orang asing

18 0 0
                                        

Suara para murid yang sedang mengantri makan terdengar bising dari arah kantin, ada yang sedang makan dengan tenang ada yang sambil mengobrol, ada juga yang sibuk mengagumi para pria tampan. Semuanya sibuk dengan urusan mereka masing masing.

Jika biasanya para murid akan makan berkelompok dengan temannya yang lain, beda halnya dengan gadis bernama kang seulgi. Dia akan makan dengan tenang di pojok kantin sambil menikmati kesendiriannya.

"He.. hei.. nona kang. Bolehkah geser sedikit, mejanya penuh jadi aku,,-" ucapannya terhenti karna seulgi menatap sang lawan bicara dengan tajam.

"Ahh.. sepertinya tidak jadi, ak.. aku rasa duduk di sini sedikit panas, ayo kita cari tempat yang lain saja." Ajaknya pada kedua temannya yang lain.

"Yaa.. kalian mau kemana? Kita duduk disini saja meja yang lain sudah sangat penuh." Cegah wanita yang baru datang bersama satu perempuan yang bisa di bilang sexy dan di setujui oleh  temannya yang menyusul duduk di hadapan seulgi. Mereka ber lima duduk dengan tenang tanpa menghiraukan tatapan seulgi yang mulai jengah karena tak suka aktifitasnya telah di ganggu.

Takkk

Semua pandangan mengarah ke meja yang di duduki seulgi, seulgi meletakan alat makannya dengan keras dan bangkit dari duduknya menuju depan guna menyudahi makan siangnya. Sebelum pergi seulgi sempat bergumam sambil mendelik tajam kearah orang orang yang duduk di mejanya.

"Huhh... Para pengganggu gila ini."

"Dia itu kenapa? Cih.. dasar aneh." Cibir wanita sexy bernama joy

"Mungkin seharusnya kita tidak  dudukk disini." Lirih wendy, wanita yang pertamakali berinterkasi dengan seulgi sebelum mereka duduk.

"Lalu kau mau kita duduk dimana? Tempatnya sudah penuh, memangnya kau mau makan sambil berdiri eoh?." Balasnya.

"Sudahlah, makan saja makananmu." Lerai yeri, merekapun mulai kembali makan dengan tenang. Tanpa mereka sadari, dari sekelompok pria yang ada di belakang mereka ada satu pria yang memperhatikan mereka dengan wajah sedikit kecewa.

Dilain tempat, seulgi berjalan di lorong masih dengan wajah kesalnya. Dia berjalan ke arah kelasnya sambil sesekali menghentakan kakinya. Seulgi terus mengumpati para wanita tadi dalam hatinya.

Dia kesal, tentu saja sangat kesal. Wanita wanita tadi memang tak ada takutnya akan lirikan tajam seulgi. Karna mereka, makan siang seulgi jadi terganggu.

Apalagi tadi ada sup rumput laut, huuhh sup kesukaan seulgi. Membayangkannya saja sudah membuat perut seulgi kembali keroncongan, apa tadi seharusnya seulgi makan saja supnya tanpa menghiraukan mereka? Tapi kehadiran mereka sangat mengganggu ketenangan makannya.

"Aishh sial, perutku masih lapar." Umpat seulgi.

Sesampainya di kelas, seulgi mengambil earphone dan buku lalu pergi menuju perpustakaan. Tempat terbaik untuk berlindung dari keramayan yang sangat mengganggu telinga bagi seulgi.

Seulgi berjalan sambil memakai earphon dengan tangan kiri memegang buku dan tangan kanan yang di masuka  ke saku jas.

Dari berlawanan arah terlihat ada beberapa pria populer yang selalu di ikuti oleh para penggemarnya, tanpa menghiraukannya. Seulgi terus berjalan tanpa menoleh pada objek yang selalu membuat matanya sakit.

Karna para pria populer tersebut sudah hampir dekat seulgi  mencoba ingin terlihat cool dan tak pernah peduli akan kehadiran mereka, dia memasang wajah seolah di hadapannya tak ada siapapun. Tapi semua usahanya untuk terlihat cool gagal karena seseorang menabraknya dari belakang.

Duk.
Brakkkk!!

Suara benturan bahu dan barang barang seulgi yang terjatuh menarik perhatian semua orang yang berada di sana. Bukan hanya karena barang seulgi yang terjatuh, tetapi karna posisi jatuh seulgi yang membuat semuanya kaget.

"Aww." Lirih seulgi

Sedangkan pria yang ada di hadapan seulgi, kaget karena posisi seulgi yang terjatuh menimpa salah satu dari mereka.

"Woahh.. apa yang dia lakukan?"

"Dasar wanita sialan!"

"Huhh, terlihat sok tidak peduli. Tetap saja ternyata dia seperti wanita lain yang mengejar jimin."

"Jimin?" Gumam seulgi.

"Eoh, wae?"

"Huuh?"

"Bisakah kau bangun, pinggangku sedikit sakit. Ouhh"

"A.. ahh mian" ucap seulgi sambil berdiri.

"Hei, itu modusmu ya agar kau bisa memeluk jimin. Kau pura pura terjatuh agar bisa melakukan hal tersebut kan, ayo mengaku saja." Tuduh taehyung sabil sedikit menunjukan senyumnya.

"Seolma, kau fikir pria ini setampan apa huh? Ck.. menyebalkan." Seulgipun mencoba berdiri lalu mengambil barangnya dan pergi melanjutkan niatnya untuk berdiam diri di perpustakaan.

"Hahah menarik, kau tak apa hyung?" Tanya pria bergigi kelinci sambil mengulurkan tangannya.

"Eum, aku tak apa." Jawab jimin sedikit lesu sambil memandang seulgi yang mulai menjauh dari pandangan.

"Kurang beruntung jim, kita bisa mencobanya lain kali." Bisik taehyung sambil menggiring jimin pergi ke kelas.



.
.
.
.
.
Tbc

Hai teman teman, ini adalah cerita pertamaku dimohon kerjasamanya untuk vote dan berikan masukan untuk ceritanya. Terimakasih


Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 23, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Malloman SaranghaeHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora