Pagi yang cerah itu seakan sedang mengejek Hana yang kesiangan . Kini Hana sudah berada di halte bus ,dan untunglah Tuhan berpihak padanya di hari yang dia anggap sial. Entah mengapa dia selalu sial di hari pertamanya masuk sekolah. Kini gadis itu sudah menginjak umur 18 tahun , dimana umur terakhir masa remaja bagi para remaja di seantero dunia.
Hana melihat salah satu bus mendekat. Hana melihat jam tangannya belum telat untuk sampai di sekolah. Saat bus sudah merapat, Hana segera mengeluarkan sesuatu dari sakunya,dia sedikit terkejut tidak mendapati kartu pas untuk membayar bus. Hana benar benar bingung di balik wajah cantik dan tanpa senyum itu.
Disaat kebingungannya tambah menjadi jadi Hana melihat seorang laki laki yang sepertinya satu sekolahan dengannya, terlihat dari seragam dan jashya. Oke , lebih baik mempertaruhkan harga diri daripada nggak berangkat di hari pertama sekolah. Hana membatin sambil mendekati laki laki itu yang sedang cek in pembayaran.
Hana mendekati laki laki itu dengan paras enggan dan berkesan datar tidak ada lembutnya." Permisi", laki laki itu menaikkan satu alisnya seolah bertanya, siapakah gadis di depanya itu?
"Boleh gue pinjem kartu lo buat bayar bus?"
Laki laki itu sedikit terkejut namun segera kembli dengan tampang acuh tak acuh. Hana kehabisan kesabaran karena di acuhkan begitu saja. Hana tak sudi jika harus memohon dengan sangat pada kaum adam itu adalah hal menjijikkan dalam hidupnya,tapi kali ini dia terpaksa.
"Please,gue bisa telat nih kalau balik rumah, kita satu sekolahan inih".
"Itu derita lo siapa suruh tinggalin kartunya di rumah, kalo itu masalah lo ngapain bawa bawa gue!!",Hana terhenyak sedikit.
Nih cowok bener bener nyebelin, kalau ini bukan tempat umum udah gue teriakin , dasar kaum adam ,jahanam!!. Hati Hana berkoar koar marah tatapan tajam mereka saling bertemu 3 sekon.
Hana meninggalkan cowok itu dan berjalan hendak pulang biarin dia bolos hari ini toh di rumah cuma ada bibinya. Tepat bus pergi dan Hana melangkah untuk pulang, seseorang memanggil namanya dia. "Kak Hanaya......"
Hana melihat seorang gadis mendektinya.
"Kak Hana mau berangkat sekolah? bareng yuk". Gadis di depannya tersenyum ,namanya Nezdi,tetangga runahnya disebelah kanan persis. Dia selalu nginep di rumahnya kalau nggak ada mamanya.
"Gue nggak bisa berangkat, kartu gue ketinggalan dirumah ".
"Pake kartu Nezdi aja kak".
"Udah ayo kak daripada nggak sekolah kasihan otak kakak yang pinter nggak buat sekolah". Nezdi menarik tangan Hana tepat saat bus datang.
*****
Hana sampai di pintu gerbang dengan Nezdi tepat saat bel, jadi mereka masih bisa masuk." Bye kak Hana". Mereka berpisah, Hana lurus sementara Nezdi naik ke atas.
Hana segera melangkah menuju lorong kelas XII untuk menuju kelas barunya, beberapa siswi menyapanya. Sementara kumpulan cowok di sana menatap Hana bak bidadari.
Hana sampai di kelasnya XII-2, Hana memasuki kelas perlahan, takut sudah ada wali kelasnya. Fiuuuuh. Hana bernapas lega dan mengambil banyak napas. "Kenapa lo telat HAAAHHH!! Padahal lo bilang kita suruh berangkat pagi malahan lo yang telat!!"
CITEȘTI
Love Story in My 18th
Ficțiune adolescenți"Gue harap lo nggak nyia nyiain umur18 tahun lo masa masa terakhir jadi seorang siswa dan lo harus punya pacar Hanaya Sera ,lucu nggak sih kebanyakan cewek kepengin dikejar kejar cowok ,sementara lo banyak yang ngejar tapi nggak ada yang lo lirik se...
