Bandung 2019
Terkadang aku benci terhadap diriku sendiri.
Ruangan monokrom, semua benda yang ada di ruangan itu yang serba hitam dan putih aku terdiam sambil melamun diriku tidak sadar sedang menatap apa, semua kosong.
Disini di kamar ku sendiri ruangan monokrom favorite ku, melampiaskan semua rasa, semua keinginan ku tanpa seorangpun yang mengetahui.
Monokrom warna yang sangat ku sukai begitupun dengan kehidupan ku, iya mereka semua sama seperti warna monokrom tiada warna lain yang ikut mencampuri.
Kehidupan ku berjalan sangat tiada arti tiada kebahagiaan sejati tiada kasih sayang yang sangat amat mendalam semua yang ku rasakan hambar.
☕☕☕
Mereka hanya selalu memerintah, memarahi, mengejeku.
Dan di saat diriku sudah berusaha, banyak waktu yg kurela kan, banyak air mata yang ku tetes kan, tetapi apa? Mereka tidak pernah bangga dengan hasil yg kuperoleh, mereka sudah di mati butakan oleh sifat ku yang dulu.
Semua manusia butuh proses, tidak ada kata sebentar dan itu lah aku, aku disini pun berproses menjadi lebih baik seperti yang mereka ingin kan, entah kenapa mereka bersikap seperti ini kepadaku hanya karena pendidikan.
YOU ARE READING
MONOKROM
Teen FictionAnna. Hidup ia tertekan karena terkekang oleh orang tua nya dalam masalah pendidikan. Sekalinya dia berusaha tetapi tidak pernah dibangga kan oleh orang tua nya.
