bertanya kepada cheren

“sayang jika kamu diberi 1 permintaan kamu mau apa ?”tanya brayen sambil merangkul cheren,dan cheren pun menjawab

“kalau aku dikasih pemintaan aku  ingin orang yg kucintai dan mencintaiku tersenyum melepaskan aku “sambil memandang laut

“maksudnya ....?”tanya brayen penasaran sambil menantap cheren

“kita gak tau kapan kita pergi dari dunia ini,bisa aja besok atau pulang ini.Jadi aku pingin jika aku sudah tidak ada di dunia ini,maka orang yang paling aku cintai harus melepasku dengan senyuman,
Seperti halnya mereka menyambutku dahulu,kita datang dengan tangis tapi memberi kebahagiaan,begitu pula sebaliknya jika aku pergi maka jangan ada yang terluka kalian harus tersenyum “jelas cheren sambil menahan air mata dan melihat ke laut tanpa memandang brayen 

“Aku boleh nanya ke kamu gak  ? “
tanya cheren sambil memandang brayen 

“nanya apa sayang ? “jawab brayen

“jika aku udah enggak ada lagi di dunia ini,kamu bisa janji gak kamu harus tetap tersenyum,kamu gak boleh sedih ?”ucap cheren sambil menunduk

“bagaimana bisa aku tersenyum saat orang yang kucintai pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya “tegas brayen

“lihatlah matahari terbenam,dia pergi karena senja telah tiba,dan dia akan pergi meninggalkan warna yang indah.karena sesuatu yang indah bukan hanya saat dia datang “ sambil menunjuk matahari terbenam

“matahari terbenam itu memang membuat keindahan,tapi hanya sementara “sambung brayen

“aku mau kamu janji kalo aku pergi kamu gak boleh sedih “memegang tangan brayen.

Menanti SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang