Chapter 1

224 6 0
                                        

Aku dan kamu sebenarnya sudah sama-sama tahu, jika dunia ini memiliki dua sisi yang berbeda dan saling melengkapi serta selalu berputar. Cepat atau lambat kita akan merasakan semua sisi dunia tersebut. Tapi mengapa kita masih merasa kecewa jika merasakan salah satu sisi yang tidak kita inginkan?

Bahagia bersanding dengan sedih. Siang bersanding dengan malam. Bumi bersanding dengan langit. Sehat bersanding dengan sakit. Pun aku yang disandingkan dengan kamu. Karena Tuhan menciptakan dunia ini secara berpasang-pasang. Seperti yang Dia firmankan dalam kitab-Nya,

"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." Qs. Ar-Rad : 3. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan tentang keagungan-Nya dalam menciptakan dunia.

***

Sengaja kutuliskan kisah "bahagia" ku ini, agar kamu dapat mengingatku dengan mudah jika nanti aku sudah pergi dari kehidupan kita. Bukannya pesimis tapi aku belajar untuk realistis. Karena saat menemukanmu, optimisku kembali menggebu.

Terimakasih karena telah dengan sukarela menerima kurangku.
Dan mencintaiku sepenuhnya, disaat aku sendiri pun menganggap bahwa dunia sudah tidak ada artinya.
Karena dicintai olehmu aku bersemangat untuk menyusun hidup yang pernah hancur.

Pasti kamu bertanya, kapan aku menulis cerita ini? Bukankah selama ini aku selalu bersamamu?
Aku menulis cerita ini saat kamu terpejam, saat kamu larut dalam mimpi indahmu yang aku yakin ada aku disana. Saat aku memperhatikan wajahmu yang tegas itu tergurat cinta tulus. Maka disaat itulah aku menuliskan cerita ini sambil berucap dalam hati betapa bersyukurnya aku memiliku. Betapa cintanya Sang Maha Cinta kepadaku, sehingga dia mengirimmu sebagai semangat baru disaat semangatku luluhlanta.

Baiklah, karena aku tidak ingin kamu menghabiskan banyak waktu untuk membaca cerita ini nantinya. Maka sekarang aku akan mulai menulis cerita ini dari awal, agar kamu tahu jika akulah yang beruntung memilikimu, bukan kamu - yang selama ini selalu bilang aku beruntung memilikimu.











Ku Dinikahi KeduanyaHistórias para pegar e não largar. Descubra agora