Seorang gadis berumur 14 tahun tertidur di kamarnya. Dia begitu lelah. Sebut saja namanya Niki Dwi.
"Hoaamm". Mengambil benda persegi diatas nakas dengan tujuan melihat sekarang jam berapa. 'Masih jam 04.00', batinnya. Ia langsung menuju ke dapur untuk mencuci piring,menyapu rumah.
Kalau kalian berpikir Niki itu anak dari orang kaya, itu salah. Karena Niki berasal dari keluarga yang sederhana. Niki memiliki dua saudara, dia punya abang dan adik.
18 menit berlalu pekerjaan Niki selesai. Dia berniat untuk belajar sebentar. Tapi niat Niki harus di urungkan.
Tok tok tok tok tok
Niki melihat kaca sekilas bertujuan untuk melihat siapa yang datang sepagi ini ke rumahnya. Sedangkan keluarga Niki masih tidur. 'Siapa orang ini? Mengapa dia bawa koper? Jangan jangan dia mau ngerampok lagi? Masa iya sih, ngerampok pake baju bagus kek gitu atau mau hipnotis keluarga gue lagi? Tapi mereka mau ngambil apaan? Eh keluarga gua kan gak miskin-miskin amat! Tapi gak kaya kaya amat! Tapi mereka siapa? Apa tujuannya datang ke sini?' Pikir Niki.
Tok tok tok tok tok tok.
"Hey, kenapa berdiri di situ bukain itu pintunya!" Tanpa sadar Ibu Niki udah ada di belakang Niki.
Kedua alis mata Niki bertaut,seolah mengatakan kenapa?
"Tenang aja, Ibu kenal kok sama mereka".
Niki cuman bisa pasrah kalau jadinya begini. Niki membuka pintu.
"Maaf lama, silahkan masuk"
Mereka masuk dengan bawa dua koper. "Silahkan duduk, mau minum apa?" Tanya Niki kepada mereka dengan sopan. Niki diajarkan sopan sama siapapun.
"Air putih aja, nak" jawab salah satu dari mereka. Niki pun pergi ke dapur dan balik lagi membawa nampan yang berisikan air putih. Terlihat disana orangtua Niki dan tiga orang tersebut sedang bicara serius.
"Silahkan diminum,"ujar Niki sambil pamit pergi ke dapur untuk meletakkan nampan yang dia bawa tadi.
"Saya akan membawa anak saya kembali dengan saya".
"Baiklah kalau begitu"
"Apakah dia akan menerima kami"
"Dia pasti akan menerima kalian"
Niki samar samar mendengar obrolan mereka.
'Mereka akan bawa siapa? Dan apa maksud mereka apakah dia akan menerima kami ? Maksud mereka apa? Apa jangan jangan salah satu di antara kami ini bukan anak kandung dari ayah dan ibu? Tapi siapa?'
Batin Niki.
Sekarang Niki sudah berada di sekolah. Niki sama sekali tidak fokus sama guru yang sedang mengajar di kelasnya. Niki masih saja memikirkan percakapan tadi pagi yang tidak sengaja terdengar oleh Niki.
Kriiiiing Kriiiiing bel istirahat berbunyi.
"Woi, ngelamun aja lo dari tadi" ucap salahsatu teman Niki. Sedangkan yang di ajak ngobrol hanya diam saja.
"Kantin" satu kata yang lolos keluar dari mulut Niki dan itu membuat hati teman temannya begitu riang. Bak anak kecil di kasih permen lolipop.
Mereka semua menuju kantin. Selesai dari kantin mereka semua kembali ke kelas. Di jalan menuju ke kelasnya Niki gak sengaja melihat orang yang tadi pagi di rumahnya. Seketika percakapan tadi pagi terngiang lagi di benak Niki. Niki memutus ke toilet sebentar. Setelah pamitan dengan teman temannya Niki langsung menuju ke toilet. Pas di ambang pintu keluar dari toilet Niki melihat siswa siswi berhamburan ke gerbang sekolah.
