"Kalian bertiga pakai sabuk pengamannya"perintah seorang ibu dari ketiga anak gadis tersebut,mengutamakan keselamatan anak itu sudah kewajiban seorang ibu bukan?
"Papah,mamah Ica mau beli boneka"pinta anak bungsunya meminta barang yang ia inginkan kepada kedua orangtuanya
"Iya mamah beliin nanti"jawab mamahnya disertakan dengan senyuman manisnya membuat anak bungsunya itu sungguh senang
Keluarga bahagia tersebut sedang melakukan liburan sekeluarga,mengemudi sambil mengelilingi perkotaan dimana mereka berlibur
"Papah,Ica kapan sekolah"tanya gadis itu kepada orang yang sedang menyetir itu sedikit terganggu
"Satu tahun lagi Ica"jawabnya membuat wajah gadis itu sayu,melihat wajah adiknya seperti itu membuat kedua kakaknya tersenyum
"Umur Ica sekarang berapa pah"tanya gadis itu lagi,namun bukan papahnya yang menjawab pertanyaan tersebut melainkan Milea--sang kakak kandung pertamanya
"Ica jangan bertanya pada papah,papah sedang menyetir kamu bisa tanyakan itu kepada mamah bukan"sahut Milea lembut namun wajah Ica semakin sayu
"Tapi Ica mau bertanya kepada papah saja"ujar Ica membuat orang yang sedang menyetir itu tersenyum begitupun sang mamah
"Tapi papah lagi nyetir Ica"sahut kakak kandungnya--Aurel
Gadis itu tidak memperdulikan ucapan ucapan kedua kakaknya,ia hanya fokus pada papahnya fokus menanyakan hal hal yang menarik di pikirannya
"Papah,Ica kapan bisa mengemudi mobil seperti papah"tanya gadis itu lagi namun sang papah tak merasa terganggu akan pertanyaan anak bungsunya itu
"Umur kamu masih 6 tahun Ica,kamu butuh 12 tahun lagi untuk menyetir"jawab papahnya disertakan dengan senyumnya merasa terjawab namun jawaban itu tidak dapat di mengertinya itu justru membuatnya senang
"Papah gantungan itu aku suka,papah bisa ambilin buat aku"pinta anaknya dengan segera sang papah mengambilkan gantungan di kaca depannya,setelah mendapatkannya membuat Ica merasa bahagia sekarang tapi tidak untuk ketiga insan yang lainnya
"Papah!di depan ada truk!Lihat kedepan Papah!!"sorak demi sorak mendengung di telinga mereka termasuk papahnya
Namun siapa sangka mobil yang di kemudinya mendadak blong,tidak bisa di rem membuat semua yang ada di dalam waswas hanya bisa memanjat doa
"Remnya blong sayang!"ujar suaminya kepada sang istri,ketiga gadis itu langsung melebarkan matanya terkecuali Ica ia sama sekali tidak tahu apa yang di bicarakan keluarganya itu
"Aurel,Ica,Milea dalam hitungan ketiga kalian harus lompat dari mobil ok?!"ujar mamahnya tegas
"Tidak!mamah sama papah bagaimana?!"sahut Milea sangat gugup
"Milea dengarkan mamah sekali lagi!,dalam hitungan ketiga kalian lompat!!"ujar mamahnya lebih tegas sedangkan Milea dan juga Aurel hanya geleng geleng tidak mau
"satu!"
"Mamah Milea tidak mau!!"
"dua!"
"Aurel tidak mau ninggalin mamah sama papah!!"
"Bawa adik kamu lompat!!"ujar papahnya membuka suara yang lebih tegas dan nyaring
"Tiga!lompat!!!"
Brukk Bruk Bruk
Ketiga gadis itu langsung melompat sesuai perintah,tidak!Milea dan Aurel sebenarnya sangat tidak ingin melakukan ini tapi mau gimana lagi ini sudah takdir yang telah di tentukan tuhan
BRAKK PCAH PRASS
Ya,dua mobil tersebut bertabrakan tidak!melainkan tiga mobil yang bertabrakan di depan mata anak gadis tersebut
"MAMAH!PAPAH!"
"ICA!!"
Tak,mimpi itu lagi sudah 12 kali Ica memimpikan kejadian mengerikan itu,sungguh nyata dan terlihat membuatnya trauma dengan kejadian mengerikan tersebut
"Bangun dek itu cuma mimpi"ujar wanita paruh baya yang tengah duduk di pinggir kasurnya
Melihat orang yang paling ia sayang membuatnya refleks memeluknya erat tak ingin membiarkannya pergi lagi dan membuat traumanya kambuh
"Ka Milea jangan pergi!"ucapnya sambil memeluk erat sang kakak
"Tidak akan Ca,kakak disini di samping kamu"ujar Milea sambil membalas pelukan sang adik
"Sudah ya kamu harus sekolah"titah sang kakak lembut
Mungkin dari sekarang ini Milea harus mencari keuangan sendiri,Memang mereka adalah keluarga yang berada di atas rata rata kemampu dalam keuangan tapi seiring berjalannya waktu uang akan habis kapanpun itu.
Dan sekarang Milea harus menjadi seorang Ayah dari kedua adiknya
"Hati hati ya,belajar yang benar"ujar Milea kepada Ica
Tidak terasa kedua adiknya sudah mulai bersikap dewasa Ica ia sudah memasuki sekolah menengah pertama tidak terasa umur Ica sudah 13 tahun,Aurel ia pun sudah kelas dua SMA dan di situ juga uang mulai berkurang Milea harus mencari pekerjaan dari sekarang
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Masih pertama😀😄
Silahkan Vote Kalo Kalian Menyukai Cerita Saya
Saya Sama Sekali Tidak Memaksa Kalian Untuk Menyukai Cerita Saya
Kalo Kalian Tidak Suka Silahkan Berkomentar Biar Saya Bisa Memperbaikinya
Sekian Terima Kasih☺
YOU ARE READING
PRIVE
Teen FictionMilea harus mencari pekerjaan dari sekarang,Menjadi seorang ayah dari kedua adiknya
