We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

PERTEMUAN

8 1 0
                                        

"Bundaaa leya berangkat " leya mengambil sepedah lalu melaju ke kampus barunya

Ini adalah hari pertama mahasiswa baru masuk kuliah. Yah setelah melewati ospek selama satu minggu, akhirnya hari ini datang.

Leya menghentikan sejenak putaran roda sepedahnya untuk melihat kampus favorit ini. Yah sebenarnya tak sulit bagi leya masuk ke kampus manapun karena kecerdasanya. Lalu ia melajukan kembali sepedahnya ke parkiran

Mahasiswa baru melangkahkan kakinya masuk kedalam aula untuk penyambutan mahasiswa baru oleh kampus yang dihadiri oleh para ajajran dosen, dan mahasiswa senior

Acara terus berlanjut dengan lancar. Tepuk tangan menggema disetiap sambutan yg disampaikan oleh masing masing perwakilan. Sampai saatnya perwakilan dari mahasiswa baru memberikan sambutan. Tentu saja karena mereka belum saling kenal, jadi sekolah yang memutuskan. Dan siapa lagi selain orang dengan nilai sempurna yang menjadi perwakilan

"Baik sekarang adalah sambutan dari perwakilan mahasiswa baru gabriel pradana dan erwin magenta"

Dua pria dengan ketampanan dan auranya masing masing berjalan bersamaan tanpa menyapa satu sama lain. Bisikan mulai berterbangan dri mulut kemulut. Hampir dri setiap kelas berbisik menggosipkan dua pemuda tampan ini

"Ganteng ya"

"Katanya dapet nilai sempurna loh

"Gak nyangka ada orang kaya gitu"

"Pokoknya gue mau dapet brondong"

"Bla bla bla"

"Untuk para hadirin mohon tenang" akhirnya pembawa acara menenangkan suasana

Acara kembali diserahkan kepada dua makhluk tampan didepan ini akhirnya salah satu dari mereka gabriel menghela nafas sebelum ia menyampaikan pesannya

Acara kembali diserahkan kepada dua makhluk tampan didepan ini akhirnya salah satu dari mereka gabriel menghela nafas sebelum ia menyampaikan pesannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Hari ini hari yang indah. Terima kasih untuk semuanya sudah berkenan menerima saya. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya......"

Gabriel melanjutkan sambutanya diiringi dengan kekaguman para penonton. Kharisma,ketampanan,kecerdasan terpancar jelas dari tubuh pemuda satu ini.

"Silahkan untuk erwin memberikan sambutan"

Erwin menganggukan kepalanya dengan senyum. Rambut birunya ikut bergerak saat ia menganggukan kepalanya. Diq mengeluarkan secarik kertas yg dilipat dalam sakunya, lalu membuka lipatan itu

 Diq mengeluarkan secarik kertas yg dilipat dalam sakunya, lalu membuka lipatan itu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hari ini hari yang indah. Terima kasih untuk semuanya sudah berkenan menerima saya. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya......"

Erwin mengatakan hal yang sama persis dengan gabriel. Gabriel menatapnya tidak percaya, bahkan dia tak menulisnya sama sekali. Bagaimana dia bisa menulis tanpa diketahui.

Gabriel menengok sedikit kertas yang dibawa erwin. Tiba tiba matanya membelalak tak percaya. Dia tersenyum puas atas apa yang dia lihat.

"Ahh aku tau kalian pasti menuduhku menyontek text gabriel kan? Kalian salah"

Tiba tiba erwin membalik kertasnya ke arah penonton

"KOSONG!"

Itu gumaman yang sama pada setiap orang. Yah kertas itu kosong. Sama sekali ada tulisan. Leya melihatmya tidak percaya. Kejeniusannya terlalu sempurna. Dia yang menganggap dirinya lintar dipatahkan dalam beberapa detik.

"Kalian harus belajar banyak dari hal kecil ini. Saya erwin magenta, terima kasih"

Gabriel dan erwin berbarengan turun dari podium lalu menuju tempat duduknya masing masing.

Gabriel, erwin, leya duduk samping sampingan. Mereka tak saling sapa sama sekali. Tapi batin kereka saling bersahutan ingin tau satu sama lain.

Acara selesai sudah. Semuanya mengemas barang masing masing. Lalu segera pulang. Leya dengan santai menuju tempat parkir. Apa hanya dia yang membawa sepedah? Ahh wajar, karena ini kampus favorit yang bahkan kejeniusan muridnya diluar logika

"Kenapa diem aja leya"

Tepukan di pundak dan suara sedikit ngebass itu mengejutkan leya. Sontak dia langsung menoleh melihat siapa gerangan yang sudah berani menyentuhnya

"Ahahaha kaget yah? Maaf. Udh tau gue kan? Btw bukan cuma lu kok yang pake sepedah. Bahkan gue jalan"

LEYA POV.

"Ni org bisa baca pikiran gue ya?"

Cuma itu yang bisa gue pikirin sekarang. Kejeniusan yg berlebihan gak mungkin bisa evolusi jadi cenayang juga kan?

"Ehh btw kok tau nama gue?" Gue beraniin nanya supaya gk canggung

"Pas tes, gue minjem pulpen ke lu. Inget?"

"Hmmmm gak tau tpi iyain aja deh"

"Mau pul..."

GRUUUNG!!!!

"Mau ikut gak? Dripada jalan?"

Tiba tiba tuh mobil dateng disamping gue pas ngobrol sama erwin. Pas kacanya dibuka ternyata gabriel. Sumpah. Kok gabriel kaya sempurna banget. Gue jadi ambigu kan

"Ehh engga kok. Gue naik sepedah, dia yang ja..."

Gue noleh buat nunjuk si erwin. Ternyata dia udh gak ada. Gue bingung, kok cepet banget ilangnya ya.

JKLAK!

"Woyy!! Ayolah leya. Sepedahnya taro disini aja. Ntr besok dijemput kok sama si gabriel" ucap erwin keluar dari pintu

"Ael aja"

"Oh iya ael

Ehh si anjing kok udh masuk. Kapan masuknya bangsad. Kan gue ngegas. Untung didalem ati.

"Ya udh. Janji jemput yah"

"JANJI" ucap mereka barengan

JLEGG JLEGG

"Weh win buka ihh"

"Lu didepan ama ael!gpp kan el?" Ucapnya sambil tertawa

"Ehh bisa ae lu sumpit bakmi" jawab ael

Kok gue ngerasa nyaman yah sama mereka. Padahal baru kenal. Atau emang sifat kita sama, atau gimana, entah lah. Tpi menurut gue, mereka temen yang asik.



YUHUU BIKIN WP LAGI. ENJOY BUDDY

DINDINGStories to obsess over. Discover now