|1|

1.3K 137 15
                                        

Tangisan pilu terdengar memenuhi ruangan itu. Mata kelabu dengan bercak tangis di sekitarnya menghiasi parasnya yang cantik. Kakinya ia tekuk dan ia peluk. Ruangan remang-remang dengan dirinya yang duduk bersandar pada ujung kasur terlihat berantakan. Kepalanya ia tenggelamkan di antara kedua lututnya. Menangis dalam dan sendu.

"Jongin-ah... buka pintunya sayang," suara lembut seorang wanita disusul ketukan pintu di pintu ruangan itu menbuat kepalanya terangkat.

Tangan lelaki manis bermata kelabu itu mengepal kuat. Matanya memejam erat dan bibirnya bergetar ketika ia akan melontarkan kata-kata yang mungkin akan menyakiti hati wanita yang telah melahirkannya itu.

"Berhenti menggangguku! Aku membencimu!" teriak lekaki itu, Kim Jongin.

"Jongin... Mama mohon hentikan, ini juga untuk kebaikanmu sayang," suara lirih yang tentu saja berasal dari ibu kandung Jongin terdengar jelas.

Mata kelabu Jongin berkilat penuh kemarahan. Apa yang demi kebaikannya? Jika yang ibunya maksud adalah untuk kebaikan keluarganya, dia sangat setuju.

"Aku membenci kalian! Pergi!" teriak Jongin disusul dengan suara pecahan vas bunga lily putih yang menghantam pintu.

Tubuh Jongin semakin meringkuk. Isak tangisnya yang semula sudah mereda kembali terdengar dengan jelas dan memilukan. Mendengar suara pintu terbuka tidak membuat Jongin mengangkat kepalanya. Ia tahu betul siapa yang membuka pintu itu. Park Chanyeol. Satu-satunya yang memiliki kunci cadangan kamar yang kini seolah menjadi sangkar kayu Jongin.

"Jongin, jangan begini. Setidaknya makanlah meski hanya sesendok," suara serak Chanyeol membuat Jongin menegakkan kepalanya.

Matanya berkilat marah melihat Chanyeol. Meski ia marah, ia sadar kekuatannya jauh berbeda dari kekuatan Chanyeol. Apa yang bisa dilakukannya kini hanyalah diam, mengacuhkan Chanyeol yang kemungkinan akan membuatnya marah.

"Jongin, jangan mengacuhkanku," suara Chanyeol semakin terdengar berat dan mendominasi.

Bibir Jongin bergetar. Ditatapnya mata Chanyeol yang bulat. Dia memang menyayangi Chanyeol tapi, itu hanya sebatas sahabat.

"Berhenti bersikap se—"

"Kembalikan Sehun, maka aku akan berhenti bersikap seperti ini."

~•~

Ok lupakan pensiun dr dunia yaoi
Frey berusaha bikin HunKai lagi nih>^<

Ada yg nunggu?

Baby Don't Cry {HunKai}Stories to obsess over. Discover now