Sstt, Ada Orangnya!

24 2 1
                                        

Diujung koridor, indahnya menikmati latunan cerita teman-teman yang bersifat luar biasa rahasia. Hanya kita dan Tuhan yang tahu, begitulah ciri-ciri cerita kegemaran mereka.

Sebut saja 'bece', ia spontan mencubit lengan salah satu temannya yang sedang heboh menceritakan cerita rahasia itu. Tengok kanan kiri seperti maling beraksi, sebut saja 'baco', langsung menghentikan ceritanya karena mata elangnya berhasil pula melihat seseorang datang dan melangkah menuju perkumpulan koridor yang beranggotakan 5 orang.

"Eh,  njir muka lu jelek banget disini!" seru Bece pura-pura mengalihkan pandangan 4 temannya ke layar hape untuk pura-pura sedang memperhatikan dan menertawai wajah konyol Baco.

"Kocak abis muka lu!"
"Ih jijik gua liat muka lu, njir!"
"Hahahahahahhahaha"

"Apaan, sih! Orang hp-nya mati. Noh,  layarnya item,  noh!" jawab Baco merubah suasana menjadi menjengkelkan. Sungguh si Baco tak peka sebuah kode.

"Oh, iya. Salah pencet tadi, sorry gaez!" balas Bece sok-sokan padahal agak panik.

"Hai, kalian!  Udah belajar belum? Kan sebentar mau ujian." Sebut saja dia Bucu. Sangat perhatian terhadap 5 temannya ini menanyakan kabar dan mengingatkan untuk belajar. Hehe

"Ini lagi belajar —tangannya spontan mengambil dan membuka buku yang tertutup— cuma ini, nih dia ganggu mulu nunjukin muka-muka kita yang jelek banget di foto-foto bersama gitu," jawab salah satu temannya yang sudah pintar bohongnya.

Baco mengelus dadanya setelah melihat tingkah temannya itu, aduh dosa gue tambah banyak aja, deh

"Oh, bagus! Gue ke kantin dulu, ya! Telfon ya, kalau udah masuk!"

"OKE!!!" seru mereka serempak dan dalam hati juga berkata,  bagus deh dia cepet pergi hohoho

"Sungguh pengertian ya, dia gak nanyain 'yang mana foto muka jelek lu' kalau gak, yah dia jadi nongki bareng kita deh disini. Gak bisa bayangin,  apa yang bakal mau dibahas.  Bisa jadi pembahasannya itu tentang materi ujian, bosenin wae dah. " Ada saja lantunan ejekan dari mereka.

"Yaudah atuh,  lanjut!"

"Oke, oke. Kan udah dirumah, nih habis pulang ujian itu. Nah,  gue barusan keluar dari pager rumahnya, teriakan nyokap bokapnya itu sampe di luar. Mereka nih marahin si dia ini,  nih. Gara-gara nilai ujian kemarinnya hancur. Makanya kan sekarang dia ngambis banget belajar, jarang banget kumpul sama kita. Liat tadi, ngajak kita gak ke kantin? Enggak, kan. Kasihan banget coba dia," lanjut Baco melanjutkan ceritanya.

"Iya, ya. Mana dia pelit banget sama jawaban sekarang. Terus kalau di ajak nongki udah jarang banget mau."

"Gue kalau ngomong sama dia,  jadi canggung banget suer."

"Bukan cuma pelit jawaban, gue gak demen deh sama dia, biar catatan aja nih, dia pelit banget sumpah!"

Yah, sungguh nikmat teman sendiri untuk diceritakan gaes. But, if you know gaes. Itu seperti sebuah perasaan yang tidak pernah diungkapkan,  tapi ketika ketemu teman yang senasib,  rasanya sangat puas melampiaskan.  Itu adalah pengalaman pribadi yang mereka rasakan yang tidak bisa disangka ternyata teman sendiri bisa berbuat hal yang seperti itu terhadap mereka. Jangan lupa berdoa ya, habis curhat-curhatan sama temen sendiri. Doain semoga rahasianya tidak kebongkar dan dosa ngegibahnya terhapuskan. Hehe

---
Jangan kesinggung, atuh. Diriku juga pernah melakukan hal yang sama dan mungkin juga pernah menjadi bintang cerita orang. Hohoho

Sstt.. Jangan Bilang Siapa-siapa!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang