Hei, hei . .
Ini cerita pertamaku
dan semoga cerita ini sukses di selesaikan
sampai akhir ya, kkkk~
Jangan lupa comment dan vote kalian,
biar aku tau apa yg harus d perbaiki
dan semakin semangat melanjutkan ceritanya . Semoga kalian suka dengan karyaku, selamat membaca. Terima kasih! 💜
------------------------------------------------------
23 November 2018
Park Yun Hee.
Gadis itu berdiri di atas pembatas jembatan sungai Han, dengan kepala mendongak ke atas menatap langit malam. Di biarkan rambutnya terurai, merasakan hembusan angin malam yang menerpa wajahnya.
"Tuhan. Kenapa kau lakukan semua ini padaku? Apa ujianmu masih kurang untukku?"kata Yun Hee pelan.
Cairan bening mengalir melewati pipi mulusnya. Ia menangis.
"Apa kematian seluruh keluargaku masih tidak cukup untuk mengujiku, tuhan? Lalu apalagi maumu sekarang? Hutang ayahku? Bahkan ayahku sudah mati sekarang karna takdir yang kau buat untuknya. Ibuku. . Hiks, ibuku dan kakak laki-lakiku juga mati bersama ayahku saat insiden itu. Kenapa hanya aku yang selamat, hah?! kenapa, tuhan? Sampai mana kau ingin melihat hambamu dalam ujian yang seperti ini? Aku lelah. Lebih baik waktu itu kau matikan saja aku dengan seluruh keluargaku daripada aku tertinggal sendiri di sini. . Hiks" Yun Hee menggepalkan tangannya menahan segala amarah yang ada pada dirinya sekarang.
Ia menyalahkan takdir yang di buat sang kuasa untuknya. Seluruh keluarganya pergi meninggalkan gadis itu untuk selama-lamanya.
Lebih baik aku, mati daripada harus menahan beban ini sampai hari tua. - Yun hee
"Ayah, ibu, kakak, tunggu sebentar lagi. Aku mau menyusul kalian di sana, dan kita akan jadi keluarga yang bahagia seperti dulu."setelah kata terakhirnya, Yun hee menutup matanya perlahan dan merentangkan kedua tangannya.
Selamat tinggal dolly, selamat tinggal seoul, selamat tinggal dunia. Maaf, aku menyerah. -Yun hee
Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mencoba meringankan beban tubuhnya. Saat tubuhnya hampir terjatuh, sebuah tangan dengan sigap menarik dress putih milik Yun hee.
Deg.
Apalagi ini, tuhan? -Yun hee
Ia membuka matanya lalu menatap ke arah tangan yang menarik dress miliknya. Seorang lelaki memegang ujung dress putih Yun hee erat, mencoba menahan tubuh gadis itu agar tidak jadi melanjutkan aksi bunuh dirinya tadi.
Laki-laki? Apa maunya? Ya tuhan, apalagi maksudnya ini? -Yun hee
'Hey, apa yang coba kau lakukan?'
"Lepaskan aku."kata Yun hee dingin.
'Kau gila? Kau akan mati jika jatuh.'
"Aku memang ingin mati!"teriak Yun hee.
Matanya kembali memerah, menahan cairan bening yang akan keluar lagi.
Tidak bisa kah jalan kematianku di permudah sedikit? Aku hanya ingin mati di sini, lalu apa salahnya hingga dia harus menahanku sih. - Yun hee
Lelaki itu menatap Yun hee entah tatapan apa yang di berikannya bahkan Yun hee pun tidak bisa menebak. Bukannya melepaskan genggaman dari dress milik gadis yang baru di temuinya, lelaki itu malah menarik pinggang Yun hee dan membawa tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.
Yun hee membulatkan matanya. Ia di buat terkejut dengan perlakuan lelaki di hadapannya kini. Padahal ia sama sekali tidak mengenal lelaki itu, lalu kenapa ia harus di tolong?
YOU ARE READING
My P r e c i o u s Partner ✔
FanfictionPark Yun Hee, seorang gadis yang memiliki hidup istimewa bak putri kerajaan. Hingga pada saat bisnis keluarganya bangkrut, terjadi pembunuhan berantai yang menewaskan ayah, ibu, dan saudara laki-lakinya hanya dirinya yang tersisa. Frustasi. Ia men...
