Putri Tamara itulah namaku, gadis buta dengan umur 16thn yang masih duduk di bangku XI SMA. Lahir dari keluarga berada, papa seorang Ceo dan mama seorang desainer. Kelahiran 10 oktober 2002. Aku anak Tunggal tidak mempunyai saudara, yang hanya tinggal dengan papa dan mama yang sangat menyayangiku, yah itulh yang aku pikirkan. Iya mereka sangat menyayangiku bahkan sangat sayang. Gadis dengan berkebutuhan khusus yang selalu ditindas, dicaci, diremehkan, itulah aku. Sosok gadis pendiam yang hanya diam ketika ditindas, dicaci, diremehkan. Aku gadis penyuka hujan, aku selalu histeris ketika melihat hujan, aku sangat senang bahwa hujan tau tatkala aku sedih dia selalu datang. Mungkinkah hujan adalah teman setiaku? Teman yang selalu ada untukku? Meskipun aku tak bisa melihatnya,namun hujan bisa melihat bagaimana aku.
******
Sekarang hari Senin hari dimana setelah hari minggu. Sekarang aku tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. SMA 1 JAKARTA yah itulah sekolahku. Sekolah dengan penuh tekanan dan menyeramkan. Serasa berat setiap kali aku melangkahkan kakiku. Tepat pukul 07.00 WIB semua bersiap untuk mengikuti upacara. Aku dituntun oleh sahabatku dia adalah temanku dari SD bisa dikatakan kita sudah seperti saudara sendiri. Namanya Dinda Maulana, gadis manis yang baik hati, dia selalu bersamaku selalu membantuku. Dia gadis yang selalu membelaku ketika aku ditindas ataupun dicaci. Apakah kalian tahu? Dia adalah satu-satunya temanku yang ada disekolah.
"Putri kamu diam disini oke, aku ada dibelakangmu" ucp Dinda.
"iya kamu jangan kemana-mana" ucpku smbil memegang tangannya.
" tidak aku tetap disini di belakangmu"
Kenapa aku tidak sekolah di sekolah anak yang berkebutuhan khusus? Entahlah aku juga tidak mengerti itu semua keinginan papa dan mama. Namun, aku bersyukur meskipun keadaanku seperti ini aku tetap bisa mengikuti pelajaran dengan semestinya.
Tepat pukul 08.00 WIB upacara berakhir. Kami seluruh siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing. Aku kembali mencari Dinda. Dimanakah dia? Dia bilang tidak akan kemana-mana namun, dimana dia sekarang.
" Dinda kamu dimana? " ucpku mencarinya.
"Deh dasar buta nyusahin aja sih lo, lo tu gk cocok sekolah disini ngapain cobak sekolah disini dasar buta lo" ucap Syakira.
Dialah Syakira gadis cantik yang selalu menggunjinku. Dia mempunyai tiga teman yang bernama Cika, Tara dan Rani. Aku diam saja dan terus mencari keberadaan dimana Dinda. Aku meraba kesana kemari mencari keberadaannya, namun tak kunjung ku temukan.
Brukkkkk
"akhhh" pekikku
" yah yah jatuh gimana dong" ucap Cika.
" sakit ya? Uduhhh kaciann banget sih ank mama " sahut si Rani.
"sini-sini aku bantuin berdiri" - Tara.
Ketika aku meraih tangannya ia malah mendorongku dan membuatku kembali tersungkur.
" uppsss sorry gak sengaja hahahahahaha" ucap Tara diselingi oleh tawaan mereka bertiga.
Beginilah aku setiap hari, inilah keadaanku yang sebenarnya, inilah yang terjadi disekolah setiap hari.
" eh kalian gak bosen-bosen apa gangguin Putri sana pergi" yang ku dengar itu suara Dinda, aku lega ia kembali.
YOU ARE READING
HUJAN
RomanceHujan? Kau pebawa semangat, namun juga pembawa kesedihan, aku selalu berfikir tentang Hujan bahwa ia rela jatuh berkali-kali tetapi ia tetap semangat membasahi bumi ini. Sedangkan aku? Gadis buta yang setiap hari ditindas, dicaci, diremehkan. Na...
