1. Prolog

58 9 0
                                        

Kalau kamu senja dan aku di juluki pelangi, bagaimana caranya takdir mempertemukan kita?

Caranya? Gampang,

Emang apa caranya?

Dengan 'Hujan'. Kamu tau kenapa harus hujan?

Enggak,

Jika hujan datang di tengah senja, cahaya terakhir matahari akan membiaskan setiap tetes hujan yang akan menciptakan sebuah pelangi, di situlah pertemuan antara senja dan pelangi terjadi. Seperti kamu dan aku.

***
Ini hanyalah kisah tentang Elsa yang gigih mencari hujan. Tau untuk apa? Untuk bertemu senjanya.

🌈🌈🌈

10 Februari 2008, Bandung.

Langit mendung menghiasi bumi sore ini. Padahal sebentar lagi senja datang untuk memberi kehangatan di kota Bandung.

Seorang gadis kecil dengan mantel berwarna jingga terang dan sepatu bot berwarna biru langit, tengah asyik bermain genangan air. Genangan yang tercipta karena rintik hujan yang turun awet sore ini.

Senyumnya sesekali merekah saat air yang ia pijak terlempar kemana-mana. Hal yang sederhana kadang membuat kebahagian tersendiri bagi anak-anak.

"Elsa! Sudah nak main hujan-hujannya. Sudah sore!" seorang wanita yang berada di teras rumah bercat putih berseru pada gadis kecil itu.

Merasa terpanggil, si gadis merespon seruan yang di berikan wanita itu, ibunya.

"Sebentar lagi ma! Elsa masih mau main!"

"Sudah sore sayang!"

"Iya Ma!"

Tak ingin membuat ibunya berseru lagi, Elsa menyudahi bermain hujan dan segera beranjak dari posisinya menuju teras rumah.

Senyum lembut mengembang di antara sudut bibir ibu Elsa. Ia sangat menyayangi putri kecilnya itu, yang selalu membuatnya gemas setiap saat.

"Buka mantelnya. Nanti langsung mandi ya, sudah di buatkan air hangat sama bi Yana." ujarnya pada Elsa seraya membantu Elsa melepaskan mantel jingganya.

Elsa mengangguk dan sesekali menatap langit sore yang masih di hiasi rintik hujan. Sesaat setelah melepas mantel nya, ia berlari kedalam rumahnya.

Tubuhnya sudah bersih, merasa sangat segar karena mandi sore. Rambutnya yang bergelombang masih basah karena keramas tadi.

Elsa kini mengenakan piama biru dengan motif aneka binatang laut, ia berjalan dengan langkah kecilnya menuju jendela besar yang ada di kamarnya.

Ia bersandar di jendela itu, melihat ke arah langit. Ada pelangi di sana, ia bisa melihatnya dengan jelas.

Pelangi itu berada di tengah warna jingga, yang tak lain adalah senja.

"Pelangi!" Elsa berseru antusias.

Pelangi itu, kutipan warna yang di pilih untuk penghias langit setelah langit bersedih.

Pelangi itu, tujuh rupa dari tujuh warna yang mampu menyihir mata insan di bumi.

Pelangi itu, yang akan menjadi pewarna senja kelabu.

Next.

Sweet Rainbow Onde histórias criam vida. Descubra agora