Mengenalmu...

76 13 5
                                        

Gadis cantik berdiri gagah di depan gerbang sekolah barunya, melirik kiri dan kanan untuk memastikan apakah ia sudah benar memilih sekolah atau tidak.

Lia Nandari Kusuma, gadis bertubuh kecil dengan rambut digerai panjang serta kulit putih dan pipi tembem itu membuat dirinya terlihat sangat manis.

Gadis mungil. Itulah panggilan yang ia dapat dari teman-teman SMP nya, walau tak jarang ia acap kali disebut sebagai gadis kutub peringkat ke 1 seantero sekolah.

Hari ini pertama kalinya ia harus merasakan betapa menjijikannya MOS untuk murid baru. Ia benci menjadi murid baru karena abangnya pernah menjabat sebagai panitia MOS lalu menyaksikan langsung adegan perkenalan yang sangat fake dan lebay.

SMAN 1 Sp Kiri, sekolah yang sama dengan abangnya, Reno Bima Sanjaya. Ia sangat dekat dengan Reno, sebab kedua orang tua Lia sudah bercerai dan yang mengurus Lia tidak lain adalah hanya mama dan abang satu - satunya yang ia punya.

"Kuys dekkk, lo ngapain dah berdiri celingak - celinguk macam orang baru bisa buka mata aja," teriak Reno dari kejauhan sambil melambaikan kedua tangannya.

Lia terbangun dari lamunannya, "ah, gua gak peduli," ucapnya dalam hati, berusaha mengembalikan pikirannya yang kacau dan kemudian berjalan mendekati posisi Reno.

"Bang, kelas gua dimana?"

"Ettdah ni bocah, belum juga di MOS udah main nanya kelas. Lo napa dek? Gak sabar duduk di kelas terus belajar jadi kutu buku lagi persis waktu lo SMP ha?"

"Ya suka - suka gua dong, gua tu ga mau ikut MOS, lo tolongin gua dong bang, lo kan ketua Osis udah dua periode pasti bisalah nego dikit, hihihi."

Lia berusaha membujuk dengan sifat manjanya dan ia tahu bahwa abangnya sangat sulit untuk menolak apapun kemauan adiknya.

Tettt... Tettt...

Bel sekolah telah berbunyi, Reno tersenyum sebab ia bisa mencari alasan untuk mengabaikan permintaan adiknya, ia berjalan menjauh tanpa memperdulikan bujukan maut Lia.

"Ih bang renoooooo, lo awas ya ntar di rumah kagak gua masakin lagi!"

"Gua tinggal suruh bibi yang masakin," teriaknya sembari tertawa terbahak-bahak melihat ancaman Lia.

"Kepada seluruh siswa dan siswi harap berkumpul di lapangan upacara dengan segera!" Tutur Halima guru BK yang terkenal sangat killer.

Semua murid sekolah itu berlari cepat agar tidak terlambat mengikuti barisan upacara, karena kalau telat maka hukuman yang akan mereka santap pagi ini.

"Kepada seluruh panitia MOS tolong berdiri di depan ibu!"

"Reno, kamu tolong arahin murid - murid baru untuk berbaris rapi di tengah lapangan dan kamu yang pimpin semuanya, upacara hari ini kita tiadakan karena para guru akan mengadakan rapat untuk acara festival kreatif siswa bulan depan," bisik Halima pada murid kebanggaannya itu.

"Baik bu, siap laksanakan!"

"Untuk kelas 11 dan 12 jika mau ke kantin silahkan, tapi tetap menjaga ketertiban sekolah dan jadilah contoh yang baik untuk adik - adik kalian yang baru masuk. Mengerti?"

"Baik bu," jawab semuanya serempak.

Setelah 15 menit berlalu, seluruh murid baru sudah berbaris dengan rapi. Reno memegang microfon mulai berbicara dengan lantang, seperti bukan dirinya yang sesungguhnya.

"Huft... bang reno mah sok garang padahal gak cocok tu muka kalo digarang - garangin," pekik Lia yang berdiri tepat di barisan kedua paling depan.

Namun seorang lelaki menyahut pembicaraannya, "lo kenal sama dia?"

"Ya kenallah, lo pake nanya segala."

"Emang dia siapa lo?"

"Gausa kepo," ujar Lia yang sedari tadi tidak menoleh siapa yang berbicara dengannya.

Semoga kalian syuuka guys. Ntar kalau suka, diupload part selanjutnya. Salam author kutub, eh bukan kutub kok but author nya hangat sehangat matahari pagi, hehehe canda... 😚

IMPOSSIBLE LOVEWhere stories live. Discover now