"Aku ingin bebas".
Just read it!..🌵
Di sebuah apartemen besar, megah, dan mewah terlihat seorang gadis berkulit putih dan berambut agak coklat panjang dan agak bergelombang sedang berdiri termenung di depan jendela kamarnya, melihat kota dari ketinggian yang terlihat begitu ramai dan banyak kendaraan.Cukup tinggi, mengingat ia berada di lantai 18 sedangkan apartemen itu memiliki 20 lantai.
Ia melihat dengan rasa penasaran yang begitu mendalam.
Ia begitu sangat amat ingin menapakkan kaki diatas tanah lagi setelah sekian lama hanya keramik putih yang selalu ia pijak setiap hari.
Dan ia juga ingin mencium kembali bau harum yang keluar dari bunga di perkebunan dan bukan hanya dari vas bunga yang selalu berdiri tegap di atas meja kamarnya.
Ia sangat ingin kembali bebas.Bebas berlarian kesana kemari menikmati kembali masa kecilnya di pedesaan dulu.
Tapi memikirkan itu sepertinya mustahil.Sampai kapanpun sulit membujuk kedua orangtuanya agar memperbolehkannya keluar dari apartemen membosankan ini.Setidaknya hanya untuk berjalan jalan, tapi tetap saja itu sulit.
Perasaan iri pun mulai muncul didalam dirinya saat melihat burung burung bebas terbang kemanapun dan kapanpun sesuai keinginan mereka.Sedangkan dirinya?..
Orangtuanya bilang, dunia luar itu berbahaya, banyak dari mereka yang terlihat baik tapi kenyataannya malah sebaliknya.
Entah perkataan orangtuanya itu benar atau hanya mengarangnya saja ia tetap ingin bebas.Setidaknya izinkan ia untuk mempunyai seorang teman yang nyata dihidupnya.
Kreek..
Suara pintu itu membuyarkan lamunannya.
"Zell..".
Panggil seseorang yang terdengar begitu lemah tetapi lembut, yang membuat gadis itu mengusap air mata yang tak sengaja keluar dari bola matanya itu.
"Iya mah?".Jawab gadis itu yang tentu saja bernama Zell.Ia terus berusaha untuk tersenyum.
"Kamu kenapa? kok mamah panggil panggil dari luar kamu diem aja?".
Zell terpelonjak kaget.Apakah itu benar?, seserius itukah dia memikirkan keinginannya itu?.
Wanita paruh baya yang ia panggil 'mah' itu tersenyum manis dan mendekati Zell.
"Sayang..kalo kamu ada masalah ceritain aja sama mamah.., jangan dipendam sendirian..,ya?".Tawar wanita itu yang bernama Rose.
Zell menunduk,apakah ibunya itu yakin akan mendengarkan masalahnya selama ini?.
"Zell pengin sekolah seperti yang dilakuin anak anak normal pada umumnya, dan punya temen".Ucapnya dengan nada sedikit lirih.
Rose merasa kasihan melihat anaknya ini tak nyaman terperangkap di gedung mewah dan besar tanpa mempunyai seorang teman.Tapi inilah jalan yang terbaik.
"Maafkan mamah sayang..".Ucapnya membelai rambut anaknya itu yang kian hari makin halus saja.
Zell menunduk pasrah, ia sudah tau ini akan terjadi.Apa permintaan Zell ini salah? ia hanya ingin melihat dunia lebih luas lagi dan memiliki teman.
Selama ini Zell belajar melalui home schooling.Tentu itu sangat membosankan bagi Zell.
"Tersenyumlah sayang..".
"Maafin Zell yah mah, Zell terus minta sesuatu yang Zell tau itu nggak akan dikabulin sama mamah..".
Rose tersenyum simpul,
"Nggak apa apa sayang..,sekarang senyum dong..".
Zell tersenyum melihat ibunya itu tersenyum manis.Terlihat begitu cantik.
"Tante...".Suara itu tiba tiba saja muncul ditengah suasana tak menentu ini.
Zell mengerutkan kening, mencoba mengenali seseorang laki laki remaja agak tinggi, putih, tampan, dan rambutnya acak acakan yang kini berdiri di dalam kamarnya memperlihatkan senyum yang tak pernah ia lihat sebelumnya kecuali dari kedua orang tuanya.
"Eh, Azka".
Azka?siapa dia?Zell tak pernah mendengar nama itu, dan bagaimana ibunya bisa kenal dengan orang yang tak dikenal Zell.
"Zell kenalin ini Azka dia itu kakak sepupu kamu..".Ujar Rose menjelaskan.
Kakak sepupu?-batin Zell bingung.
Ia pun akhirnya berjabat tangan dengan laki laki itu yang tentu saja bernama Azka, ya walau ia sedikit ragu dan gugup.
"Tapi mah..dia kesini buat apa?".
Rose tersenyum manis lebih manis dari pada sebelumnya.
Zell makin bingung dengan kelakuan Ibunya kali ini.
"Jadi, berhubung orangtua Azka mau pergi ke Singapore karena urusan bisnis selama 8 bulan, Azka bakalan nginep di apartemen Papah ini...".Jelas Rose.
Zell mengangguk faham, tapi kenapa ibunya terlihat begitu senang?.
"Terus...berhubung Azka nginep di apartemen lumayan lama, jadi Azka bakalan pindah sekolah deket sini..,dan..".Ibunya itu melanjutkan bicaranya dan kini menggantung kalimat yang membuat Zell makin bingung.
"Dan kamu bakalan ikut pindah sekolah sama Azka..".
Apa?Apakah Zell salah dengar?.
Zell berulang kali mengerutkan kening.Apakah ini sungguhan?tapi mana mungkin.
"Serius?mamah jangan bercanda deh".Sangkal Zell yang tetap tak percaya.
"Lo nggak salah denger kok".Kini Azka yang dari tadi hanya berdiri tak berguna mulai berani melontarkan kalimat.
"Lo?..l-lo itu..a–apa?".Ucap Zell terbata bata.
Azka terkejut,"eh..emm—l-lo itu sama aja kayak kamu gitu..".Ucap Azka menahan gemas.
Zell mengangguk faham,"jadi Zell bakalan sekolah?,Zell bakalan punya temen mah?".
Rose mengangguk Sembari tetap tersenyum manis didepan anaknya itu.Walau sebenarnya ini adalah hal beresiko bagi Rose, jujur ia begitu khawatir.
Zell bersorak ria dalam hatinya.Harapan yang ia ingin kali ini akan menjadi kenyataan, tak lagi menjadi angan angan di fikirannya.
Ini adalah hari istimewa,hari yang tak akan ia lupa seumur hidup.Hari dimana harapannya itu menjadi nyata.Kini sejuta rasa penasaran dihidupnya akan terjawab.Cukup menghitung waktu kini rasa itu akan terjawab.Sungguh ia begitu tak menyangka dengan apa yang terjadi.Apakah ini keajaiban?atau ini sihir?.Entahlah yang pasti kejadian ini akan selalu ia kenang seumur hidupnya.
•••
Thanks reading!🌵.
Hai!gimana ceritanya?lanjut?.
Maaf baru pemula jadi rada berantakan hehe😅.
jangan lupa Vote+komen.
YOU ARE READING
Between Magic
Fantasy[FANTASY] Bagaimana jika ternyata ditubuh kalian mengalir sebuah sihir dan kutukan?.Bagaimana jika ternyata kalian bukanlah makhluk asli dari Bumi (manusia) melainkan adalah makhluk dari tempat lain?, yang bahkan itu sangat mustahil untuk ada dan ha...
