Kring kring kring kring, jam pelajaran pertama dimulai. Pertanda bel masuk kelas, setiap murid sekolah SMA Batu Tulis 1 Bogor berlarian masuk ke kelas secara tidak teratur karena panik, bahwa kepala sekolah akan melakukan razia besar-besaran. Karena di hari sebelumnya, beberapa murid 'bangor' alias murid jagoan, telah melakukan tindakan tidak terpuji kepada beberapa murid di lingkungan sekolah ini. Seperti, pemalakan, gladiator, pengeroyokan, dan lain-lain. Sampai kabar angin itu terdengar oleh kepala sekolah dan kepala sekolah sangat geram, begitu ia mengetahui adanya kejadian tidak terpuji di sekolahnya. Karena setiap murid telah diperingati oleh para 'bangor' ini untuk tidak melapor ke guru BP, atau mereka akan melakukan sesuatu yg membuat murid2 di sekolah ini tidak berani untuk melawan/mengatakan yg sebenarnya. Tapiiii, cuma ada satu murid yg berani melapor jika ada sesuatu yg salah. Yapsss, siapa lagi jika bukan sang idola sekolah atau biasa di panggil ryan.
Muhammad ryan saputra, 16 thn. XI IPS3.
Biasa dipanggil ryan, adalah sosok murid 'teladan' dan 'terpercaya' oleh seluruh guru disekolah, bahkan kepala sekolahnya sendiri mempercayainya. Berciri-ciri sebagai perawakan yg tinggi besar, rambut hitam klinis rapih serta memiliki wajah putih tampan karena 'gen' dr orangtua nya. Sehingga ryan diangkat menjadi ketua OSIS pada masa jabatan pertamanya. Sekaligus menjadi ketua kelas di XI IPS3. Karena tingkat kepemimpinan dan keberanian ryan untuk menjadi pribadi yg lebih baik lagi sudah tertanam didalam diri ryan yg sudah di ajarkan menjadi laki-laki berani dan bertanggung jawab oleh sang alm.ayahnya saat semasa kecil ryan dulu.
Kepala sekolah berkeliling kelas, dari kelas X hingga kelas XII untuk mencari siapa pelaku dan dalang dari kejadian selama ini disekolahnya. Disamping kepala sekolah, ryan juga mengikuti dan memberi tahu siapa pelakunya satu persatu hingga semua pelaku didapatkan. Tetapi tidak semua, ada beberapa pelaku yg mencoba bersembunyi dari pandangan kepala sekolah. Hingga ada seseosok murid perempuan dengan seragam sekolah serba rapi dan memakai topi yg menutupi sebagian wajahnya sambil jalan menunduk didepan lorong kelas, sedang menyeret sang dalang utamanya dalam kondisi terkapar lemas bekas tojosan murid perempuan itu. Yaitu sam anthoy sinaga. Biasa dipanggil sam. Lalu, kepala sekolah dan ryan terkejut melihat keberanian murid perempuan ini menghajar murid 'bangor' dengan ukuran badan yg jauh lebih besar dibanding dirinya. Kemudian ryan otomatis langsung bertanya pada murid yg terlihat asing bagi ryan. "Hei!! Kamu kok bisa membawa sam sampai kesini? Coba perhatikan. Badan sam bonyok semuaaa. Bagaimana bisa kamu menghajarnya sendirian?......" panjang lebar ryan bertanya pada cewek jago bela diri ini dan dia hanya menjawab dengan nada rendah serta datar. "Dia (sam) mau kabur keluar sekolah, tapi aku menghadangnya dan dia melawan....yaudah aku hajar aja dia sekalian biar dia ga bisa kabur.....". Lalu kepala sekolah tepuk tangan atas tindakan berani murid perempuan ini dan berkata dengan penuh semangat "Nak, kamu hebattt!!. Bapak ga nyangka kamu bisa seberani itu. Dan bapak juga menghargai kamu telah membawa sam pada bapak!. Terima kasih nak, terima kasih sekali lagi. Tapi bapak boleh tau nama kamu siapa nak?..." tidak disangka, murid perempuan ini langsung mendekati kepala sekolah dan berbicara dengan nada yg sangat rendah sehingga ryan tidak bisa mendengar apa yg dia katakan. Selang waktu beberapa menit mereka berada di lorong kelas, kepala sekolah membawa para murid pelaku tindakan tidak terpuji tersebut ke ruangan kepala sekolah bersama guru2 yg lain, dan akan diberikan sanksi yg memungkinkan para pelaku ini bisa dikeluarkan dari sekolah, tetapi kepala sekolah tidak sekejam itu. Karena beliau tau bahwa nasib mereka tidak akan baik jika mendapatkan perlakuan tidak baik juga.
