Seorang gadis tengah menerawang jauh melewati kaca kereta api yang tengah melaju. Wajahnya cantik, rambut hitamnya terurai panjang. Sorot matanya sayu, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
Namaku Senja Krisnata, orang-orang di sekitarku memanggilku Senja. Satu bulan yang lalu, Kak Candra melamarku. Setiap gadis pasti merasa bahagia ketika pujaan hatinya meminangnya. Begitu pula aku, aku juga bahagia mengetahui niat serius dari kating yang sudah 7 tahun menjadi kekasihku itu. Satu bulan berlalu, dan bulan depan aku dan dia akan menikah.
Semakin dekat hari pernikahan kami, semakin gelisah pula hatiku. Aku juga tidak mengerti, kenapa kegelisahan ini muncul. Apa mungkin aku gugup, karena satu bulan lagi aku akan menjadi nyonya Candra Pradikta? Ya, menjadi istri pengusaha muda yang sukses seperti Kak Candra memang menjadi beban tersendiri bagiku. Tapi aku telah memutuskan untuk melakukanya. Kak Candra sudah cukup sabar menungguku 3 tahun ini untuk menikah.
Sejujurnya, ini bukan pertama kalinya Kak Candra melamarku. 3 tahun lalu, ia sudah melakukanya tapi aku menolak, karena aku masih terlalu muda, dan lagi aku juga baru menyelesaikan kuliahku. Tahun berikutnya pun ia juga melamarku, tapi lagi-lagi aku menolaknya. Setelah 2 penolakan, akhirnya aku menerimanya tahun ini. Sebenarnya tahun ini dia melamarku 2 kali, jadi total dia sudah kutolak 3 kali sebelum akhirnya aku menerimanya.
Semua orang bilang kalau aku beruntung mendapatkan Kak Candra, ya akupun berpikir seperti itu. Siapa yang merasa tidak beruntung bila mendapatkan pemuda tampan, tinggi, mapan, terlebih lagi Kak Candra juga sangat pengertian. Dia sangat sabar menungguku.
Sebenarnya Kak Candra juga beruntung mendapatkan aku, gadis muda yang berprestasi dan mandiri. Keluargaku memiliki sebuah perusahaan properti yang cukup sukses. Dibawah kepemimpinan kakakku, Sakti Krisnata perusahaan Kris Company menjadi lebih sukses.
Jangan tanyakan Soal jabatanku di perusahaan itu, karena aku tidak tertarik dengan dunia bisnis. Aku lebih tertarik dengan hukum, aku seorang pengacara.
Kudengar pemberitahuan dari pihak Stasiun bahwa kereta ini sudah sampai di stasiun Yogyakarta. Aku pun bergegas turun dari kereta.
Kutarik koperku keluar stasiun, aku mengambil nafas panjang menatap kota yang sudah 3 tahun tidak aku kunjungi. Aromanya masih sama, aku masih ingat 7 tahun lalu di stasiun ini aku tidak sengaja bertabrakan dengan Kak Candra, kami terlibat cekcok karena koper Kak Candra yang tiba-tiba terbuka dan menunjukkan isinya yang berantakan.
Tapi siapa sangka, kami malah dipertemukan lagi di kampus sebagai senior dan junior. Kalian tahu UGM? Itu adalah kampusku dan Kak Candra dulu. Aku tersenyum tipis jika mengingat kejadian itu, tapi sekarang aku malah akan menikah dengan pemuda menyebalkan itu.
Alasanku datang ke kota ini adalah, karena aku ingin menyendiri, menenangkan hatiku, meyakinkan diri sendiri bahwa keputusanku menikah dengan Kak Candra adalah keputusan yang tepat. Entah apa yang membuatku tiba-tiba meragukan laki-laki yang sudah 7 aku pacari.
Mungkin dengan datang ke kota ini, kota yang menyimpan banyak kenanganku bersama Kak Candra, aku bisa menepis segala keraguanmu pada laki-laki itu.
Aku kembali ingin melangkahkan kaki, tiba-tiba ponselku berbunyi. Sebuah panggilan video masuk.
"Senjaaa nyebeliinn!! Kok liburan gak bilang-bilang sih?!! Pergi sendirian!" Julia dia sudah mengomel di sebrang sana. Dia sahabatku. Ah, kurang satu lagi.
"Pergi kemana loo?!! Udah tahu mau nikah, bukanya diam-diam dirumah malah keluyuran!!" Yang satu ini namanya Naya, dia juga sahabatku.
Aku, Julia dan Naya sudah berteman dari SMA. Kita sama-sama kuliah di UGM. Mereka juga saksi hidup perjalanan cintaku dengan Kak Candra.
YOU ARE READING
Hiraeth
RandomSenja, gadis muda yang beruntung karena dipinang oleh Candra Pradikta, pengusaha muda yang sukses. Namun, memiliki pasangan hidup yang hampir sempurna seperti Candra tidak membuat hati Senja merasa bahagia. Awalnya ia bahagia karena pujaan hatinya...
