Diri Eunha

265 16 0
                                        

Cahpter 1
4 Agustus 2019

Seorang wanita berambut panjang berpakaian putih kini telah duduk di kursi dengan posisi tangan menyilang diatas meja. Dia sedang bingung yang harus dikerjakanya dengan menatap dinding datar tatapan kosong.

Wanita itu pun mengangkat kedua telapak tangannya ke atas dengan malas, tepat di depan wajahnya. Ditautkannya menjadi satu, seolah olah saling mengenggam. Ia menatap kedua tangannya tanpa ada pikiran yang menyangkuti hal digengamnya itu.

Gadis membuangnya nafasnya jengah membuat badannya juga menjadi semakin melemah. Eunha merasakan lagi bagian lehernya lumayan penat gara gara ia terus melamun dari pagi sampai waktu siang. Sekarang yang berpikir tidaklah jelas. Cara  keluar dari tempat yang ia tinggal itu hingga dirinya sendiri menjadi gila. Segala cara ia lakukan terus gagal. Bukan keberuntungan yang di dapat, tetapi berdampak buruk baginya.

Ia meletakkan kedua tangannya dengan keadaan masih gengaman erat itu disamping kanan lehernya seolah seperti bantal. Perlahan wanita itu mulai menyerebahkan kepalanya.

Pandanganya beralih pada kedua ikan yang berekor orange keemasan dan juga bagian wajah dan badan ikan itu berwarna putih bening sehingga terlihat jelas tulang putihnya. Ikan itu berenang kesana kemari melihat keaadaan luar dari dalam membuat wanita itu iri.

Biar pun di SKY boleh pergi bebas kemana saja, tapi tidak mempunyai makhluk hidup satu pun, kecuali tumbuhan. Di SKY yang sangat luas tapi tidak ada seseorang pun disitu, bukankah itu sepi?.

Memang sepi, wanita itu kini merindukan orang kesayangannya, orang tuanya dan kelima sahabatnya. Apakah ia harus menunggu selamanya? Sampai jasad ketemu? Baru setelah ketemu boleh masuk surga. Sampai kapan?. Ia harus menunggu selamanya?. Lebih baik 'angkat tangan' saja lagi kepada Tuhan.

7 Days Help Me Please!.Where stories live. Discover now