Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak yang mengatakan bahwa Yogya adalah kota yang selalu penuh cerita dan kenangan di setiap sudutnya.
Malioboro bercerita melalui kerlip lampu di sepanjang jalannya. Menyesap seduhan kopi angkringan bersama kedamaian malam.
Bicara mengenai Yogya dan kenangan, aku jadi teringat dengan cerita empat tahun yang lalu ketika tour akhir sekolah. Di kota ini, di jalan Malioboro yang benar-benar tempat dengan banyak cerita. Meskipun ceritaku hanyalah cerita sederhana. Cerita tentang terakhir kalinya aku bisa bertemu dengan seseorang yang sudah aku cintai sendirian selama dua tahun lamanya. Entah mengapa perpisahan selalu terasa menyakitkan, meskipun aku tahu bahwa sakit itu hanya sementara. Selama ini aku selalu berdoa kepada Tuhan agar suatu hari aku dan Aksa dapat bertemu kembali.
Malam ini, aku kembali menjejakkan kakiku di jalan Malioboro--tempat yang selalu jadi favorit para pengunjung. Kedatanganku kali ini karena ingin menyelesaikan sebuah project video sekaligus berlibur.
Aku bersama Shafa, Leon dan Rafa mengunjungi sebuah angkringan untuk sekedar menikmati kopi dan duduk serta berbincang bersama.
Hingga waktu telah menunjukkan larut malam, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel tempat kami menginap. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan Malioboro. Aku sengaja memilih hotel yang pernah aku inapi saat tour akhir sekolah dulu. Benar-benar mengundang kenangan masa lalu.
Saat aku dan Shafa masuk ke dalam lift, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengenakan jaket berwarna abu-abu ikut masuk ke dalam. Betapa terkejutnya aku dan dia. Laki-laki itu adalah Aksa. Mata kami saling bertemu dengan mulut yang masih tetap bungkam dan perasaanku saat itu sangat tidak karuan.
Shafa yang menyadari sikapku terlihat bingung.
Hingga akhirnya kami tiba di lantai tiga, dengan gugup dan cepat aku keluar dari lift sedangkan laki-laki itu masih tertinggal di lift. Ya, dia Aksa
"Kenapa sih, Ra?" tanya Shafa.
"Ah, hm.. gapapa kok, Fa."
"Yaudah cepetan bukain pintunya, gue udah ngantuk banget nih."
"Iyaaa sabar dong."
Peristiwa tadi terus berulang di ingatanku dan membuatku susah tidur malam ini. Aku bertanya-tanya apakah ini adalah jawaban dari Tuhan atas doa-doa ku selama ini? Aku dipertemukan lagi dengannya?
Berharap ini bukan hanya sebuah ilusi.
YOU ARE READING
NARAAKSA
Teen FictionKau percaya kan bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar janji? Kau juga pasti percaya kan kalau Tuhan maha membolak-balikkan hati mahluk-Nya? Boleh jadi hari ini kita sangat mencintainya Atau boleh jadi besok kita sangat membencinya. Bagiku, semua ini...
