"Anak gadis gak enak diliat makan belepotan gitu" Ujar pria dengan setelan rapi itu, kemudian melemparkan tissue untuk orang di depannya itu.
"Au!" Ringisan itu keluar dari mulut seorang gadis yang tengah mengunyah ayam kecap.
Tissue yang dilempar tadi mengenai tepat di wajahnya membuat ayam yang ia pegang terjatuh mengenai rok abu-abunya.
"Pa!"
"Anak gadis harus gercep"
"Ih" Kesal gadis itu lalu beranjak menuju kamarnya. Ngapain? Ganti bajulah.
"Gak pake lama Aurel. Udah mau jam tujuh" Ucap pria yang tidak lain merupakan Ayah dari gadis yang bernama Aurel itu.
Kini Aurel dan Jashon-Ayahnya sudah berada di dalam mobil.
"Udah siap?"
"Siap, Pa"
"Udah siap dimarahi guru kamu?" Aurel menatap aneh ke arah Ayahnya itu.
"Papa emang gak pernah ikut rapat ortu di sekolah, makanya papa gak tau kalo Aurel anak baik di sekolah. Mana ada sejarahnya Aurel dimarahi guru. Punya anak cantik gak boleh hoax, Pa" Ujar Aurel penuh percaya diri.
"Papa rasa kamu benar. Selagi sekolahmu mengizinkan siswanya pakai sendal jepit, papa yakin kamu panutan di sekolah"
Wajah percaya diri Aurel seketika tergantikan dengan wajah yang dihiasi kerutan di dahinya. Aurel segera menunduk untuk melihat kakinya.
Ia mengembuskan nafas malasnya. "Kenapa gak bilang sih Pa"
"Anak gadis-"
"Gak boleh ceroboh" Tandas Aurel. Ia sudah paham benar tiap inci dari kata-kata yang sering ia dengar dari sang ayah. Aurel keluar dari mobil dan hendak pergi mengambil sepatunya yang ketinggalan. Melihatnya, Jashon hanya menggeleng kepala.
***
"Rel, lo tau ga?"
"Gak"
"Gue belom selesai ngomong bocah"
"Yaudah selesain"
"Tim basket SMA kita menang lagi loh di perlombaan kemaren. Katanya sih kalah telak abis triple point" Ucap gadis berambut agak kemerahan itu dengan antusias.
"Iyalah, kan ada Kenneth"
"Hooh, otak lo si Kenneth doang."
"Makin hari, lo makin pinter, Min" Ucap Aurel bertepuk tangan singkat dan menggeleng kecil.
"Jasmine woy! Min min, lo pikir gue mimin?"
"Gue ga mikir gitu"
Aurel mengambil sisir yang dipegang Jasmine dan mulai menyisir. Dari pintu depan muncul seorang gadis berambut panjang dan dikuncir satu.
Gadis itu menghampiri Aurel dan Jasmine dan menempatkan bokongnya di atas meja.
"Ada yang beda ga?" Tanya gadis itu sambil mengangkat kedua alisnya bergantian, menatap Aurel dan Jasmine .
"Ada"
"Ha, paan Rel?" Gadis ini begitu exited menunggu jawaban Aurel.
"Tapi boong"
Jasmine terkekeh. "Muka lo masih sama kek kemaren. Masih banyak jerawat"
"Wah anjir bener lo Jas. Muka mulus gini jerawat dari mana coba ih! Lo berdua pada rabun ya? Ini loh, gue ganti anting. Papi gue kirimin langsung dari Paris. Bagus ga" Jelas gadis bernama Della itu sembari memamerkan anting baru yang tertempel indah di kedua sisi telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doraemon
Teen FictionAurelia Kanaya. Cewek boros dan pemalas. Egois dan sombong. Kecerdasan di bawah rata-rata. Pesimis. Baginya, optimis berarti berpura-pura menganggap keberhasilan itu ada. Kecuali untuk mendapatkan sesuatu yang disebut Kenneth. Kenneth Rafael. Bodoh...
