Biasan sinar surya yang menyapa wajahku, terasa hangat, namun juga menenangkan.
Desiran suara ombak yang menyapu pendengaran.
Bisingnya suara burung camar yang berkicau.
Ramainya orang-orang yang berlalu lalang.
Namun,
Denganmu diriku tenang,
Denganmu diriku merasa nyaman,
Denganmu diriku merasa bahagia,
Jadi,
Tetaplah bersamaku.
YOU ARE READING
Ayasa
Teen FictionAku yang tak pernah mengerti, kenapa harus kamu yang aku cintai. Aku tak paham, mengapa harus aku yang merasakan sakitnya dari mencintaimu. Dan kenapa kita harus bertemu, kenapa kita harus saling mengenal?