Merasa gak peduli Niki langsung menuju ke kelasnya. Dipanggil Niki Dwi kelas lX.3 harap menuju ruang Tata Usaha.
Sekarang Niki menjadi pusat perhatian di kelasnya. Mereka memasang tampang yang sulit di artikan.
Niki cuman memutar matanya bertanda malas akan sikap teman temanya. Tidak butuh waktu lama Niki sudah berada di ruang Tata Usaha.
Pada saat Niki di ambang pintu ruangan tersebut. Niki melihat orang yang sama, orang mengobrol dengan orangtuanya tadi pagi. Seketika Niki melamun memikirkan percakapan tadi pagi.
"Eh nak Niki, sini masuk! Kenapa berdiri saja di situ. Mau menunggu tukang bakso datang?" Lamunan Niki buyar mendengar suara bas milik guru nya tersebut.
"Ti tidak pak. Lagian kalau mau nunggu tukang bakso masa di depan pintu ruang Tata Usaha, bisa bisa saya lumutan disini Pak" seseorang terkekeh mendengar jawaban Niki tersebut.
Niki disuruh duduk di samping perempuan paruh baya yang ikut berbicara dengan orangtuanya tadi pagi.
"Nak, ini surat pindah sekolah kamu"ucap Bapak guru tersebut sambil memberikan Niki amplop yang berisikan surat pindah sekolah.
"Sa..saya di keluarin da..dari se..sekolah i..ini Pak?" Niki mulai gugup. Dengan susah payah Niki menahan air matanya yang akan mau meluncur di pipi tembemnya.
"Bukan nak, tapi orangtua kamu ini yang minta surat pindah kepada pihak sekolah" Bapak itu menunjuk perempuan paruh baya yang tadi.
"Ma..maksudnya gi..gi..gimana Pak?" Niki masih belum paham dengan yang di ucapkan Bapak gurunya tersebut.
"Kamu itu anak saya" ujar perempuan paruh baya tadi sambil melihat kearah Niki.
"Sa..saya bukan an-"ucapan Niki terpotong oleh perempuan paruh baya tadi yang mengaku bahwa Niki itu anaknya. Perempuan itu menceritakan sebenarnya yang terjadi di hadapan Niki dan beberapa staf guru yang berada di ruang Tata Usaha. Niki tidak menyangka akan hal ini. Tetapi itulah kenyataannya Niki hanya bisa menerima kenyataan saja.
Setelah itu Niki di izinkan pulang oleh para gurunya. Niki menuju ke kelasnya untuk mengambil tas.
"Assalamualaikum," ujar Niki.
"Waalaikum salam," jawab guru yang mengajar di kelasnya dan juga teman temannya.
"Gimana nak, kamu sekarang langsung pulang atau mau belajar dulu"ujar guru tersebut ,sukses membuat teman teman Niki yang berada di kelas merasa kebingungan. Niki cuman membalas ucapan guru tersebut dengan anggukan sambil berkata, "Saya akan pulang buk,lagian kan saya udah gak sekolah disini lagi buk" dengan raut wajah lesu.
"Saya pamit buk,teman teman Niki minta maaf kalau selama ini Niki ada buat salah sama kalian semua. Assalamualaikum," ucap Niki setelah dia pamitan dengan guru dan teman temannya.
Sekarang Niki sudah berada di rumahnya lebih tepatnya di rumah keluarga angkatnya.
Niki mulai memasukan baju dan beberapa barang kedalam kopernya.
Terimakasih sudah di baca ,rencananya aku bakalan update satu kali seminggu . Semoga suka ya sama cerita yang aku bikin. Dan jangan lupa like dan comment ya. Jangan lupa ya di vote/like dan comment.
Follow ig @mihu_n2
YOU ARE READING
Kembali Bahagia Pergi ✔
Teen FictionSeorang gadis yang dititipkan kepada keluarga angkatnya karena gadis tersebut mengalami amnesia. Akibat kena tembakan dan jatuh ke jurang. Pada saat gadis itu berumur 14 tahun. Orangtua kandungnya mengambilnya kembali. Setelah hampir dua tahun atau...
