Berduaan

4.4K 169 8
                                        

  

Jaemin;

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Jaemin;

  Jadi bunda dan papa bakalan ke london buat ngurusin pekerjaan mereka selama satu minggu.

  Aku sih senang senang saja mereka pergi ke london untuk beberapa saat, yang terpenting mereka pulang dengan selamat dan mereka pasti akan membawa banyak oleh oleh.

  tapi masalahnya justru datang dari kakak ku... lee jeno

    semalam papa dan mama udah pergi meninggalkan kita berdua dirumah, walau aku menyayanginya tapi ia kadang menyebalkan jika ia mulai melakukan hal hal aneh itu padaku

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

    semalam papa dan mama udah pergi meninggalkan kita berdua dirumah, walau aku menyayanginya tapi ia kadang menyebalkan jika ia mulai melakukan hal hal aneh itu padaku.
.

.

.


   Pagipun tiba dan ketika aku membuka mata ada tubuh besar kekar dan bahu yg lebar berada dibawahku ia sedang melakukan hal yg tak ku mengerti di bagian selangkanganku ia menciumi dan mengigit pahaku
"Jaemin paha mulus dan cantikmu sangat menggoda ayo kita main permainan rahasia kita"
     
   Aku memutar mataku malas "lepaskan kak, ayo kedapur aku akan membuatkan sarapan" aku langsung beranjak dari tempat tidurku menuju ke dapur, sementara kak jeno masih di ranjang sambil memasang wajah memelasnya.
.
.
.
.
   "Ini kak roti isi kesukaanmu" kak jeno tersenyum lembut sampai aku tak dapat melihat matanya.

    Karena tidak ingin dekat dekat dengan kak jeno yg mana hanya kita berdua saja yg berada di rumah sekarang, aku mengambil roti isiku lalu membawanya kelantai dua ke ruangan papa biasa bekerja.
  
   Sambil menikmati roti isiku aku melihat lihat hasil kerjaan papaku ia adalah designer yg sudah sangat terkenal. Karyanya sangat indah dan keren sekali, lalu aku menemukan sesuatu di rak dokumen milik papa tiba tiba aku tersentak karena kaget setelah menoleh kebelakang ternyata kakakku lee jeno mengikutiku dan sekarang sudah masuk keruangan papa dan mengunci pintunya.

   Lalu ia berjalan mendekatiku "kau sedang ngapain jaemin" sambil tersenyum. Aku menujuk sesuatu dirak yg terlihat aneh itu "kak apa itu?, benda itu terlihat aneh" benda itu berbentuk bulat telur dengan kabel dan sebuah remote, aku pikir itu adalah sebuah mainan. Tanpa pikir panjang aku mangambilnya, namun kak jeno justru menatapku dengan senyuman aneh "jaemin apa kau mau ku ajari main benda itu?"

  "Benda apa in-" belum ku selesaikan pertanyaanku bibir kak jeno sudah berada di birirku ia melumat dan memainkan lidahku "kak hen- hen tikan!" Dengan sedikit mendorongnya akhirnya aku dapat mengakhiri lumatan kak jeno yg sangat liar hingga aku harus mencari nafas karena ia menciumiku tanpa memberiku waktu untuk bernafas.

  "Huf.. huf.. kakak aku tidak mau terus terusan kau permainkan" "apa maksudmu permainan!?" Aku tidak tau jika perkataanku tadi akan membuatnya sangat murka, karena tatapannya sekarang yg sangat berbeda dengan kakak yg biasanya selalu tersenyum padaku membuatku merinding dan ketakutan. Aku hendak melarikan diri namun semua pintu ruangan ini telah terkunci.

   Kak jeno memegang tanganku dengan tangan kekarnya menghantamku ke dinding dan langsung menghujaniku dengan ciumannya "hmph! mmp.. mm.." aku memberontak sekuat tenaga tapi kak jeno lebih kuat lebih kuat dari sebelumnya.

   Setelah aku tak dapat memberontak lagi dan kehabisan napas kak jeno mulai menciumi leherku lalu "akhh!!.. ahk.. ahh.. jangan kak.. Sakit.." ia menggigit bagian bawah leherku membuatnya mengeluarkan darah aku menahan air mataku karena rasa perihnya

  "Jaemin ahh.. kau sangat manis.." kak jeno mulai membuka kancing kemejaku dan bersama dengan itu ia menciumi badanku yg membuatku merasa geli "em ehmm kak.. hentikan geli"

  Kak jeno menyeringai lalu memainkan putingku ia menggigit dan meremas remas dadaku "hhmm mm ehm" tubuhku merasakan sensasi yg aneh "jaemin ah.. tubuhmu sangat sensitive, aku menyukainya"

   Kak jeno mulai menciumi bagian perutku yg membuat bulu kudukku merinding dan tubuhku bereaksi karena sensasinya.

  Setelah membuka semua kancing kemejaku kak jeno mulai membuka resleting celanaku dan hendak menurunkan celanaku tapi "huwaa.... higs... higs..." aku menangis seheboh hebohnya air mata yg kubendung karena kakak jadi sangat menyeramkan   tidak dapatku tahan lagi "apa..kakak.. tidak tau.. seberapa takutnya aku.. melihatmu seperti itu!!.."

  Kak jeno tersentak dan mulai merasa bersalah padaku, ia langsung menatapku dan "jaemin hai jaemin cup.. cup.. kumohon jangan menangis kumohon" kak jeno memeluku dengan sangat erat agar aku segera tenang
.

.

.

.
  Kami berdua duduk di alas bawah masih sambil berpelukan setelah tenang dari isak tangisku ku kak jeno "jaemin ma- maafkan aku!! Aku tidak bermaksud menakutimu it- itu hanya karena aku terlalu menyayangimu tidak maksudku aku aku mencintaimu jaemin!" Aku langsung memeluknya "huwaa... aku juga mencintaimu kakak"

  
    *Fin*

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 11, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

KAKAK, JANGAN NOMIN  *Oneshot*Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora