1. SEPATU

258 14 1
                                        

Takdir itu mempertemukan kedua sifat yang berbeda

Rana & Raka

" Pakkk tunggu pak saya mau masuk" Teriak seorang gadis yang berada dibalik gerbang sekolah. Nafas gadis itu nampak tersengal-sengal. Sepertinya ia habis berlari mengejar waktu agar tidak telat masuk hari pertamanya disekolah, sedangkan sepeda motor yang menemaninya tadi ia tinggalkan disebrang jalan depan sekolahnya.

Dia adalah Rananda Nazla Mecca seorang gadis yang memiliki rambut bergelombang Dan berparas cantik. Ia kerap disapa dengan sebutan Rana. Memiliki banyak followers di Instagram membuatnya dikenal di kalangan banyak orang.

Sifatnya yang sedikit cuek tidak membuatnya kehilangan banyak teman. Hanya orang-orang yang belum kenal dekat dengannya yang akan menganggap bahwa Rana merupakan sosok wanita yang sangat jutek, tapi bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan wanita ini, akan begitu kagum dengan segala kebaikannya.

" Ini sudah lewat lima menit, Non" Kata Bapak penjaga sekolah yang terus mengunci gerbang itu tanpa menghiraukan terikan Rana.

Rana terus menggoyangkan pagar yang sudah di kunci rapat oleh bapak penjaga sekolahnya itu " Cuma lima menit doang, pak. Bukain dong, " kata Rana yang berharap pak penjaga gerbang itu merasa iba dengannya dan kemudian membukakan pintu gerbang untuknya.

" Nggak bisa, Non. Peraturan tetap peraturan" kata pak penjaga sekolah tetap pada pendiriannya.

Rana mendengus kesal " Guru-guru aja yang sering telat , saya nggak pernah lihat tuh mereka di hukum kaya saya." Protes Rana yang berhasil membuat pak penjaga sekolah bungkam.

Rana menatap Pak penjaga sekolah dengan intens " jawab dong, Pak."

Ini adalah hari pertamanya mengikuti kegiatan masa orientasi siswa. Tapi karena ulahnya yang semalam asik bermain game membuatnya gagal untuk mengikuti pembukaan kegiatan masa orientasi disekolah SMA nya.

Rana kehabisan cara untuk membujuk bapak pemjaga gerbang itu. Gadis itu menghela napas pasrah, ia kemudian mengeluarkan sebuah ikat rambut dan kemudian mengikatkannya ke rambutnya itu. Sementara itu, bapak penjaga sekolah masih setia berdiri menjaga gerbang sekolah.

" Kenapa nggak disuruh masuk aja, pak?" Tanya seorang laki-laki berbadan kekar, berkulit putih dan beralis tebal. Rana melongo ketika mendengar ucapan dari pria itu. Dengan tubuh yang diselimuti jaket berwarna hijau army berhasil membuat Rana membulatkan kedua matanya. Tatapan Rana tidak hilang dari laki-laki itu. Sepertinya ia akan mempunyai objek baru yang akan terus ia lakukan di masa SMA nya ini .

" Dia telat lima menit, Den, " jawab Bapak penjaga gerbang itu seadanya.

" Baru Lima menit, Pak. Yang bikin khawatir itu kalau telat satu bulan." Jawab Rana ngasal.

Laki-laki dan pak penjaga gerbang itu sontak langsung menatap ke arah Rana dengan tatapan tajam.

Rana yang merasa heran dengan keduanya, hanya cengengsan " kenapa? Ada yang salah?" Tanyanya tanpa dosa.

" Suruh dia masuk aja pak. Nanti semuanya urusan saya." Pinta laki-laki itu.

" Baik,Den."

Dengan segera. Gerbang yang semula tertutup dan terkuci rapat itu akhirnya terbuka lebar.

Rana menghela nafas lega. Ternyata ketakutannya tidak bisa mengikuti acara masa pengenalan sekolah ini pun terbantahkan.

" Makasih banyak ya, pak, om. Ehhh--- maksudnya Ka " kata Rana sambil menyalami tangan kedua laki-laki itu yang sedang bersamanya sekarang.

SEPATUStories to obsess over. Discover now