Dara

8 2 0
                                        

Namanya Dara, ia mengengenakan sepatu putih lusuh, kemeja kotak2, celana jeans hitam panjang dan tak lupa tas ransel abu2 kesayangan nya.

Saat ini ia sedang berdiri di dalam bus kota untuk pergi mengikuti ujian masuk universitas negeri jalur mandiri.

Sesuai dugaanya bahwa dia gagal dengan jalur nilai rapot karena tentu saja sebab ia memang tak pintar.

Tapi walaupun dara tau ia tidak pintar, ia masih terus berusaha agar ia bisa berkuliah di universitas negeri impian nya, orang tua dara tidak pernah memaksanya untuk berkuliah di universitas negeri, tetapi dara tetap lah dara yang sungguh keras kepala dengan apa yang ia inginkan.

Dara melihat jam di tangan nya, ia tentu sadar bahwa dengan naik bus kota pasti dia akan terlambat mengikuti tes ujian tersebut.

"Yap dara, seperti biasa kamu akan terlambat, hari ini, seterusnya dan selalu begitu, huh" gumam dara dalam hati, mengutuk dirinya sendiri seperti biasa.

Tiba2 saja supir bus tersebut menghentikan bus nya mendadak, tentu saja membuat semua penumpang di dalamnya kaget.

"Yampun pak, ngerem nya pelan2 dong, anak saya jadi nangis nih kejedot kaca". ucap seorang ibu2 yang sedang menenangkan anak anakNya yang sedang menangis.

"Di depan ada kecelakaan motor bu, kalo saya tidak ngerem mendadak, malah kita semua yang akan menjadi korban selanjutnya". Ucap sang supir dengan nada tinggi nya yang tampak nya masih syok dengan kecelakaan di depanya.

Jam di tangan dara menunjukan pukul 06.55 yang artinya 5 menit lagi dara akan terlambat mengikuti ujian
tersebut.

"Bang kampusnya masih jauh ga?" Dara memberanikan diri bertanya pada supir tersebut.

"Udah deket tuh neng tinggal jalan bentar doang tapi di depan banyak orang yang nutupin jalanan" ucap supir tersebut kepada dara.

" Yaudah saya turun disini aja bang, nih goceng, gausah kembalian bang" ucap dara enteng.

"Padahal kembali serebu doang neng, untung situ cakep". ujar supir tersebut yang masih bisa di dengar dara saat berjalan keluar bus, tentunya diiringi senyuman sebab baru kali itu ia dipuji cakep oleh abang supir bus itu.

Dara berlari2 karena ia sadar waktunya hanya 5 menit tersisa agar tidak terlambat, ia tidak memperdulikan debu dan keringat yang membanjiri wajah nya sekarang, ia hanya ingin hari ini tidak terlambat, itu saja.

Akhirnya dara telah sampai di gerbang kampus tersebut, rambut nya yg terkuncir kuda tersebut telah berantakan tidak karuan di tambah keringat nya yang bercucuran.

Dara menghampiri satpam yang sedang memeriksa mobil yang masuk.

"Pagi pak, saya mau tanya ruangan ujian dimana ya pak?" Tanya dara dengan senyumnya yang cerah.

"Yampun neng jam segini kok baru dateng, untung sebentar lagi baru mau dimulai, kamu masuk aja ke gedung yang disana nanti kamu baca namamu ada di ruangan yang mana". jelas satpam tersebut .

"Heheh iya pak tadi bus saya gabisa lewat jadi saya lari2 kesini, makasih ya pak". ucap dara menjelaskan situasi yang telah ia alami tadi.

Dara pun masuk ke gedung yang di tunjuk satpam tadi. Dara merasa bersyukur sekali sebab ujian belum dimulai dan dia berhasil tidak terlambat kali ini, untung saja.

Dara melihat orang2 yang berpakaian rapih sedang berebutan melihat namanya di pengumuman, padahal nama dan ruangan sudah pasti ada di kartu peserta yang telah di cetak oleh para peserta,

Dara pun memilih melewati orang2 tersebut dan menaiki anak tangga menuju lanaai 4. Dara lebih memilih menaiki anak tangga ketimbang harus ngantri untuk menaiki lift dan berdesak desakan bersama orang2.

T E M U.Stories to obsess over. Discover now