Setelah masalah kemarin selesai, tiba saatnya jam pelajaran pertama. Dan secara tiba-tiba, bu nina walikelas ryan dkk itu meminta murid seluruh kelas memperhatikan dirinya dengan nada halusnya. "anak-anak, tenang sebentar dan bersikap sopan yaa!. Karena kita sebentar lagi akan kedatangan murid baru...". Setelah kondisi kelas sunyi, bu nina membuka pintu kelas dan memanggil murid baru itu. "Hei nak, ayo kemari. Jangan malu-malu, ikut ibu sebentar ke hadapan teman-teman barumu disini ya...". Lalu ryan terkejut kembali, bahwa cewek yg baru saja menghajar sam ini menjadi bagian dari kelasnya. Murid baru ini berjalan sambil dirangkul bu nina dengan kepala menunduk. Dia sama sekali tidak berkata apa-apa alias dingin saat bu nina memanggil bahkan membujuknya ke hadapan ryan dkk. Kemudian bu nina berbicara pada murid baru itu dengan penuh senyuman agar suasana kelas tidak mencekam bak film horror. "Silahkan nak, perkenalkan siapa dirimu...". Secara perlahan si anak baru pun mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit dan berbicara didepan kelas dengan suaranya yg kecil serta datar, sehingga hanya terdengar oleh murid yg duduk dibarisan depan saja "Perkenalkan......... nama saya......... shaffira handayani.....panggil aja fira........saya murid pindahan...... dari poso.... sulawesi tengah..... sekian terima kasih....". Murid Satu kelas pun langsung terdiam setelah mendengar anak baru ini berasal dari 'poso'. Dan semua pandangan mengarah pada ryan. Dan ryan juga kaget serta bingung, mangapa teman2nya memandang dirinya dengan penuh tercengang. Yaps, alasan teman2 ryan begitu terkaget mendengar asal daerah anak baru itu karena, sang almarhum ayahnya adalah seorang perwira militer yg kebetulan gugur saat ikut bertugas untuk bertempur melawan pasukan teroris di 'poso' beberapa bulan yg lalu. Karena itu teman2nya merasa cemas bila ryan malah teringat akan Kejadian pilu ayahnya saat berada di poso.
Kemudian, bu nina mempersilahkan anak baru itu duduk dibangku baris ke-5 dari sudut paling kanan menghadap ke bu nina. Yapp, anak baru ini duduk persis dibelakang ryan dan teman sebangkunya, yaitu firman. Ya memang kebetulan bangku dibelakang ryan itu selalu kosong, dan hanya dipakai saat Jamkos untuk tiduran murid lain. Ryan pun merasa canggung dan agak merinding dengan kehadiran fira, begitupun firman. Setelah diberi tau ryan bahwa cewek ini baru saja menghajar 'jagoan sekolah' dengan tangan kecilnya itu.
Lalu ryan pun mencoba untuk berkenalan dengan fira,"hai fira, gua ryan. Yg tadi sama pak kepsek dilorong kelas. Salam kenal ya..." tapi apadaya.... Fira yg begitu dingin sama sekali tidak merespon ajakan kenalan ryan. Firman juga mencoba untuk berkenalan dengan fira, yaa sudah ketauan pasti ga direspon ajakannya hahaha kasian sekali mereka ga direspon. 1 jam pelajaran berlalu, firman kembali mencoba agar fira mau berbicara dengan menggodanya dengan nada halus "fira, kan klo didalem kelas gaboleh pke topi. Lepas dong, nanti kena tegur bu nina loh..". Yesss, usahanya kini masih sama. Fira tidak berbicara dan malah memandang tajam firman karena telah menggangunya saat sedang menulis. Ga lama kemudian, ryan mengeplak kepala firman dengan sedikit guyonan agar fira bisa sedikit terhibur atau bahkan tertawa walau hanya senyum 'satu senti'. plakkk. "Woii!!, ngapain lu malah ngeledek fira!!, minta dijadiin abon ni anak..." . Firman pun membalas. "Gapapa dah klo fira yg bikin abon, gua rela kok demi dia. Asoyyy gan...." Nahh, ini baru berhasil. Fira pun tertawa tersedak, Karena mendengar guyonan ryan dan firman. Lalu ryan dan firman merasa lega, ternyata fira yg dingin nan penuh misteri ini punya selera humor yg sama dengan mereka berdua. Tiba saat tak terduga, fira mau berkenalan dengan ryan serta firman dengan nada suara aslinya. "Ohiya kalian berdua, maaf ya tadi gua ga respon kenalan kalian. Maaf juga gua ga lepas topi, soalnya gua masih malu klo topinya dibuka..." ryan dan firman secara bersamaan kaget mendengar suara aslinya "Wahhh fira, suara lu yg asli merdu banget..." ryan dan firman tertawa karena mereka bisa kompak dalam berkata. Lagi2, fira ikut tertawa dengan suara merdunya itu "hahahahuhuhu, kalian nih bisa aja...". Akhirnya mereka bertiga bisa saling bercanda walaupun fira masih tetap menjaga sikapnya yg dingin itu.
Kring kring kring, waktu istirahat dimulai....
Waktu istirahat pun telah tiba, firman mengajak ryan, fira, dkk yg lain untuk ke kantin. "Ehh ryan, fira. Ke kantin yokkk...sama anak2 yg lain juga, mau ikut gak?" . Tetapi fira menolak "Engga deh, gua bawa bekel dari rumah soalnya...". Firman pun mengajak ryan "Ayo yan, ikut.." ryan malah ikut menolak ke kantin "Gua jga engga dah man, mau cek ke ruangan osis dlu bentar". Firman menjawab. "Ohh yaudah, gua duluan ya, fir, yan". Ryan dan fira menjawab secara bersamaan pula. "Oke man". Firman menggoda sambil berlari keluar kelas. "Acieee samaan lu berdua haha..."
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Thé MÿsteriouŚ LovÉ
Genç Kurgu"Hei ryan liat, ada cewek aneh kesayangan lu lgi jalan ngelamun tuhh, hati2 kepeleset haha..." goda sam dari lorong kelas pada ryan yg sedang duduk dibangku antara tiang gedung sekolah dengan nada tinggi. Memang, ryan sudah terbiasa amarahnya dipan...
