"Menurut sejarahwan dan pakar arkeolog lukisan 'de quarto' merupakan lukisan karya seorang pemuda tuna rungu yang bernama Louis Parker, namun banyak masyarakat yang kontra dengan hal tersebut. Banyak masyarakat setempat percaya bahwa lukisan tersebut merupakan lukisan peninggalan suku zekuo yang terbuat dari kulit hewan sebagai kanvas dan darah yang digunakan sebagai catnya. Sampai disini materi kita, ada yang ingin ditanyakan?"
'Cklek'
Semua wajah menoleh ke sumber suara yang berasal dari suara pintu yang terbuka
"Xavier Jacquel Equador Smith pelanggaran tata tertib sekolah nomor 5 dan 13"
"Maaf tapi ini baru jam 8 lewat 20 menit, aku hanya terlambat 20 menit"
"Maaf juga, tapi kupikir dengan sisa waktu yang tersisa sampai bel pulang berbunyi hmm... Kurang lebih 9 jam lagi lebih baik kau membantu Madam Paris" sindir Profesor Li dengan segaris senyum andalannya.
•
•
•
•
•
•
•
•
"Bruk"
'sial!' batin Xavier.
"Pasti kesiangan lagi... Oh ya itu buku baru jadi tolong jangan di hempas nanti rusak" sindir Scarlet, asisten setia Madam Paris.
"Memang kenapa? Merasa terganggu...?!"
"Iya, menganggu pandangan mataku"
"Cih... Kau yang mengganggu pandanganku, asal kau tahu aku kesini karena ingin membantu Madam Paris, aku kasihan melihatnya sendirian membereskan perpustakaan ini apalagi melihat kulit keriputnya dan badannya yang sudah tidak tegap lagi, aku jadi kasihan" iba Xavier
"Kau tahu sejujurnya aku dan madam Paris sudah bosan melihat wajahmu dan mendengar kebohonganmu itu. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau kesini karena dihukum Profesor Li, lagipula kau pasti senang datang ke perpustakaan untuk mencuri pandang pada senior Ivy sambil merapikan buku agar terlihat rajin kan?" ucapan Scarlet benar-benar menohok, tapi itulah kebenarannya. Hanya 2 hal yang bisa membuat Xavier masuk perpustakaan, yang pertama karena dihukum dan yang kedua karena Ivy, senior cantik yang sangat dibenci Scarlet.
"Cih... Kalimatmu itu benar-benar menyakitiku, aku tulus ingin membantu madam Paris..." ucap Xavier seolah ia adalah korban yang teraniaya.
"Apa yang kau katakan barusan?"
"Apanya?"
"Cih... Karena terlalu sering berbohong kau sampai lupa kalau yang barusan kau katakan adalah kebohongan" dengan kesal Scarlet pergi meninggalkan Xavier dengan beberapa tumpukan buku tua
"Cih benar-benar... 'Cih' itu kan style ku" Xavier memutar matanya sambil berdecih lalu seketika matanya langsung tertuju pada buku tua dengan cover berwarna gelap kusam, yang sepertinya terbuat dari kulit hewan.
Xavier mengambil buku tersebut lalu membukanya lembar per lembar. Buku tersebut benar-benar terlihat sangat menarik sampai orang seperti Xavier sangat fokus membaca dan tidak sadar kalau Madam Paris sedari tadi mengamati dirinya
Beberapa waktu kemudian
'Tik tok tik tok'
'Huh waktu tinggal sedikit tapi masih banyak data yang belum diketik' batin Madam Paris sambil melihat jam diatas mejanya yang menunjukkan pukul 16.20.
YOU ARE READING
Fantastic Dream
Fantasy"Oh God! Tak bisakah Kau buat aku terperangkap di dunia lain bersama idol korea? Atau mungkin model barat seperti Sean o'pry? Kenapa harus dengan dia?! Ada apa dengan Xavier Jacquel Equador Smith? Sudah cukup aku bertemu dengannya setiap hari, kenap...
