1. Rena dan Mimpinya

1 0 0
                                        

Rena menatap sekelilingnya. Sebuah hutan yang indah, dengan pohon-pohon yang tinggi menjulang. Di dekatnya ada mata air yang mengalir yang kemudian membentuk kolam. Airnya sungguh jernih, membuat Rena ingin mencelupkan kakinya kesana. Karena penasaran, gadis berambut hitam sepinggang itu benar-benar mencelupkan kakinya. Ia bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang di sekitar kakinya saat ia mencelupkan kakinya ke kolam. 

Senyum terukir di wajah Rena. Gadis itu terus saja melihat sekeliling, menyegarkan matanya dengan pemandangan yang indah. Kemudian ia menutup matanya, untuk merasakan angin yang berhembus dengan tenang, menerpa wajahnya.

"Harusnya sebentar lagi orang itu datang.." Ucap Rena dalam hati.

Benar saja, dari belakang Rena dapat mendengar suara langkah kaki berjalan pelan ke arahnya dari belakang. Suara langkah kaki yang sudah sering ia dengar. Tidak cepat dan tidak juga lambat, sebuah langkah yang tenang dan teratur. Langkah kaki itu terhenti tepat di belakang Rena diiringi sebuah tepukan pelan pada pundaknya.

"Catty?" Panggil pemilik langkah kaki itu.

Rena membuka matanya, masih membelakangi pemilik langkah kaki tersebut. Rena lalu menoleh ke arah samping ketika sang pemilik langkah kaki duduk di sebelahnya dan ikut mencelupkan kakinya ke dalam kolam.

"Smiley, kau datang?" Rena balik bertanya.

Rena memperhatikan seorang pemuda yang kini duduk di sebelahnya. Rambutnya berwarna cokelat muda dengan mata yang berwarna biru koral, sebuah perpaduan yang amat unik menurutnya. Pemuda yang ia panggil Smiley itu jauh lebih tinggi darinya, mungkin lebih dari 180cm. Alasan mengapa Rena memanggilnya Smiley adalah karena pemuda itu sangat ramah senyum. Senyumnya sungguh menenangkan setiap kali Rena melihatnya. Dan tampaknya senyum itu tak pernah hilang dari wajah Smiley.

"Bahkan jika aku tak ingin datang, pada akhirnya aku tetap datang sendiri kesini." Jawab Smiley yang disusul dengan helaan napas Rena.

"Ini kali keberapa kita bertemu?" Tanya Rena pada Smiley sambil memiringkan kepalanya.

"Entahlah Catty, aku bahkan tak bisa menghitung sebanyak apa aku bertemu denganmu." Smiley menggelengkan kepala.

"Hey Smiley, ini mimpi kan?" Tanya Rena sambil menatap lurus ke arah Smiley.

"Tentunya." Mata biru koral Smiley menatap balik ke mata Rena.

Keduanya langsung memalingkan pandangan dan menatap kaki mereka yang masih berada di dalam air. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Suasana menjadi hening. Aneh sekali rasanya karena di hutan serindang ini mereka tak menemukan satupun hewan di sekitar mereka. 

"Hey Smiley, kenapa tidak ada hewan apapun disini?" Tanya Rena sambil menyikut Smiley.

"Entah? Ini kah mimpi?" 

"Oh iya, semuanya bisa terjadi dalam mimpi kan." 

Rena memanggut-manggut dan kemudian suasana kembali hening, membuat Rena menghela napas berat. Ia merasa bosan jika hanya berdiam saja. Karena itu ia memutuskan untuk berkeliling hutan ini, tentunya bersama Smiley. Smiley mengikuti Rena dengan patuh, terbiasa dengan Rena yang tak bisa diam.

Mereka mulai berjalan ke arah dimana Smiley tadi muncul. Karena mereka tak punya tujuan, mereka memutuskan untuk berjalan lurus saja. Tapi tak peduli berapa lama mereka berjalan, penampakan hutan yang mereka lalui tampak sama saja dengan sebelumnya. Mereka bahkan menemui kolam yang tadi mereka singgahi. 

"Aneh, kenapa kita kembali ke tempat semula?" Tanya Rena sembari menyerngitkan dahi.

"Entahlah" Lagi-lagi kembali menggelengkan kepala.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 30, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Dreamlike RealityWhere stories live. Discover now