PROLOG

23 5 5
                                        

Aku yang belum pernah merasakan jatuh cinta kini sedang menyukai seseorang. Orang bilang masa SMA adalah masa yang paling indah, begitu juga denganku. Aku selalu menjalani hari-hariku dengan sebuah senyuman dan keikhlasan untuk menjalani hidup yang Tuhan anugerahkan padaku. Saat itu, aku belum mengenal kamu dan bahkan aku belum menyukaimu.

Tapi seiring berjalannya waktu sebuah rasa perlahan tumbuh. Entah apa yang membuatnya tumbuh secepat ini. Aku bingung rasa apakah ini? Sebelumnya aku belum pernah merasakan hal aneh ini. Ya, saat ini aku sedang jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu karena hal-hal kecil yang membuatku kagum. Aku menyukaimu pada caramu menjaga pandangan dari setiap orang, aku menyukaimu pada caramu tersenyum, aku menyukaimu pada caramu bertindak dan aku sunguh jatuh cinta pada caramu menghargai orang lain.

Hari-hari terus kulalui dengan baik. Kini rasa itu semakin besar hingga menguasai diriku. Tapi aku segera berucap mungkinkah dia juga menyukaiku dan bila tidak aku harus menyimpan rasa ini untuk selamanya.

Benar saja, takdir dan semesta tak mengijinkan kita untuk bersama. Hingga mereka berkonspirasi untuk menjauhkan kita. Aku yang sebatas jarak tak mampu mengenggam erat tanganmu aku yang sebatas angan tak mampu memilikimu dan aku yang sebatas pengagum rahasia akan selamanya menjadi pengagum rahasia mu hingga aku berakhir kecewa seperti ini.

Inilah takdir sekeras apapun kita berusaha tapi kalau bukan takdir pasti takkan pernah terjadi. Itulah kamu dan aku yang takkan pernah menjadi satu sampai kapanpun.



Tunggu Up Selanjutnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk tetap memotivasi autor.

I Love You Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora