Back 2 U

831 100 2
                                        



Gyeou jami deun saebyeok~

Nareul kkae uneun bel sori~

Ijen neomu isukhan~

Jaehyun mengerang pelan mendengar suara panggilan masuk di ponselnya. Ia baru saja tertidur dua jam yang lalu dengan keadaan benar-benar letih sepulang kerja. Dengan setengah hati ia meraih ponselnya lalu melihat nama si pemanggil.

Jaehyun menghela nafas berat. Kantuknya tak lagi terasa saat membaca nama itu.

Matanya melirik jam.

01.27 AM

Sudah sangat malam hampir menjelang pagi buta. Ini adalah rekor terlarut sosok itu menelponnya.

Apa lagi kali ini?

Jaehyun sejenak ragu. Apakah ia harus mengangkatnya atau tidak.

Ia takut. Takut kehilangan kontrolnya seperti sebelum-sebelumnya saat kembali mendengar suara itu.

Siapa tau penting.

Bohong. Jaehyun tau kemungkinan besar pemikirannya adalah salah.

Mungkin saja itu keinginan hati terdalamnya. Mungkin saja ia rindu akan suara itu. Ya, alasan yang tak terbantah.

Ia mencela dirinya karena lagi-lagi lemah pendirian kala jemarinya mengusap ikon berwarna hijau.

"Halo?"

"hiks..Jaehyun..hiks"

Jaehyun memejamkan matanya erat.

Berhenti. Kumohon jangan menangis. Aku tak suka.

"Tae..ada apa? Kenapa kau menangis?"

"Jaehyun..hiks..aku merindukanmu"

Isak tangisnya masih terdengar. Jaehyun benci mengakuinya, namun tangisan itu benar-benar membuat perasaannya kalut.

"Taeyong, katakan dimana kau sekarang? Aku akan menjemputmu"

Suara di seberang sana terdiam sesaat.

"s..sungguh? kau akan datang Jae? hiks"

"Iya, aku akan datang"

"A-aku di tempat duduk kita"

Jaehyun menelan salivanya kasar. Tidak seharusnya Taeyong pergi kesana. Tempat itu terlalu banyak menyimpan kenangan.

"Aku akan segera kesana. Dan kumohon berhentilah menangis"

Karena itu menyakitiku. Lanjutnya dalam hati setelah memutus sambungan.

Jaehyun meraih jaket dan kunci motornya dengan tergesa-gesa. Saat melewati ruang tengah, ia melihat Johnny masih terjaga bermain game diponselnya.

Pemuda itu menatapnya bingung.

"Bro, kau mau kemana jam segini?"

"Aku mau ke sungai Han. Dia..ada disana"

"Baiklah hati-hati"

Johnny menggelengkan kepalanya heran saat tak lagi melihat siluet Jaehyun.

"Dasar.. Yang satu bodoh, yang satunya lagi sama bodohnya" gumamnya pelan lalu melanjutkan permainannya.

Kau hanya tak mengerti cinta Johnny.

.

Back 2 U

.

Jaehyun bisa melihat sosok itu tengah terduduk sambil memeluk lututnya.

Dadanya kembali berdebar. Bohong kalau ia tak merindukannya. Nyatanya sosok itu masih dan akan selalu menjadi pemegang hatinya.

Back 2 UTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang